God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 7 Jalan Ninja Obito


__ADS_3

‘’Masalahnya adalah jika musuh mengetahui strategi kita. Jika mereka tahu, mereka akan meningkatkan pengamanan pada jembatannya. Itu akan membuat misi kita bertambah sulit,’’ kata Kakashi.


‘’Kau menebak keselamatan Rin menurut dengan dugaan saja. Bagaimana jika orang yang barusan tidak memperlakukannya dengan baik? Saat ini, menyelamatkan Rin lebih baik daripada misi itu!’’ kata Obito.


‘’Seorang shinobi harus mengorbankan temannya untuk melaksanakan sebuah misi. Itu adalah peraturannya. Jika misi ini gagal, kemungkinan perang akan diperpanjang, dan bertambah banyak nyawa akan dikorbankan,’’ kata Kakashi.


‘’Itu adalah dugaan! Demi hal seperti itu, kau rela menelantarkan temanmu yang telah melewati hidup bersamamu?! Saat kau dan aku terluka, Rin menyelamatkan kita dengan Jurus Ninja Medis. Jika dia tidak ada, mungkin kita telah mati!’’ marah Obito.


Kakashi terdiam untuk sesaat. ‘’Itu adalah tugas Rin.’’


Bugh!


Obito spontan meninju wajah Kakashi. ‘’Aku tidak menyukaimu!’’


‘’Aku tidak peduli. Akulah kaptennya. Kau harus mematuhiku. Bagaimanapun, untuk mempertahankan kebersamaan tim, satu orang memberikan perintah. Itulah sebabnya kita punya peraturan yang menyatakan anggota harus mematuhi kapten tim. Obito, kau itu lemah. Itulah sebabnya aku yang dipilih sebagai kapten,’’ kata Kakashi.


Srik!


__ADS_1


Obito menarik tali di pakaian Kakashi dengan wajah kesal. ‘’Lalu kenapa kau tidak ingin menyelamatkan Rin?! Sebagai kapten, kau cukup kuat untuk menyelamatkan temanmu, kan?!’’


‘’Jika kau terbawa emosi dan menggagalkan misi, kau akan menyesalinya nanti. Itulah sebabnya kitab perilaku kita melarang perasaan emosi seperti apa pun. Kau seharusnya tahu,’’ kata Kakashi.


Obito meringis kesal. ‘’Rin … Rin telah mempedulikan kesehatanmu. Itulah sebabnya dia memberimu kotak pengobatan itu. Dia bahkan menjahit jimat pelindung di dalamnya! Kotak pengobatan dan jurus pengobatan merupakan sistem yang bagus untuk meningkatkan keberhasilan misi kita.’’


‘’Kemarin aku bilang padamu, kan? Mendapatkan sesuatu yang tidak berguna hanya akan mengganggu,’’ kata Kakashi.


‘’Sesuatu yang tidak berguna?’’ tanya Obito.


Kakashi hanya mengangguk, sedangkan Naruto yang memantau hanya menghela nafas.


Apakah kau sedang curhat?


Naruto langsung memasang wajah kusut karena Kurama tidak bisa diajak bicara. Mereka kembali melihat Kakashi dan Obito yang tidak berhenti berdebat.


‘’Untuk melaksanakan misinya, seorang shinobi perlu peralatan yang berguna. Sesuatu seperti emosi tidaklah berguna,’’ kata Kakashi.


Tangan Obito semakin menarik tali baju Kakashi dengan cengkeraman kuat sambil menggertak gigi. ‘’Apa kau serius?!’’

__ADS_1


Kakashi hanya diam dengan wajah datarnya membuat Obito semakin menggertak gigi.


‘’Apa kau serius mempercayai itu?!” seru Obito.


Kakashi membuang muka sambil mengingat sosok ayahnya. Ia kembali menatap Obito. ‘’Ya, aku serius.’’


‘’Lupakan, kau dan aku sudah seperti air dan minyak mulai dari awal. Aku akan menyelamatkan Rin! Kau tidak mengerti apa pun! Terutama jika kau melanggar peraturan,’’ kata Obito berjalan pergi.


Obito terhenti dari langkah kakinya tanpa merubah posisi. ‘’Aku percaya Shiroi Kiba adalah pahlawan sejati.’’


Deg!


Kakashi tersentak bersamaan angin menerpa mereka berdua.


‘’Di dalam dunia ninja, shinobi yang melanggar aturan memang dianggap sampah. Tapi….’’



Obito dalam posisi membelakangi, menolehkan sedikit kepalanya ke belakang. ‘’Shinobi yang meninggalkan sahabat mereka ... maka dianggap lebih rendah dari sampah!’’

__ADS_1


__ADS_2