
‘’Jangan sampai dia merusak desa. Pancing Kyuubi untuk keluar dinding desa! Tolong ulur waktu agar aku bisa menggunaka jutsu-ku!’’ perintah Sandaime.
‘’Ryoukai!’’ seru semua ANBU lalu bergegas menyerang Kyuubi.
Sandaime menggigit ibu jarinya dan menyentuh tanah hingga ukiran segel muncul. ‘’Ninpou Kuchiyose! Muncullah Raja Monyet Enma!’’
Push!
‘’Kyuubi, ya? Jadi segelnya terbuka?’’ tanya Raja Monyet Enma.
‘’Kita akan memaksanya keluar dengan Tongkat Sun Wukong,’’ kata Sandaime.
‘’Aku mengerti. Berubah!’’
Raja Monyet Enma bertransformasi menjadi tongkat. Sandaime memegangnya sambil menatap ke arah Kyuubi. ‘’Ikuzo Enma!’’
‘’Ha!’’
‘’Memanjanglah!’’ perintah Sandaime.
Dalam hitungan detik, Kyuubi pun terdorong hingga jauh.
‘’Aku sudah menjauhkannya dari desa. Jangan lengah tetap serang dia!’’
Para shinobi dan ninja ANBU pun menyerang. Sandaime mengerutkan dahi.
Minato ... Sekarang ini kau di mana? Haa, kata Sandaime dalam hati.
Namun, serangan itu tentu saja tidak mempan terhadap Kyuubi. ‘’Tetap alihkan dia sampai Yondaime Hokage tiba!’’
Beberapa dari mereka terlempar setelah menerima serangan telak dari Kyuubi. Tapi, mereka tetap tidak menyerah dan menyerang terus.
Iruka … Aku mungkin tidak bisa bertemu lagi denganmu. Tapi, aku dan ibumu akan bangga jika kami berdua harus tiada karena menyelamatkan desa. Maafkan kami, kata ayah Iruka dalam hati yang sebentar lagi akan menerima hantaman tangan dari Kyuubi.
‘’Suiton : Mizurappa!’’
__ADS_1
‘’Kami Shuriken!’’
Ayah Iruka dan istrinya terbelalak melihat dua sosok bertudung itu setelah mereka menyelamatkan diri. Satu sosok bertudung lainnya muncul.
‘’Futon Reppusshou!’’
Para shinobi itu bingung tapi mereka kembali menyerang bersama.
......................
Di bagian sisi lain desa, para ninja muda dikumpulkan dibawah pengawasan Jounin.
‘’Kalian harus menjauh dari Kyuubi. Ini bukan pertaruangan antara desa. Ini adalah masalah internal. Tidak ada alasan bagi kalian untuk membahayakan nyawa kalian.’’
‘’Bicara saja sendiri! Lalu apa gunanya kami menyandang gelar shinobi?’’ tanya Kurenai.
‘’Tenanglah Kurenai,’’ kata Asuma.
‘’Ini adalah perintah dari Sandaime-sama!’’
‘’Obito? Dia ada di sampingku … Dia menghilang!’’ kata Guy.
‘’Apa? Uchiha Obito tidak ada di sini?’’
Kakashi menghela nafas panjang. ‘’Dasar, anak itu.’’
......................
‘’Humph! Aku tidak akan berlindung jika desaku dalam bahaya. Memangnya kami tidak bisa diandalkan?’’ tanya Obito yang bersembunyi dari pengawasan Jounin.
Ia mengendap-endap untuk menghampiri lokasi Kyuubi.
‘’Tolong! Siapapun tolong aku!’’
Obito menoleh dan melotot melihat satu orang tertimpa puing-puing bangunan. Tanpa membuang waktu pun ia langsung menghampirinya.
‘’Jangan khawatir! Obito-sama ini akan membantumu,’’ kata Obito.
__ADS_1
Sial! Aku tidak bisa meminta pertolongan. Mereka akan membawaku kembali untuk berlindung bersama Kakashi dan yang lainnya, kata Obito dalam hati.
Cukup lama sampai Obito bisa menolong pria itu. Ia pun membawanya ke tempat yang lebih aman sambil memapahnya.
......................
Sandaime bersama yang lainnya masih menyerang Kyuubi. Sejak tadi, mereka sudah mengerahkan kekuatan mereka, membuat semuanya terengah-engah. Ketiga sosok bertudung yang membantu mereka juga sama lelahnya.
Salah satu ekor akan mengibas Sandaime yang sudah lelah.
‘’Sandaime-sama!’’
‘’Katon Goukakyuu no Jutsu!’’
‘’Uchiha Obito? Kenapa kau ada di sini?’’ tanya Sandaime.
Aa shimatta. Sandaime-sama memberi perintah untuk tidak ikut campur, tapi aku malah bertemu dengannya pertama kali di sini, kata Obito dalam hati.
Belum sempat Obito menjawab, Kyuubi kembali menyerang untuk melemparkan bijuu dama.
‘’Kuchiyose no Jutsu!’’
Dari atas muncul katak besar yang langsung menindih Kyuubi.
‘’Ini, kan? Yondaime-sama!’’ pekik mereka melihat Minato berdiri di atas kepala Gammabunta.
‘’Tahan Kyuubi untuk beberapa saat!’’ perintah Minato.
‘’Bahkan untukku, ini terasa sangat sulit!’’ kata Gammabunta.
Push!
Semua terbelalak karena Minato menghilang bersama Kyuubi. Mereka menoleh dan melihat serangan dari arah gunung.
‘’Mereka di sana, ya?’’ tatap Sandaime bergegas bersama yang lainnya.
Sandaime kembali menoleh. ‘’Obito, bawa mereka yang terluka ke desa sekarang juga!’’
__ADS_1
Obito mengangguk mengerti sambil ketiga sosok bertudung tadi membantunya membawa warga desa.