God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 230 3 Gerbang


__ADS_3

Asuma yang menggunakan pedang chakra terlibat pertarungan dengan Kakashi. Meski itu bukan jutsu, ia mengalirkan chakra ke pedang dan mengendalikannya.


Shin!


Kakashi berhasil menangkis pedang chakra tadi dengan kunai-nya. Ia memuji Asuma yang memang layak dikenal sebagai petarung jarak dekat terutama pedang chakra miliknya. Tidak lama kemudian, serangan kelopak bunga langsung mengelilinginya bersamaan hilangnya Asuma.


Dengan mata sharingan, Kakashi sudah mengetahui kalau kelopak tersebut adalah milik Kurenai. Ia hanya berjaga-jaga hingga Kurenai muncul menyerangnya. Tapi, ia berhasil membalasnya meskipun serangan beruntun dari Guy menyusul.


‘’Inilah masa muda yang patut dicontoh. Aku telah menantikan pertarungan kita, ore no raibaru!’’ kata Guy.


Begitu Kakashi mendarat, ia melakukan segel tangan sehingga elemen listrik muncul. Ia menatap ketiga Jounin yang sama seriusnya, lalu menghampiri mereka.


......................


Gerbang Pertama



Para Genin yang dipimpin oleh Shikamaru melompati dahan-dahan pohon saat melihat Obito dan Naruto #2 dari jauh. Namun mereka terhenti saat muncul sesuatu dari tanah yang menjulang ke atas layaknya sebuah bor.


‘’Ck! Kenapa hari ini begitu ada banyak orang yang berdatangan? Pertama, pria berambut kuning itu, sekarang kalian,’’ kata Ichi.


Mendengar ucapan anak tadi membuat mereka langsung mengerti, kalau pria berambut kuning yang dimaksudnya itu pasti adalah Naruto #1.


‘’Tapi, aku tidak akan membiarkan kalian melewati gerbang ini sama seperti pria itu tadi,’’ kata Ichi.


Ia menggigit ibu jarinya dan langsung memukul batang pohon di sampingnya. ‘’Kuchiyose : Soutouja!’’



‘’Dakoumou!’’ seru Ichi.

__ADS_1



Obito langsung melakukan segel tangan. ‘’Katon : Goukakyuu no Jutsu!’’


Setelah ada celah, ia dan Naruto #2 langsung kabur. Shikamaru yang melihatnya hanya berdecih, dan langsung memerintahkan satu tim untuk mengatasi Ichi. Dan Neji mengambil alih bersama dua rekan timnya. Namun, ular chakra langsung membentuk jaring untuk mengikat mereka semua, membuat Tenten membuka gulungan besar.


......................


Gerbang Kedua



Naruto #2 yang menoleh hanya terbelalak karena melihat Shikamaru dan yang lainnya menyusul. ‘’Mereka benar-benar keras kepala dattebayo.’’


‘’Berhenti di sana!’’


Obito dan yang lainnya mendongakkan kepala melihat seorang anak perempuan di atas.


Begitu mendengar kata pengguna katak, tidak diragukan lagi kalau Naruto #1 memang benar-benar datang ke tempat tersebut.


‘’Kebetulan sekali, binatang kesayanganku menjadi bosan karena katak menjijikkan itu tiba-tiba menghilang. Habisi mereka!’’ perintah Ni.


Dua anjing yang telah dimodifikasi dengan proyektil kabel di punggung, langsung melompat ke arah Obito dan Naruto #2.


‘’Sashiki no Jutsu!’’ seru Obito mengeluarkan akar-akar kayu dari tangannya untuk memotong dan menumbuhkannya di tubuh hewan tadi.


Sedangkan Naruto #2 menggunakan rasengan untuk menghancurkan pintu. ‘’Obito Nii-chan!’’


Kiba, Hinata #2 dan Shino langsung mendarat begitu Ni hendak mengejar kedua orang tadi. Shikamaru dan yang lainnya menyerahkan bagian ini kepada mereka, dan menyusul Obito dan Naruto #2.


‘’Kebetulan sekali, di tim kita juga memiliki binatang spesialis,’’ kata Shino.

__ADS_1


......................


Gerbang Ketiga



Obito dan Naruto #2 menoleh ke belakang dan tidak melihat siapapun. Mereka akhirnya lega karena tidak ada lagi yang mengejar. Namun, keduanya langsung terhenti saat Sasuke dan Sakura sudah menghadang mereka lebih dulu.


‘’Ikagen ni shiro Naruto! Musuh-musuh terus bermunculan menyerang kita, itu membuktikan bahwa orang itu sangatlah penting,’’ kata Shikamaru.


‘’Mereka tidak berusaha menyerang, tapi hanya berusaha mencegah dattebayo!’’ kata Naruto #2.


‘’Itu sama saja bodoh,’’ kata Sasuke.


‘’Dugaannya benar seperti biasa, jadi kita harus membiarkan dia mengikuti apa yang sudah direncanakannya,’’ kata Shikamaru.


‘’Apanya yang dibilang rencana jika dia hendak mengorbankan nyawanya seorang diri?’’ tanya Obito.


‘’Beraninya kalian memasuki wilayah ini! Aku sudah sangat marah karena pria berambut nanas itu, dan sekarang kalian bermunculan,’’ kata San.


Puluhan bulu yang ditembakkan menancap ke tanah. Begitu melihat bulu tadi bercahaya membuat Shikamaru menyadari sesuatu.


‘’Cepat menghindar!’’


Semuanya berlari sambil San menembakkan bulu ke tanah. Cukup lama mereka berlarian untuk menghindar, sampai akhirnya sebuah bom cahaya dari atas diluncurkan.


‘’Obito Sensei! Nigou! Naiklah!’’


‘’Sai?’’ tatap Naruto #2.


Tanpa membuang waktu, kedua orang yang dipanggil tadi langsung melompat ke atas burung chakra.

__ADS_1


__ADS_2