God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 77 Rasa Penasaran


__ADS_3

Keesokan harinya, Minato dan Sandaime menatap kerusakan di sekitar yang ditimbulkan oleh Kyuubi dari atap kantor Hokage.


Para shinobi membantu warga membersihkan kerusakan, membangun ulang dan yang lainnya.


‘’Syukurlah tidak ada korban jiwa sama sekali,’’ kata Minato.


‘’Kita semua melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh Kyuubi. Dan di dalam kasus hal ini, semua warga sudah dievakuasi sebelum kedatangan Kyuubi, bukankah ini sangat aneh?’’ tanya Sandaime.


Minato membenarkan ucapan Hiruzen. Apalagi mengingat para Jounin yang melapor kepada pria itu subuh tadi.


Flashback on


‘’Sandaime-sama, bagaimana kondisi Yondaime-sama dan Kushina-sama?’’


‘’Mereka kehabisan chakra, jadi belum sadarkan diri,’’ jawab Sandaime.


Sandaime melirik para Jounin yang datang itu dengan wajah pasrah. ‘’Jadi, berapa banyak korban yang ditimbulkan oleh Kyuubi?’’


Para Jounin itu saling bertatapan satu sama lain sebelum kembali menatap Sandaime.


‘’Moushiwake arimasen Sandaime-sama, tapi tidak ada korban sama sekali,’’ jawab salah satu Jounin.


Sandaime menoleh dengan wajah sedikit terkejut. ‘’Apa?’’


‘’Saat kami hendak mengevakuasi warga sekitar, mereka sudah tidak ada, dan berada di sisi lain desa yang aman.’’


‘’Itu benar. Kami juga mengalami hal yang sama.’’


‘’Saat Kyuubi mengamuk, sudah tidak ada warga di sekitar.’’


Sandaime menatap ke arah Minato. ‘’Apakah Yondaime-sama yang melakukan hal ini?’’


‘’Moushiwake arimasen. Tapi para warga bersaksi sebelum Kyuubi datang, sosok bertudung mengumpulkan mereka dan membawa mereka ke sisi desa yang aman.’’


‘’Warga yang kami temui juga mengatakan hal yang sama. Bahkan sosok bertudung itu masuk ke dalam rumah mereka dan membawa mereka keluar.’’

__ADS_1


Para Jounin yang lainnya juga membenarkan hal itu.


Flashback off


‘’Ada empat sosok bertudung yang mengevakuasi warga sebelum kerusakan terjadi,’’ kata Sandaime.


‘’Saat itu, aku juga bertarung dengan sosok bertudung yang membawa Kushina pergi dan membuka segel Kyuubi. Tapi, sepertinya mereka tidak berada di pihak yang sama,’’ kata Minato.


"Mengenai serangan yang menembus penghalang yang dibuat Kushina, aku masih bertanya-tanya siapa yang melakukan hal itu?" tanya Sandaime.


Minato kembali teringat. "Gumpalan chakra yang menyerupai rasengan, tapi berbentuk shuriken. Aku baru melihat serangan seperti itu."


"Pertanyaannya adalah bagaimana bisa serangan itu menembus penghalang yang dibuat Kushina. Aku dan yang lainnya saja tidak bisa menembus penghalang itu, berbeda dengan serangan tersebut. Kecuali, pengguna jurus itu memiliki chakra tubuh Kushina di dalam tubuhnya, jadi dia bisa menembus penghalang yang dibuat wanita itu," kata Sandaime.


Salah satu shinobi datang untuk melapor.


‘’Sandaime-sama, Yondaime-sama. Saya datang untuk memberitahu kalau Kushina-sama sudah siuman.’’


Dengan cepat Minato bergegas menuju ke rumah sakit, sedangkan Sandaime berjalan dengan tenang.


Rumah Sakit Konoha


Ceklek!


‘’Kushina!’’ kata Minato datang dengan wajah cemas.


Ia langsung menghampiri istrinya. Mata Minato berkaca-kaca sambil ia memegang tangan Kushina.



‘’Arigatou. Terima kasih karena sudah baik-baik saja,’’ kata Minato.


‘’Bagaimana dengan Naruto?’’ tanya Kushina.


‘’Biwako-sama dan Taji menjaganya untuk sementara bersama ninja medis yang lain. Aku juga sudah memerintahkan sebagian ninja untuk berjaga,’’ jawab Minato.

__ADS_1


Kushina menoleh dan melihat kedatangan Sandaime. ‘’Sandaime-sama.’’


‘’Kau sudah siuman, ya? Bagaimana perasaanmu?’’ tanya Sandaime.


‘’Sudah lebih baik,’’ senyum Kushina.


Tidak lama kemudian Biwako dan Taji datang membawa bayi Naruto.


‘’Karena Kushina sudah siuman, sepertinya Naruto ingin bertemu dengan ibunya,’’ kata Biwako.


Kushina tersenyum dengan perasaan gembira. ‘’Naruto.’’



Terukir senyuman di bibir Minato melihat Kushina yang begitu bahagia bertemu dengan Naruto. Biwako dan Taji juga berterima kasih karena Minato telah menyelamatkan mereka berdua.


Ceklek!


‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’


Mereka menoleh dan melihat Kakashi dan yang lainnya datang setelah mendengar kabar Kushina telah siuman.


‘’Sensei,’’ kata Kakashi.


‘’Minato Sensei, kami datang untuk berkunjung,’’ kata Guy.


‘’Syukurlah Kushina-sama sudah siuman,’’ kata Rin.


Asuma, Kurenai dan yang lainnya juga memberikan rasa syukur yang sama.


‘’Sensei, bagaimana dengan kondisi Obito?’’ tanya Rin.


Kushina mengerutkan dahi. ‘’Obito? Ada apa dengannya?’’


Sandaime menceritakan semuanya dari awal, membuat Kushina merasa iba.

__ADS_1


‘’Dia mungkin tidak sadar untuk waktu yang lama. Aku sudah meminta Tsunade untuk menanganinya setelah menerima saran dari Sandaime-sama,’’ kata Minato.


__ADS_2