God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 140 Berpisah


__ADS_3

Naruto #1 menghela nafas lega setelah melihat Nagato melepaskan jurusnya. Ia pun membawa kedua orang itu menemui Yahiko.


......................


‘’Yahiko-san, jangan terlalu memaksakan diri,’’ kata anak berambut abu-abu.


Yahiko menoleh dan tersenyum sambil meraih gelas yang dibawa anak itu. ‘’Oh? Shin, terima kasih.’’


‘’Kalau Tuan sampai melihat Yahiko-san berkeliaran, aku akan kena marah,’’ kata Shin.


‘’Jangan khawatir. Aku dan Tuan-mu itu sahabat baik,’’ kata Yahiko.


Shin menoleh saat melihat kedatangan orang itu. Ia langsung tersenyum. ‘’Tuan!’’


Yahiko menoleh dan langsung terdiam. Tidak lama kemudian ia tersenyum sambil menampilkan deretan giginya. ‘’Yo? Nagato, Konan … Bagaimana kabar ka—‘’


Bugh!


Wajah Yahiko langsung memerah karena Konan langsung memeluknya. Apalagi wanita itu menangis. Ia menatap Nagato yang juga berjalan menghampirinya.


‘’Nagato, kenapa kau terliha i—‘’


Sekali lagi ucapannya terpotong karena Nagato langsung memeluknya.


‘’A-Akh! Sesak!’’ seru Yahiko tapi kedua orang itu tidak melepaskan pelukan mereka.


‘’Uwa! Yahiko! Hiks, kau benar-benar hidup!’’ tangis Konan dan Nagato meledak.


‘’Kenapa kau tidak bilang kalau selama ini kau hidup?!’’ omel Konan.

__ADS_1


‘’Kau sungguh jahat tidak mengatakan apa pun atau menghampiri kami!’’ omel Nagato.


‘’Ha?! Kalian berdua yang tega meninggalkan diriku yang sekarat,’’ balas Yahiko.


‘’Aku tidak sempat membawa tubuhmu karena menyelamatkan Konan!’’ kata Nagato.


‘’Kami kira kau sudah mati!’’ isak Konan.


Shin menghampiri Naruto #1 sambil menyaksikan keributan itu. Mereka berdua hanya terkekeh melihat ketiga orang itu saling berdebat.


Tidak lama kemudian setelah mereka meluapkan rasa rindu, ketiga orang itu menatap Naruto #1.


‘’Naruto, arigatou, karena kau sudah menyelamatkan diriku,’’ kata Yahiko.


Konan menggengam tangan Naruto dengan kedua tangannya. ‘’Hontouni arigatou, hiks….’’


‘’Hei, kenapa pegang tangannya?! Berikan saja kepada Nagato. Biarkan dia yang memegang tangan Naruto,’’ kata Yahiko spontan menarik tangan Konan.


‘’Ah! Aku masih normal dattebayo,’’ kata Naruto #1 menarik tangannya dengan cepat.


Shin hanya tersenyum melihat kelakuan empat orang itu.


‘’Kami tidak tahu kalau selama ini Hanzo berniat menghabisi kita semua, jika saja kau tidak memberitahu kami,’’ kata Yahiko.


‘’Selama ini kau selalu mengawasi kami dan malah menuduhmu sebagai penghianat. Kami minta maaf,’’ kata Nagato.


‘’Jadi, apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang?’’ tanya Naruto #1.


Yahiko menatap kedua rekannya. ‘’Kami tidak bisa kembali lagi ke Amegakure lagi.’’

__ADS_1


‘’Kalau begitu, kenapa kalian tidak menetap di Desa Konoha saja? Mereka akan mengerti setelah mengetahui kalau kalian juga adalah murid Ero Sennin,’’ tanya Naruto #1.


‘’Setelah yang kami perbuat, kami tidak bisa,’’ kata Konan.


‘’Jiraiya sensei pasti akan kecewa jika mengetahui ini semua,’’ kata Nagato.


Naruto #1 tersenyum. ‘’Jangan khawatir. Aku akan mengatasi hal ini tanpa merugikan kedua belah pihak.’’


‘’Kami akan mengurus Hanzo,’’ kata Konan.


‘’Itu tidak perlu. Kita sudah tahu kalau dalang dibalik semua ini adalah ulah Hanzo dan Danzo. Kita tidak perlu membalas mereka,’’ kata Yahiko.


‘’Tapi?’’ tanya Konan.


Nagato mengangguk mengerti. ‘’Dia tidak akan mendengarkanmu.’’


Yahiko tersenyum. ‘’Arigatou. Naruto, kau juga pasti akan melakukan hal yang sama, kan?’’


‘’Mengenai Danzo? Jangan khawatir. Biarkan kedua orang itu melakukan sesuka hati mereka dulu,’’ kata Naruto #1.


Konan menghela nafas panjang. ‘’Kalian ini benar-benar….’’


‘’Lalu bagaimana dengan dirimu Naruto? Sepertinya kau akan kembali ke Konoha,’’ kata Yahiko.


Naruto #1 tersenyum sambil menatap langit. ‘’Tabun.’’


Trio Amegakure berdiri begitu juga dengan Naruto #1. Sosok berambut kuning dan orange itu saling bersalaman tangan.


‘’Kita akan bertemu lagi.’’

__ADS_1


‘’Tentu saja dattebayo!’’


__ADS_2