
‘’Tapi kenapa Ratu Saara mengirimkan dua buah harpa kepadamu?’’ tanya Kushina.
‘’Dia hanya menuliskan di dalam surat kalau dirinya telah menepati janji. Meskipun dia juga tetap menyampaikan terima kasih setelah menyelamatkan Kerajaan Rouran dulu,’’ jawab Minato.
Naruto #1 yang mengetahui semuanya memilih diam dengan perasaan senang.
......................
Pagi beritkunya di sebuah tempat, terlihat dua sosok anak yang berteduh di bawah rindang pohon.
Salah satu anak memiliki kulit pucat yang kontras dengan rambut hitam legam dan mata abu-abunya, mengenakan kimono biru dengan lengan digulung, syal di lehernya dan penghangat lengan hitam. Sedangkan anak berkulit putih yang satunya berambut putih sepanjang pinggang, mata abu-abu dengan beberapa pola melingkar seperti Rinnegan, mengenakan kimono tanpa lengan di atas atasan merah.
‘’Katon : Onidourou!’’ seru anak berambut putih.
Ia melepaskan banyak bola api mengambang di sekitarnya yang berbentuk hantu pada tahap akhir. Namun, puluhan bola api itu langsung menghilang membuatnya menendang kelopak bungan sambil menggerutu lalu duduk.
Anak berambut hitam hanya tersenyum. ‘’Jangan cepat menyerah Ryuuzetsu.’’
‘’Cih! Anak jenius seperti dirimu diamlah, Muku,’’ kesal Ryuuzetsu.
‘’Jika kau marah terus hanya karena hal sepele, nanti wajahmu cepat tua,’’ kata Muku terkekeh.
__ADS_1
Ryuuzetsu mempoutkan kedua pipinya karena anak laki-laki di sampingnya itu selalu saja menggodanya. Meski begitu, Muku selalu memberinya semangat untuk tidak menyerah.
......................
Di sisi lain, rutinitas sehari-hari berjalan seperti biasa di Konoha. Para Jounin dan Genin berjalan menyusuri desa yang baru saja dari kantor Hokage untuk menerima tugas masing-masing. Melihat Itachi di antara mereka, membuat para warga sedikit berbisik. Naruto #1 mengerutkan dahi melihat tingkah aneh dari semua orang.
Setelah semuanya menyebar, Shisui menatap Itachi di sampingnya. ‘’Meskipun kasusnya sudah diatasi, sepertinya semua orang masih meragukan dirimu.’’
‘’Mereka berpikir Yondaime Hokage mengambil keputusan berat sebelah karena melihat hubungan perteman beliau dengan ayahku,’’ kata Itachi.
Shisui menghela nafas sambil menepuk bahu teman dekatnya itu. ‘’Kau tidak perlu peduli dengan ucapan semua orang. Tetaplah menjadi dirimu sendiri.’’
Tapi aku tidak bisa membiarkan warga desa meragukan pemimpin mereka sendiri, kata Itachi dalam hati.
‘’Shisui, kau duluan saja ke jembatan, nanti aku menyusul. Aku mampir ke rumah sebentar karena teringat sesuatu,’’ kata Itachi.
......................
Naruto #1 menatap Obito dan Rin. Ia bertanya apakah keduanya melihat tingkah orang-orang desa berbisik saat mereka menyusuri jalanan tadi.
‘’Benarkah? Aku tidak terlalu memperhatikan,’’ kata Obito.
‘’Iya. Aku tidak melihat ada gerak-gerik seperti itu sepanjang jalan,’’ kata Rin.
__ADS_1
Eh? Apakah mereka bercanda? Jelas-jelas aku melihat tingkah mereka yang terlihat seperti berbisik dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.
Obito mengerutkan dahi. ‘’Ada apa denganmu sampai berpikir seperti itu?’’
‘’Aa tidak apa-apa. Mungkin memang hanya perasaanku saja. Oh iya, akhir-akhir ini cuacanya terlihat sedikit buruk,’’ kata Naruto #1 mengalihkan topik.
Rin mendongakkan kepala melihat langit sedikit mendung dengan hembusan angin yang sedang. ‘’Sepertinya begitu.’’
......................
Kantor Hokage
Minato yang memeriksa berkas, menolehkan kepalanya setelah mendengar ucapan sosok tadi. ‘’Para warga terlihat berbisik saat kalian menyusuri desa?’’
Naruto #1 mengangguk membenarkan dan merasa bingung dengan tingkah orang-orang di desa. Karena ada begitu banyak orang, membuatnya tidak bisa menebak siapa yang dibicarakan oleh mereka, yang pastinya ada salah satu di antara mereka yang menimbulkan bisikan tadi.
‘’Sepertinya mereka masih meragukan Uchiha Itachi, ya?’’ tanya Sandaime.
‘’Meragukan Itachi? Eh? Maksudnya semenjak misi ke Negeri Bulan itu? Bukankah kasusnya sudah terbukti kalau dia tidak bersalah?’’ tanya Naruto #1.
‘’Tenanglah. Aku akan mengurusnya nanti. Saat ini, ada laporan dari sebagian Jounin yang menjalankan misi keluar desa. Beberapa warga 4 dari kelima Negara Besar ditemukan tewas secara misterius,’’ kata Minato.
‘’Pembunuhan secara diam-diam?’’ tanya Naruto #1.
__ADS_1
‘’Kau benar. Tapi masalahnya adalah, pelaku yang melakukan pembunuhan itu dikatakan berasal dari desa Konoha kita sendiri. Dan saat ini, kami sedang menyelidikinya,’’ kata Minato.
Itu artinya, ada salah satu di antara kita yang menjadi penghianat. Tapi siapa? Dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.