
‘’M-Masa lalu? Bagaimana kau bisa tahu kalau ini adalah masa lalu?’’ tanya Naruto.
Kau bisa melihat 3 anak yang ada di sana.
Mata Naruto membulat besar melihat ketiga sosok yang disebut Kurama tadi.
Anak berambut putih yang menutupi mulut hingga ke hidungnya. Anak gadis berambut coklat dengan tanda ungu persegi panjang di kedua pipinya, serta anak berambut hitam yang menggunakan pelindung mata. Ya, mereka adalah anak didik ayahmu, Minato.
‘’Itu Kakashi sensei, Rin dan Obito … berarti kita benar-benar ada di masa lalu. Tapi kenapa? Bukankah kau sudah tewas Kurama? Aku juga sudah tewas saat menyelamatkan Boruto, kenapa kita berdua ada di sini? Kenapa kita kembali muncul di masa lalu?’’ tanya Naruto.
Kurama yang berada di dalam perut Naruto hanya berdecih.
Dasar, kau masih tetap saja cerewet seperti biasa.
‘’Siapa yang tidak heboh kalau dirinya yang sudah tewas dari masa depan malah ada di masa lalu?!’’ pekik Naruto.
‘’Ini yang ke-18!’’ seru Kakashi.
‘’Jangan sombong bocah!’’ seru salah satu shinobi Iwagakure.
‘’Kakasih sensei awas!’’ seru Naruto tanpa sadar.
Bush!
__ADS_1
Naruto membulatkan mata melihat sosok yang menyelamatkan Kakashi. Kedua shinobi itu langsung saling menghindar.
‘’Kakashi!’’ pekik Obito.
Sedangkan salah satu shinobi Iwagakure yang bersembunyi di belakang pohon, berkeringat sambil memantau ketiga anak yang bersama shinobi tadi.
‘’Aku hampir bisa menebas bocah itu. Tapi pria rambut kuning itu … aku telah menandainya,’’ kata shinobi Iwagakure tadi yang tidak sadar kalau sebuah segel menjalar di kakinya.
Deg!
Saat itu juga pria rambut kuning tadi sudah berada di belakangnya sambil menodongkan kunai ke lehernya.
Bugh!
Jurus Transportasinya sensei sangat cepat, kata Rin dalam hati.
‘’T-Tidak mungkin … apakah kau Konoha no Kiroii Senkou(Si Kilat Kuning dari Konoha)?!’’
Shinobi Iwagakure itu tidak bisa berkutit. ‘’Kami disuruh oleh komandan agar lari jika melihatmu. Sekarang aku mengerti.’’
Bugh!
Daripada membunuhnya, pria rambut kuning itu hanya membuatnya tidak tersadar dan kembali kepada anak didiknya.
Naruto yang menyaksikan hal itu secara langsung, matanya berbinar-binar. ‘’Kau lihat itu Kurama? Dia langsung hilang syut dan sudah ada di belakang lawan syut, lalu kembali dengan syut, ayahku benar-benar hebat, tidak … dia sangat hebat! Kakkoi(Keren!). Aku benar-benar merasa beruntung menjadi anaknya.’’
__ADS_1
Kurama hanya menghela nafas melihat tingkah Naruto. Mereka kembali memantau.
Rin menyembuhkan lengan Kakashi setelah gurunya tiba. ‘’Kondisi Kakashi sangat parah.’’
‘’Sebaiknya kita mundur dan menyusun rencana lagi,’’ kata pria rambut kuning.
‘’Aku baik-baik saja Minato Sensei,’’ kata Kakashi.
‘’Apa?! Kau sedang terluka! Itu karena kau mengabaikan peringatan Minato Sensei dan menyerang langsung!’’ seru Obito.
‘’Aku tidak perlu mendengarkannya. Tidak seperti klan Uchiha yang merengek ketakutan di belakang sana,’’ kata Kakashi.
‘’A-Aku terkena debu di mataku!’’ seru Obito tersinggung.
‘’Apakah kau tahu peraturan ke-25 dari perilaku ninja? Peraturan mengatakan ninja tidak boleh memperlihatkan air mata,’’ kata Kakashi.
‘’Sudahlah, kalian berdua!” tegur Rin.
‘’Cukup, kalian berdua!’’ tegur Minato.
Ketiga orang itu menoleh karena terkaget.
‘’Kakashi, aturan memang penting. Tapi itu bukan segalanya. Apa aku belum mengajarimu? Ada kalanya di saat situasi membutuhkan respon spontan menghadapi musuh,’’ kata Minato membuat Kakashi menunduk.
‘’Kau mengerti, kan?!’’ kata Obito.
‘’Obito, kau juga! Tidak mungkin debu bisa masuk ke dalam matamu saat kau mengenakan kacamata pelindung. Jika kau menyarankan pengendalian diri, jangan hanya bicara saja. Bersikaplah kuat juga,’’ tegur Minato.
__ADS_1