
‘’Jangan menghalangiku, atau aku tidak akan segan-segan,’’ kata Guru Haido.
Obito dan Kakashi tidak peduli dan maju untuk menyerang. Guru Haido mengulurkan telapak tangan dan menghempaskan kedua orang itu dalam sekejap.
‘’Apa?!’’ pekik semuanya.
‘’Temee!’’ seru Naruto #2 membuat pria tadi kembali menghempaskan ketiga rekannya.
Kini tersisa Naruto #2 yang berdiri sambil mengepalkan tangan. ‘’Kau lihat itu Temujin?! Apakah dia pria baik yang selama ini kau hormarti?!’’
‘’Orang yang menentang utopia seperti mereka juga harus disingkirkan,’’ kata Guru Haido mengulurkan telapak tangan dan mengeluarkan laser.
Naruto #2 menggertak gigi sambil menunggu serangan yang akan menghantamnya.
Push!
Ia membuka matanya dan melihat sosok yang berdiri menangkis serangan tadi dengan satu tangan. Tidak lama kemudian, sosok tadi mengembalikan serangan tersebut ke arah pria paruh baya tadi.
Push!
‘’Nee … Ossan, aku tidak akan membiarkanmu melayangkan pukulan lagi kepadaku seperti waktu itu,’’ kata sosok dibalik asap.
Deg!
__ADS_1
Guru Haido dan Temujin tersentak kaget saat melihat sosok tadi menyeringai setelah asap tadi menghilang. ‘’Naruto?’’
‘’Hihi. Tadinya aku ingin menyapa saat-saat terakhir, tapi kau memaksaku untuk muncul lebih awal,’’ kata Naruto #1.
‘’Apa maksudnya ini? Kenapa ada dua Naruto?’’ tanya Guru Haido.
Naruto #1 tersenyum remeh. ‘’Ossan, utopia yang ingin kau bangun dengan maksud dunia damai tanpa perang, terlalu berlebihan. Kau hanya berambisi untuk mendapatkan Batu Gelel, karena itulah kalian menyerang desa yang lemah dan menjadikan mereka bagian dari eksperimen.’’
‘’Semu—‘’
‘’Semua pengorbanan mereka memang diperlukan demi kemuliaan, untuk menjadikan dunia tanpa ada peperangan. Iya, aku tahu kau akan mengatakan hal itu, karena aku sudah mendengarnya,’’ kata Naruto #1 mendahului.
Dia mengetahui apa yang ingin kukatakan. Selain itu, semua ucapannya tadi sangat tepat, kata Guru Haido dalam hati.
‘’Aa, seperti versi kecilku ini yang memiliki kemampuan mengetahui nama seseorang melalui penggambaran fisiknya, aku juga memiliki kemampuan membaca pikiran orang melalui wajah bodohnya,’’ jawab Naruto #1 asal-asalan.
Naruto #2 membuang wajah sambil memasang wajah bodoh.
Orang yang percaya dengan ucapan orang ini, dia adalah orang bodoh, kata Naruto #2 dalam hati.
Temujin masih terdiam membisu menatap Naruto #1.
Sepertinya dialah orang yang dimaksud Naruto #2. Melihat dia membaca pikiran Guru Haido, orang itu benar-benar mengetahui semuanya, kata Temujin dalam hati.
‘’Tapi Ossan, kau mengorbankan semua orang demi pengorbanan mulia ini. Dan Temujin, apa kau masih tidak bisa membuka matamu, dengan melihat teman-temanmu berakhir seperti itu?’’ tanya Naruto #1.
__ADS_1
‘’Oee? Seharusnya aku yang mengatakan itu, kenapa kau merebutnya?’’ protes Naruto #2.
‘’Kau diam dulu. Tidak peduli aku atau kau yang mengatakannya, kita tetap orang yang sama,’’ kata Naruto #1.
‘’Sesama teman, kami memiliki impian yang sama. Jadi, sudah sepantasnya mereka mengorbankan diri,’’ jawab Temujin.
Naruto #1 menatap Sasuke dan mengingat yang lainnya. ‘’Bagiku, teman adalah mereka yang selalu menghargai dan menghormatimu. Dulu, aku selalu sendiri. Tapi, aku selalu mencoba untuk menjalin pertemanan dengan mereka. Dan akhirnya aku tidak sendirian lagi. Itulah sebabnya kenapa impianku adalah untuk menjadi Hokage, yang nantinya bisa melindungi semua orang di desa, dimana teman-temanku berada!’’
Temujin terbelalak karena tersentuh dengan ucapan sosok berjubah merah itu.
‘’Impian tanpa menghargai pertemanan, cuma bualan dan hanyalah sampah! Dan aku akan menghancurkannya sekali lagi dattebayo!’’ seru Naruto.
Bugh! Push!
‘’Apa yang terjadi?!’’ pekik Guru Haido.
‘’Kakek, aku percayakan Batu Gelel-nya padamu. Pastikan kau menghancurkannya!’’ kata Naruto #1.
Tuan Kahiko terbelalak hingga akhirnya tersenyum. ‘’Serahkan kepadaku.’’
Guru Haido menggertak gigi setelah mendengar ucapan Naruto #1 tadi.
‘’Heh, padahal aku sudah menyusun rencana untuk menangkapmu secara baik-baik tanpa terluka. Tapi sepertinya takdir memang ingin kau babak belur dulu sebelum ditangkap,’’ kata Naruto #1 menghadang.
*Ossan memiliki arti lelaki paruh baya yang bermakna sedikit negatif.
__ADS_1