
Sakura menghampiri Sasuke yang terbaring di tanah. Ia menatap lengan anak laki-laki itu sudah menghitam keunguan.
‘’Sasuke-kun! bertahanlah!’’ cemas Sakura.
Satu tangan Sakura diarahkan ke dada Sasuke, dan tangan yang satunya diarahkan ke lengan yang sudah terinfeksi racun. Chakra hijau langsung keluar dari kedua tangannya.
Sasuke yang meringis tersiksa dengan kulit memucat, perlahan lahan kembali menjadi normal.
‘’Sa-kura,’’ kata Sasuke membuka matanya.
‘’Aku sudah mengeluarkan semua racunnya. Kau akan baik-baik saja sekarang,’’ kata Sakura yang dipenuhi keringat, sambil menatap gumpalan racun yang sudah ia keluarkan.
‘’Kapan kau belajar ninjutsu medis?’’ tanya Sasuke.
‘’Aku mempelajarinya diam-diam bersama dengan Tsunade-sama,’’ jawab Sakura.
‘’Sou ka? Tonikaku, tasukatta,’’ kata Sasuke berterima kasih dengan ciri khas dinginnya.
Di saat yang bersamaan, Shikamaru dan Kankuro menghampiri mereka.
‘’Bukankah dia ninja dari Sunagakure?’’ tatap Sakura.
‘’Yo. Aku memiliki urusan penting di sini, dan tidak menyangka akan bertemu kalian lagi,’’ kata Kankuro.
__ADS_1
Sakura hanya mengerutkan dahi, mendengar ucapan pengguna Kugutsu itu. Kankuro menceritakan kalau mereka sempat bertemu dengan Sasuke dan Naruto di armada, membuat gadis berambut panjang pink itu mengangguk mengerti.
‘’Kami butuh bantuan kalian untuk mengevakuasi semua anak yang dijadikan eksperimen,’’ kata Shikamaru.
......................
Tuan Kahiko hendak menancapkan pedang yang dilumuri darah Temujin tadi. Namun, niatnya terhenti saat Guru Haido terhempas ke bawah akibat menerima serangan, membuatnya juga ikut terhempas.
‘’Guru Haido!’’ pekik Temujin.
Naruto #1 tiba bersama tim Minato, dan hendak melanjutkan pertarungan. Temujin bergegas dan langsung berdiri di depan guru Haido untuk menghadang.
Bugh!
‘’Gu-Guru Haido, kenapa?’’ ringisn Temujin tidak percaya.
‘’Kau sudah tidak berguna lagi untukku. Kau sama rendahnya dengan mereka, mirip seperti orangtuamu. Apakah aku harus mengatakan kalau aku sengaja menghancurkan desamu, serta membunuh orangtuamu agar aku bisa memanfaatkanmu?’’ tanya Guru Haido.
Deg!
Temujin tersentak dengan mata melotot. ‘’A-Apa?’’
‘’Kau anak yang menyedihkan. Kau sudah tidak dibutuhkan lagi, dan semua yang tidak berguna, sudah sepantasnya mati. Aku akan mengirimmu bersama Batu Gelel yang ada di dalam tubuhmu, dengan begitu hanya aku satu-satunya yang memiliki Batu Gelel,’’ kata Guru Haido mengulurkan telapak tangan ke arah Temujin.
__ADS_1
‘’Oee! Apa yang kau lakukan? Cepat bangun!’’ teriak Naruto #2 kepada Temujin yang tidak berdaya.
‘’Owari da(Semuaya sudah berakhir),’’ kata Guru Haido dengan mata memicing.
Push!
Naruto #1 yang berdiri depan Temujin sambil menangkis serangan, dengan melontarkan sorot mata serius. ‘’Ossan … Tidak akan kubiarkan kau menyakiti teman-temanku. Kaulah yang akan berakhir hari ini.’’
Kakashi menggunakan elemen tanah untuk mengurung guru Haido, lalu mengaktifkan sharingan-nya dengan menambah sengatan listrik. Obito yang juga menggunakan sharingan, dan menyemburkan serangan api.
Bugh!
‘’Kisama … Bocah sialan seperti kalian, memang harus disingkirkan,’’ kata Guru Haido berubah wujud yang berhasil keluar dari penjara tembok tadi.
Semua menatap guru Haido memiliki empat bola merah gelap yang melayang di punggungnya. Garis-garis hitam di lengan dan dadanya. Strip hitam yang digunakan sebagai tentakel untuk terbang.
Obito dan Kakashi kembali meluncurkan serangan, namun pria itu menggunakan salah satu garis hitam sehingga menjadi pilar untuk melindunginya.
Guru Haido memberi serangan kejutan dengan mengaktifkan laser energi Gelel, sehingga menembus tubuh Obito dan Kakashi.
‘’Kakashi Sensei! Obito Nii-chan!’’ teriak Naruto #2.
__ADS_1
‘’Naruto! Kumohon hentikan dia!’’ mohon Tuan Kahiko.