
Setelah beberapa hari, kapal pun berlabuh di sekitar untuk sementara karena lokasinya cocok. Para kru yang mencemoh di depan Sasuke, tidak memiliki keberanian mendekati anak itu.
Para kru memulai persiapan untuk mengambil adegan berikutnya. Begitu para aktor dan aktris selesai bersiap, sutradara pun memulai.
‘’Baik, scene 32, cut 22. Action!’’
Beberapa puluhan menit kemudian setelah selesai, mereka kembali menaiki kapal dan menuju pelabuhan.
......................
Di sisi lain, tim Minato bersama Naruto #1 dan Hinata #1 menyusuri hutan salju. Mereka bersih keras untuk menemukan keberadaan Itachi.
‘’Tunggu sebentar,’’ kata Obito.
Rin dan yang lainnya menatap ke belakang dan menghampiri Obito yang terlihat memungut sesuatu.
‘’Apa itu?’’ tanya Hinata #1.
Mata Naruto #1 membulat. ‘’Kenapa kristal hexagonal ada di sini?’’
Dua wanita dan satu pria tadi menoleh ke arahnya.
‘’Kristal hexagonal? Apa kau tahu benda apa ini?’’ tanya Obito.
Naruto #1 langsung memasang wajah konyol frustasi. ‘’Kenapa benda berharga seperti itu terjatuh di sini? Beruntung kita yang menemukannya lebih dulu dattebayo.’’
__ADS_1
‘’Benda berharga? Bukankah ini hanya sebuah kalung?’’ tanya Rin.
‘’Itu bukan hanya sebuah kalung. Itu milik Daimyo Pemimpin Negeri Salju sebelumnya yang diberikan kepada putrinya, Putri Koyuki dattebayo,’’ kata Naruto #1.
‘’Naruto-kun tahu banyak hal mengenai Daimyo Negeri Salju, ya?’’ kata Hinata #1.
Naruto #1 tersentak karena ia kembali keceplosan, membuat Obito mengerutkan dahi.
‘’Ahaha! Lebih baik kita segera melanjutkan misi kita untuk mencari Itachi,’’ kekeh Naruto #1.
‘’Andai saja Kakashi ikut bersama kita dalam misi ini,’’ kata Rin.
‘’Tidak mungkin. Yondaime Hokage memberitahu kita kalau dia berada di misi yang berbeda dengan kita. Selain itu, aku ada di sini, kenapa masih mencari Kakashi?’’ kata Obito.
Wajah Rin sedikit memerah. ‘’Ya … Itu karena kita berempat terlihat sedang double date.’’
Hinata #1 langsung mempertemukan masing-masing ujung jari telunjuknya. ‘’Ke-Kencan dengan Naruto-kun, ya?’’
Naruto #1 hanya tersenyum kaku dan menyusul Obito yang pergi karena salah tingkah tadi.
Keempat orang tadi mengikuti jejak darah yang terlihat setelah mereka menemukan kristal hexagonal.
‘’Ah!’’ jerit Hinata #1 yang terjatuh ke bawah.
Beruntung, Naruto #1 langsung menangkap tangannya membuat Hinata #1 hampir saja terjun ke bawah.
__ADS_1
‘’Ini jebakan,’’ tatap Rin melihat ada belasan runcing kayu di dalam lubang yang hampir dimasuki Hinata #1.
Setelah Hinata #1 berhasil ditarik ke atas, Obito menggunakan sebelah mata sharingan-nya. Puluhan kunai dilemparkan ke berbagai sisi.
‘’Aku sudah menandainya dengan kunai. Jadi, jangan sampai kalian ceroboh dengan menginjaknya,’’ kata Obito.
‘’Tapi, siapa yang memasang jebakan sebanyak ini?’’ tanya Rin.
‘’Entah kenapa, setelah Obito menandainya, puluhan kunai itu membentuk jalan dattebayo,’’ kata Naruto #1.
‘’Kalau begitu, ayo kita ikuti! Jejak darahnya juga mengarah ke sana,’’ kata Hinata #1.
Keempat orang itu mengangguk dan mengikuti sampai mana mereka akan tiba di ujung. Setelah menyusuri hutan sedikit jauh ke dalam membuat keempat orang itu berhenti.
‘’Itu, kan?’’ tatap Naruto #1.
......................
Para kru dan yang lainnya menyewa penginapan, dan akan melanjutkan syuting di hari berikutnya.
‘’Sasuke-kun? Mengenai Naruto, aku sebenarnya juga penasaran bagaimana Itachi-kun bisa se—‘’ ucapan Sakura terpotong saat Sasuke melontarkan tatapan tajam kepadanya.
‘’Go-Gomen Sasuke-kun,’’ kata Sakura menunduk.
Naruto #2 yang menyaksikannya langsung mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Temee! Sakura-chan hanya khawatir dattebayo. Kenapa kau bersikap seperti itu?’’
__ADS_1
Sasuke berdecih sambil berjalan pergi.
Nii-san, katanya dalam hati.