
Shisui? Itachi? Arah jam empat, kalian berdua harus menuju ke sisi desa yang aku sebutkan tadi. Ini adalah perintah Yondaime Hokage.
Fugaku yang mendengar itu langsung memberi izin kepada kedua laki-laki itu. Tanpa membuang waktu, Itachi dan Shisui bergegas.
......................
Para Genin kewalahan sambil menangkis kertas yang menyerang mereka.
‘’Dari mana kertas sebanyak ini?’’ tanya Hinata.
‘’Pengguna kertas, aku hanya tahu satu orang, bukankah dia gadis yang merupakan salah satu anggota Tim Jiraiya?’’ tanya Sakura.
Badai kertas itu perlahan berhenti dengan menampilkan sosok wanita.
‘’Sudah kuduga. Tidak ada yang bisa menggunakan jutsu kertas sebaik dirimu, Konan,’’ kata Shikamaru.
‘’E-Eh? Dia yang waktu itu. Tunggu, apakah ini adalah ulahmu?’’ tanya Ino.
‘’Kau bilang kita ini kawan, kenapa kau menghianati kepercayaan ka—‘’
‘’Kalianlah yang menghianati kami. Jadi berhentilah bersikap seolah-olah kalian adalah korbannya,’’ kata Konan memotong ucapan Choji.
Shikamaru mengerutkan dahi. ‘’Sejak tadi kami mendengar kalimat yang sama dari pria bertindik tadi. Memangnya apa yang kami lakukan sampai menghianati kalian?’’
Konan yang melayang di udara dengan sayap kertas membentuk sayap malaikat hanya memicingkan mata. ‘’Pendosa tidak pantas mempertanyakan kesalahan mereka.’’
Dalam sekejap para Genin itu terperangkap oleh ribuan kertas yang menyelimuti tubuh mereka.
Jigokudou Pain dan Konan hendak menghabisi mereka secara bersamaan. ‘’Shine(Matilah).’’
Shin! Shin!
__ADS_1
Shishui berhasil mencegah Jigokudou Pain, sedangkan Konan dihentikan oleh Itachi. Naruto dan Sasuke terbatuk sambil memegang leher mereka.
Jigokudou Pain menatap Shishui, begitu juga dengan Itachi dan Konan. Mereka terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya terlibat pertarungan.
Itachi dan Shishui memejamkan mata sejenak hingga mereka berdua bersamaan membuka mata yang sudah mengaktifkan sharingan.
Masing-masing dari mereka melakukan pertarungan. Melihat ada kesempatan untuk lari, Naruto dan Sasuke menghampiri para Genin.
‘’Minna!’’ seru Naruto.
‘’Naruto? Sasuke?’’ tanya Shikamaru.
‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Sasuke.
‘’Konan menyelimuti tubuh kami dengan kertas dan hendak menghabisi kami semua, tapi Itachi-kun datang menolong kami,’’ jawab Sakura.
‘’Kertas-kertas ini langsung terjatuh. Sepertinya dia belum sempat karena Itachi-san langsung menyerangnya,’’ kata Rock Lee.
‘’Bagaimana dengan kalian berdua?’’ tanya Kiba.
Kedua belas anak itu kembali bangkit dan menyaksikan pertarungan keempat orang tadi.
‘’Zanzo Bunshin,’’ kata Shisui.
‘’Berbeda dengan bunshin yang sering kita gunakan, bunshin milik Shisui-san lebih di atas karena efek dari kemampuannya dalam menguasai Shunshin Jutsu,’’ kata Neji.
‘’Berkat pergerakannya yang cepat, Shisui-san menciptakan bayangan dirinya sendiri, lalu seakan bisa bergerak dari segala macam lokasi berbeda,’’ kata Shino.
‘’Hal ini karena memang kecepatan gerakannya yang luar biasa, sehingga sulit ditebak bayangan mana yang membantunya menyerang,’’ kata Tenten.
‘’Padahal itu adalah Shisui-san sendiri yang bergerak kilat. Kya~ dia sangat keren,’’ kata Ino.
Hinata melirik Naruto sesekali saling membenturkan jari telunjuknya. ‘’Kurasa yang lebih keren itu Naruto-kun.’’
__ADS_1
‘’Mm? Kau mengatakan sesuatu Hinata?’’ tanya Kiba.
‘’Ti-Tidak,’’ kata Hinata dengan wajah memerah.
Mereka menatap pertarungan Itachi dan Konan yang sepertinya terlihat setara. Semua menatap Konan yang melayang di udara.
‘’Wah, dia seperti Malaikat saja,’’ kata Naruto.
Konan mengibas sayapnya dan menyerang Itachi yang berada di bawah. Itachi melakukan segel tangan.
‘’Katon : Goukakyou no Jutsu!’’ seru Itachi.
Ratusan kertas dari atas saling membentur dengan serangan bola api dari bawah. Sasuke yang melihat daya serangan dari kakaknya hanya memicingkan mata.
Namun, Konan langsung membelah menjadi ribuan kertas sambil Itachi menatap kertas itu satu persatu dengan mata sharingan-nya.
‘’Dia pengguna kertas terbaik dan sangat sulit dikalahkan,’’ kata Shino.
‘’Tidak apa-apa. Malahan ini semakin menarik karena Konan bertemu dengan orang yang sama seperti dirinya,’’ kata Shikamaru.
‘’Apa maksudmu sama dengan dirinya?’’ tanya Choji.
Shikamaru memberi kode untuk melihat Itachi yang masih dalam posisinya. Saat itu juga serangan tiba-tiba muncul dari atas mengenai Itachi.
‘’Oh tidak! Itachi-kun,’’ kata Sakura.
Namun, tubuh Itachi langsung membelah menjadi puluhan burung gagak dengan tubuh yang aslinya berada di atas atap.
‘’Ketemu,’’ kata Itachi sambil melemparkan kunai yang ditempelkan bom.
Konan muncul dari genangan air yang merupakan kelemahannya. Tapi tidak disangka, Itachi malah menemukan dirinya. Kedua orang itu saling bertatapan dengan ribuan kertas dan gagak yang saling membaur.
‘’Karasu Bunshin no Jutsu. Hanya dia satu-satunya yang bisa melakukan jutsu itu, dengan membelah dirinya menjadi gagak,’’ kata Shikamaru.
__ADS_1
‘’Sekarang aku mengerti dengan ucapanmu barusan,’’ kata Choji.
‘’Shunsin no Shisui(Shisui Si Teleporter) dan Uchiha no Tensai(Si Jenius Uchiha)," kata Shikamaru.