God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 32 Berdebat Terus


__ADS_3

‘’Oee Naruto! Jangan langsung melempar sembarangan! Bagaimana kalau di balik semak itu adalah manusia?’’ omel Obito.


‘’Apa?! Apakah kau menunggu diserang terlebih dahulu baru mau melawan dattebayo?’’ balas Naruto mengomel.


‘’Kalian berdua tenanglah, jangan ribut,’’ kata Rin.


‘’Kedua orang bodoh ini melakukan perannya sebagai umpan begitu sempurna,’’ kata Kakashi.


Aku setuju dengan anak maniak masker itu.


‘’Nani?!’’ seru Naruto yang menatap ke arah perutnya, sedangkan Obito menatap ke arah Kakashi.


Srek! Srek!


Mereka kembali menatap ke arah semak sambil berjaga-jaga. Begitu lama mereka menatap semak itu, sambil menunggu penyerangan.


‘’Meong!’’


Kempat anak itu kembali seperti biasa karena yang muncul dari semak hanya seekor kucing.


‘’Lihat! Kau hampir membunuh kucing itu, dasar,’’ omel Obito.


‘’Aku tidak kalau itu adalah kucing,’’ kata Naruto tanpa merasa bersalah.


Setelah mengelilingi desa tersebut, tidak ada satu pun hal aneh yang mereka dapatkan.


‘’Sepertinya semua penduduk di sini telah dievakuasi,’’ kata Rin.


‘’Kalau begitu, kenapa Yondaime-sama mengutus kita ke desa yang sudah tidak berpenghuni?’’ tanya Obito.

__ADS_1


‘’Misi kita adalah menangkap sosok yang melakukan penyerangan di sekitar desa ini. Apakah kau menunggu sosok itu menyerang Desa Konoha, baru membuatmu ingin menangkapnya? Dattebayo,’’ kata Naruto.


Akhirnya keempat anak itu berjaga hingga malam di atas pohon, menunggu sosok misterius yang sering melakukan penyerangan.


‘’Sama sekali tidak ada yang mencurigakan,’’ kata Obito.


‘’Apa yang kau katakan? Justru itu kita tidak boleh lengah. Bagaimana kalau sosok misterius itu menunggu kita lengah lalu menyerang kita?’’ tanya Naruto.


Obito tersenyum remeh. ‘’Jangan khawatir, Uchiha Obito-sama pengguna sharingan di sini akan melindungi kalian semua.’’


‘’Kau segitunya membanggakan satu sharingan-mu itu,’’ kata Naruto dengan wajah bodohnya.


‘’Oee! Satu sharingan lainnya ada di sana!’’ kata Obito menunjuk Kakashi yang membuang wajah.


‘’Kalian berdua ini, jangan ribut. Sosok itu bisa mendengarkan kita,’’ bisik Rin.


Naruto dan Obito yang mendengar itu tentu saja semakin kesal ke arah Kakahsi. Rin hanya menghela nafas panjang melihat keributan tersebut.


......................


Kediaman Minato & Kushina


Seperti biasa Kushina menyiapkan makan malam. Minato hanya tersenyum melihat wanita itu.


‘’Haa,’’ kata Kushina menghela nafas.


‘’Ada apa? Kau terlihat memikirkan sesuatu?’’ tanya Minato.


‘’Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Naruto dan yang lainnya akan pergi begitu lama? Seharusnya aku membuat bekal untuk mereka. Entah apa yang Naruto lakukan sekarang. Apakah dia sudah makan atau mandi? Haa, kapan Naruto pulang, ya? Keadaan di rumah jadi berbeda karena tidak ada Naruto dattebane,’’ kata Kushina mengeluh.

__ADS_1


Minato yang melihatnya hanya tersenyum kaku. ‘’A-Ahaha, ini baru setengah hari sejak mereka pergi. Naruto seperti pergi bertahun-tahun saja.’’


Bugh!


Kushina memukul meja dengan alis berkerut. ‘’Itu karena aku kira dia hanya melaksanakan misi sebentar dan akan pulang. Tapi, ternyata kau mengutusnya bersama anak regu timmu ke sebuah desa. Memangnya apa yang terjadi di desa itu? Kenapa tidak mengutus ninja yang lain saja?’’


‘’Ini semua juga demi Naruto, jadi tenang dan jangan khawatir. Aku sudah memberitahumu soal kemampuan Naruto, kan? Dia pasti menyelesaikan misi ini dengan cepat dan akan pulang besok,’’ kata Minato.


‘’Benarkah? Naruto akan pulang besok dattebane?’’ tanya Kushina.


Minato mengangguk sambil tersenyum, membuat Kushina menghela nafas dan juga tersenyum. Keduanya pun makan malam.


......................


Pada akhirnya, tidak ada yang terjadi. Keempat anak itu terbangun saat sinar matahari mengenai wajah mereka.


‘’Aneh, tidak ada penyerangan sama sekali,’’ kata Naruto.


‘’Sejak tiba kemarin, keadaan di sini begitu tenang. Apakah mungkin sosok penyerang itu menuju ke desa lainnya dan menyebabkan kekacauan?’’ pikir Kakashi.


‘’Tapi, bagaimana kalau sebenarnya sosok penyerang itu masih ada di sini?’’ tanya Rin.


Obito mengerutkan dahi. ‘’Kalau itu memang benar, lalu kenapa dia tidak menampakkan dirinya?’’


‘’Itu mungkin karena kita sedang diawasi.’’


Deg!


Ketiga anak itu bersamaan menatap Naruto dan juga berpikiran yang sama.

__ADS_1


__ADS_2