
Setelah menghabiskan bekal, Naruto #2 berterima kasih. Namun, langit tiba-tiba menjadi gelap, dan hujan pun turun. Kedua anak itu langsung bergegas mencari tempat berteduh.
‘’Aa~ kenapa tiba-tiba hujan? Padahal beberapa menit yang lalu masih cerah,’’ kata Naruto #2.
‘’Benar,’’ kata Hinata #2.
Kedua anak itu hanya diam tanpa ada yang bicara. Sesekali Naruto #2 melirik ke arah gadis di sampingnya dan kembali menatap langit.
‘’Bagaimana dengan dirimu?’’ tanya Naruto #2 tiba-tiba.
Hinata #2 menatapnya dengan wajah bingung, membuat Naruto #2 menghela nafas.
‘’Semua orang memanggilku dengan sebutan Nigou. Kau juga dipanggil seperti itu karena mirip dengan Hinata nee-chan. Apakah kau tidak merasa risih sama sekali?’’ tanya Naruto #2.
Gadis bermata putih bening itu akhirnya mengerti dengan maksud ucapan Naruto #2. Ia terdiam hingga akhirnya terbentuk senyuman tipis. ‘’Memang ada rasa risih sedikit karena orang-orang malah memanggil kita seperti itu.’’
‘’Benar, kan? Aku tahu kau juga pasti merasa seperti itu, meskipun tidak kau memperlihatkannya dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Tapi, aku lebih merasa termotivasi kepada wanita yang memiliki nama yang sama denganku,’’ kata Hinata #2.
‘’Ha? Kenapa begitu?’’ tanya Naruto #2.
Hinata #2 kembali tersenyum. ‘’Ayah pernah menceritakan wanita itu saat aku masih kecil. Waktu itu Yondaime-sama membawanya ke rumah. Tapi, itu bukan kunjungan biasa. Setelah kunjungan itu, ayah sangat mengagumnya. Kita melihatnya sendiri, pencapaian kemampuan wanita itu sampai sekarang.’’
‘’Hm, Hinata … Bisakah kau menjelaskannya lebih singkat agar aku mengerti?’’ tanya Naruto #2.
__ADS_1
‘’A-Aha, maaf Naruto-kun. Singkatnya, di masa depan aku berharap bisa sehebat wanita itu agar semua orang mengagumiku karena kami memiliki nama dan wujud yang sama,’’ kata Hinata #2.
Naruto #2 terdiam dan tidak mengajukan pertanyaan lagi. Ia hanya menatap ke langit dengan wajah dan tatapan datar.
......................
Kediaman Minato & Kushina
‘’Tadaima,’’ kata Naruto #2.
‘’Okaeri. Eh? Chotto? Kenapa kau tidak menunggu hujan reda dan baru pulang? Cepat ganti baju sebelum kau masuk angin dattebane,’’ kata Kushina.
Tidak ada kejadian spesial, hanya makan malam seperti biasa, bersih-bersih lalu istirahat. Kemudian bangun di pagi hari untuk sarapan, dan menjalani rutinitas.
‘’Peniru? Ahaha, Naruto … Kau tidak boleh berkata seperti itu kepada orang dewasa! Kalian berdua memiliki kemiripan yang sama. Bayangkan kau diposisinya dan seseorang memanggilmu peniru. Jadi, jangan lakukan itu lain dattebane!’’ tegur Kushina.
Naruto #2 mengembungkan kedua pipi. ‘’Baiklah. Tapi mereka berdua ke mana? Ayah juga tidak ada.’’
‘’Mereka bertiga sudah sarapan lebih dulu dan sekarang menuju ke kantor Hokage. Minato bilang ada misi yang harus mereka selesaikan bersama Obito dan yang lainnya,’’ kata Kushina.
‘’Obito nii-chan? Apakah masalahnya begitu serius sampai mereka pergi sepagi ini?’’ tanya Naruto #2.
Kushina memejamkan mata. ‘’Masalahnya memang sangat serius, karena ini ada kaitannya dengan Itachi-san.’’
‘’Itachi-san? Ada apa dengan Itachi-san?’’ tanya Naruto #2.
__ADS_1
‘’Beberapa hari yang lalu, Itachi-san diutus menjalankan misi. Tapi, dia menghilang sampai sekarang,’’ kata Kushina membuat Naruto #2 terbelalak.
‘’Kemarin malam, Minato mendapatkan pesan dari seseorang kalau Itachi-san sedang diburu karena telah melenyapkan Daimyo Pemimpin Negeri Salju 10 tahun yang lalu. Jadi, Minato sedang mengutus timnya untuk menyelidiki hal ini, sekaligus mencari keberadaan Itachi,’’ kata Kushina.
‘’Itachi-san tidak mungkin melakukan hal itu. Kasusnya terjadi 10 tahun yang lalu, kenapa tuduhan baru muncul sekarang?’’ tanya Naruto #2.
Kushina menghela nafas panjang. ‘’Mereka sudah mencari tahu soal masalah ini dan ada yang menyebut Itachi sebagai pelakunya. Itulah karena kasus ini kembali diangkat. Minato sedang menyelidikinya karena Itachi-san juga menghilang beberapa minggu yang lalu. Haa, kira-kira bagaimana kondisi keluarga Fugaku-san saat ini, ya?’’
Sasuke, kata Naruto #2 dalam hati dengan wajah serius.
‘’Oh iya. Minato juga menyuruhku untuk memberitahumu. Setelah selesai bersiap, kau harus segera menghadap karena ada misi yang menunggu,’’ kata Kushina.
......................
Meja Penugasan Misi
‘’Mengawal seorang aktris pemeran Putri Fuun, Fujikaze Yukie?’’ tanya Naruto #2 yang menatap beberapa foto di meja.
Minato membenarkan ucapan anak itu. Setelah memberitahu semuanya secara detail, Kakashi membungkuk sebelum pergi.
‘’Tunggu! Touchan, aku dengar Itachi-san saat ini menghi—‘’
‘’Naruto? Ini bukan saatnya untuk membahas hal itu. Sebaiknya kau dan yang lainnya fokus terhadap misi yang aku berikan. Kau mengerti?’’ tanya Minato.
Sasuke berdecih dan berjalan duluan lebih dulu sambil Kakashi dan Sakura menyusul.
__ADS_1