
‘’Sudah kuduga itu adalah kalian. Setelah melihat kalian ikut menyerang Kyuubi, aku langsung tahu. Kali ini aku tidak akan gagal lagi,’’ kata Yamato.
‘’O-Oee! Apa yang kau lakukan?! Dia membantuku untuk menolong warga desa,’’ kata Obito.
Saat itu juga chakra merah yang membara menghanguskan tali tadi membuat keempat sosok bertudung itu langsung menjauh.
Tapi, Yamato tidak membiarkan hal itu terjadi dan menyerang keempat sosok bertudung itu. Obito yang melihat pertarungan di sekitarnya hanya bingung.
‘’Minggir kau!’’ seru Yamato karena Obito menghalangi.
Karena di sekitar sudah hancur karena kerusakan yang timbulkan Kyuubi tadi, membuat Yamato tidak ragu untuk merusak. Ia merasa kesal karena keempat sosok bertudung itu hanya menghindar terus, apalagi Obito yang selalu berteriak.
‘’Apa yang kau lakukan?! Masih ada sebagian warga di sini?!’’ teriak Obito.
Karena ia diabaikan membuat Obito hendak melakukan segel tangan. Namun, niatnya terhenti karena salah satu kayu milik Yamato akan mengenai warga yang ada di sekitar. Dengan cepat Obito menyelamatkan orang tersebut.
Sayangnya, setelah ia menyelamatkan orang itu tadi, kakinya malah tersangkut dan puing-puing tembok akan terjatuh mengenainya.
Salah satu sosok bertudung yang melihatnya, hendak menyelamatkan Obito, tapi Yamato menghalangi.
Bugh!
Pada akhirnya setengah tubuh Obito tertimpa puing-puing tembok tadi.
‘’Obito!’’
Obito meringis dan ia bisa merasakan setengah tubuhnya sudah hancur.
‘’Dia mengganggu saja,’’ kata Yamato melihat Obito.
Karena ia lengah, salah satu sosok bertudung berhasil mengenainya. Yamato berdecih sambil melihat tiga sosok bertudung bergegas pergi, sedangkan yang satunya memanggil bala bantuan untuk Obito.
Yamato memilih mengejar tiga sosok tadi, hingga mereka tiba di sekitar lokasi Kyuubi keluar tadi.
‘’Kau lagi, kau lagi. Apakah tidak ada orang lain di desa ini sehingga kami harus selalu bertemu denganmu. Padahal kami datang berkunjung,’’ kata salah satu sosok bertudung.
‘’Orang-orang mungkin tidak mengetahui kalian, tapi berbeda dengan diriku. Tiga orang yang berdiri di hadapanku saat ini pasti adalah kau Uzumaki Naruto, dan ninja Amegakure yang bersamamu waktu itu,’’ kata Yamato.
__ADS_1
Ketiga sosok itu melepas tudung mereka dan benar, Naruto berdiri di antara Nagato dan Yahiko.
‘’Dan yang satunya tadi, pasti adalah gadis berambut biru pengguna kertas itu,’’ kata Yamato.
‘’Kenapa kau selalu ingin menyerang Naruto?’’ tanya Nagato.
‘’Karena aku sudah diberi tugas untuk menghabisinya. Meskipun sekarang, perintah itu sudah ditarik,’’ jawab Yamato.
Yahiko tersenyum bodoh. ‘’Kalau perintahnya sudah ditarik, lalu kenapa masih ingin menyerang Naruto?’’
Yamato hanya diam dan hendak menyerang. Namun, niatnya terhenti karena Konan langsung menyelimuti tubuh Yamato hingga leher dengan kertas.
‘’Bagaimana dengan Obito?’’ tanya Naruto cemas.
Konan tersenyum dan memberitahu mereka untuk tidak khawatir. Ia sudah memanggil bala bantuan, dan Obito dibawa ke rumah sakit.
‘’Bukankah dia yang waktu itu,’’ kata Konan menoleh.
‘’Itu benar. Dia adalah pengguna Mokuton waktu itu, Kamado,’’ kata Yahiko.
Melihat reaksi pengguna Mokuton itu membuat Yahiko tersadar. ‘’Aa salah, ya? Namamu pasti Yama … Yamamura.’’
Yamato mengeryitkan alis tanda kesal dibalik topengnya.
‘’Um, Yamaha?’’ tanya Yahiko memastikan.
‘’Yamato-desu!’’ seru Yamato tidak tahan.
Naruto hanya terkekeh. ‘’Maaf, karena kami harus pergi. Kami tidak bisa di sini lebih lama. Sampai berjumpa lagi.’’
‘’Lepaskan aku!’’ teriak Yamato.
......................
Keempat anak itu kembali ke Amegakure. Naruto menatap anak didik Jiraiya yang bersamanya.
Flashback on
__ADS_1
‘’Hari ini tanggal 10 oktober, kan?’’ tanya Naruto.
‘’Benar. Memangnya ada apa?’’ tanya Nagato.
‘’Kau tahu kalau seorang Jinchuriki yang hamil itu, segel Bijuu di tubuhnya melemah. Aku memiliki firasat yang buruk. Bagaimana kalau dia akan mati,’’ kata Naruto.
‘’Ha? Siapa yang akan mati?’’
‘’Wah! Kau mengagetkanku dattebayo,’’ kata Naruto terjatuh.
Yahiko mengerutkan dahi begitu juga dengan Konan yang mendengar pembicaraan mereka.
‘’Apakah ada seseorang yang ingin mencelakai keluargamu?’’ tanya Konan.
‘’Eh? Kalau itu memang benar, kita harus menyelamatkannya. Saat ini kita juga sudah berubah dan menguasai jurus masing-masing,’’ kata Yahiko.
‘’Benar. Kehilangan keluarga itu sangat menyakitkan,’’ kata Nagato.
Naruto menghela nafas dengan wajah lesu. ‘’Tapi, aku tidak boleh memperlihatkan diriku dattebayo.’’
Yahiko tersenyum sambil menampilkan deretan giginya.
......................
"Jadi, ini Konoha? Wah, sangat luas," kata Yahiko.
"Kita harus bergegas. Kita akan menyebar untuk mengevakuasi semua warga ke tempat yang aman," kata Naruto.
"Mengevakuasi semua warga?! Hanya kita berlima? Tapi, apakah kau yakin akan ada bencana di sini? Kenapa kau bisa tahu?" tanya Yahiko.
"Kita turuti saja, daripada mereka yang tidak bersalah kehilangan keluarga mereka," kata Nagato.
"Benar. Cukup kita saja yang merasakan hal itu," kata Konan.
Flashback off
Naruto tersenyum karena berkat ide Yahiko, mereka memilih menggunakan jubah untuk menyembunyikan diri sambil menolong semua orang. ‘’Arigatou minna.’’
__ADS_1