
Push! Push! Push!
‘’Dasar keras kepala sekali!’’ kata salah satu samurai.
‘’Kalau begitu, kita bunuh dia yang pertama kali.’’
Naruto akan berusaha mencengah kedua orang itu untuk menghabisi keluarga Tazuna. Keduanya kembali terlibat pertarungan.
Inari yang ketakutan, mencoba membangunkan ayah dan ibunya sambil menatap keluar sesekali.
‘’Ayah, Ibu, cepat bangun. Naruto sedang bertarung sendirian. Siapa pun tolong kami.’’
Tempat di sekitar mulai hancur karena pertarungan tiga orang tadi. Naruto berdecih karena mulai merasa lelah. Apalagi kedua samurai tadi berhasil melukainya.
Sial! Aku belum sarapan apa pun tapi sudah terlibat pertarungan dengan mereka, kata Naruto dalam hati.
Naruto menatap ke dalam rumah yang sudah setengah hancur. ‘’Inari dan kedua orangtuanya masih ada di dalam. Aku tidak boleh membiarkan kedua orang ini mencapai mereka.’’
Serangan muncul kembali membuat Naruto melompat dan menghindar.
‘’Akh!’’ ringis Naruto karena sekali lagi ia berhasil dilukai.
Naruto terhempas ke pohon dan jatuh terduduk sambil menatap kedua samurai yang akan menghabisinya sebentar lagi. Ia meringis dengan sebelah mata tertutup.
‘’Dasar bocah, berani ingin melawan kami.’’
‘’Jangan khawatir, aku akan segera mengakhiri rasa sakitmu.’’
Tangan Naruto mengepal karena ia bisa merasakan tubuhnya remuk setelah terhempas tadi.
‘’Ketika kau memiliki seseorang yang berharga untuk dilindungi, maka kau akan menjadi sangat kuat,’’ kata Haku. (Naruto teringat)
Naruto terbelalak, hingga akhirnya tersenyum. ‘’Benar juga. Aku seharusnya tidak mengeluh seperti ini. Aku adalah Uzumaki Naruto, putra Hokage Keempat, dan akan menjadi Hokage suatu saat nanti dattebayo!’’
__ADS_1
Kedua samura itu terbelalak setelah mengetahui Naruto adalah putra dari Si Kilat Kuning. Tanpa membuang waktu, mereka langsung menyerang.
Naruto melakukan segel tangan. ‘’Tajuu Kagebunshin no Jutsu(Jurus 1000 bayangan)!’’
Deg!
‘’Apa?! Ada seribu kloning?!’’ pekik kedua samurai.
Muncul gumpalan chakra yang berputar dari tangan Naruto. ‘’Aku akan mengakhiri ini semua dattebayo!’’
‘’Jangan sombong kau bocah!’’
‘’Hyaaa!’’
‘’Rasengan!’’
Push!
......................
‘’Momochi Zabuza dan Haku, ya?’’ tanya sosok berambut merah.
‘’Mereka berdua adalah ninja pelarian dari Desa Kirigakure,’’ kata sosok berambut biru.
‘’Haa, kau seperti memiliki kenalan dari seluruh penjuru desa saja,’’ kata sosok berambut orange.
Sosok berambut kuning menoleh. ‘’Kita harus bergegas dattebayo.’’
......................
Bunyi kunai dan pedang yang saling bertabrakan terdengar. Zabuza yang telah dikalahkan, kini tidak membiarkan dirinya gagal kali ini. Sama seperti dirinya, Kakashi juga tidak akan membiarkan Zabuza berbuat seenaknya.
__ADS_1
Kakashi melakukan segel tangan. ‘’Raiju Tsuiga!’’
Serangan elemen listrik yang membentuk anjing diarahkan untuk menyerang Zabuza.
‘’Suiton : Suiryuudan no Jutsu!’’ kata Zabuza membalas.
Serangan air berbentuk naga muncul dan saling bertabrakan dengan serangan listrik tadi. Zabuza kembali melakukan segel tangan.
‘’Suiton : Daibafuku no Jutsu!’’
Zabuza memanfaatkan cukup banyak air dengan membentuk lingkaran bola air besar dan menghantamnya ke musuh seperti muntahan air terjun.
‘’Doryuheki!’’ kata Kakashi mengeluarkan sebuah tembok dari tanah untuk melindunginya dari serangan tadi.
‘’Kuchiyose no Jutsu!’’ kata Kakashi di dalam tembok.
7 ekor anjing yang merupakan para ninken milik Kakashi muncul menggigit Zabuza. Hal itu dilakukan agar mengunci gerakan ninja Kirigakure itu. Melihat Zabuza tidak berkutik, Kakashi menggunakan kesempatan itu.
‘’Raikiri,’’ kata Kakashi memegang sebelah tangannya sambil aliran listrik muncul di telapak tangan yang satunya.
Kakashi pun menghampiri Zabuza dan sebentar lagi akan menyerang pria yang digigit oleh para ninken-nya.
‘’Suirou no Jutsu!’’
Penjara air berbentuk bola bulat langsung mengurung Kakashi yang datang tadi.
Kakashi terbelalak karena sosok yang digigit para ninken-nya langsung berubah menjadi air. Zabuza asli muncul dari arah yang berbeda dan menghantam ketujuh anjing itu dengan pusaran air.
Tidak lama kemudian muncul kabut tebal membuat Kakashi tidak bisa melihat keberadaan Zabuza yang sedang menghampirinya.
Zabuza meraih Kubikiribouchou(pedang pemenggal) miliknya dan akan menebas Kakashi. ‘’Shine(Matilah).’’
Shin!
__ADS_1
Kakashi tersentak setelah mendengar suara tadi. Zabuza terbelalak melihat sosok berambut kuning yang menangkis pedangnya, apalagi matanya terlihat berbeda.
‘’Tidak kusangka akan bertemu lagi denganmu,’’ kata sosok itu.