
Deg!
Jiraiya tersentak karena melihat kondisi di sekitar. ‘’A-Apa yang terjadi di sini?’’
‘’Yahiko! Konan! Nagato!’’ teriak Jiraiya mencari keberadaan ketiga anak itu.
Namun, ia tidak melihat mereka, membuatnya mulai cemas sambil menatap kembali ke sekitar.
‘’Rumah dalam kondisi setengah hancur, sepertinya terjadi pertarungan di sini sebelum aku tiba.’’
Tangan Jiraiya mengepal. ‘’Siapa yang tega melakukan hal seperti ini dan menyerang anak seperti mereka? Haa, saat ini mereka ada di mana?’’
Saat memasuki rumah, pandangan Jiraiya teralihkan kepada sesuatu. Ia menatap ke arah tiga papan kartu yang menampilkan gambar kepala katak.
Flashback on
‘’Yang sebelah kanan itu Konan. Yang di tengah adalah Yahiko, dan Nagato di sebelah kiri,’’ kata Jiraiya.
‘’Nanda sore(apa itu)?’’ tanya Yahiko mengerutkan alis.
__ADS_1
‘’Permainan membalik papan nama,’’ jawab Jiraiya.
‘’Membalikkan papan nama?’’ tanya Yahiko sekali lagi.
Jiraiya mengangguk. ‘’Bagian depan berwarna merah, dan bagian bagian belakang bewarna putih dengan gambar kepala katak. Dan kalian akan membalik papan namanya seperti ini.
Namun, ketiga anak itu hanya menatapnya dengan raut wajah bodoh.
‘’Hem! Pokoknya, ketika kita berada di tempat persembunyian, papan nama menunjukkan warna merah. Ketika kita akan keluar, balik ke sisi putih kemudian berangkat. Selanjutnya, gambar kepala katak ini merupakan sinyal bahwa kau akan segera kembali,’’ kata Jiraiya berlagak keren.
‘’Tapi, kenapa kita perlu melakukan hal itu?’’ tanya Konan.
‘’Area ini masih belum stabil. Kita tidak tahu kapan akan menjadi target. Kita akan mudah di serang jika berada di sini. Semakin mereka mengetahui keberadaan kita di sini, semakin besar kemungkinan di serang,’’ jawab Jiraiya.
‘’Jadi, jika papan nama berwarna merah, tapi tidak ada orang di tempat persembunyian, itu berarti musuh telah menculik mereka. Lalu, jika mereka di sini dan warnanya putih, mungkin berarti musuh yang menyamar. Dengan begini, kita bisa segera mengetahui hal-hal seperti itu?’’ tanya Konan.
Jiraiya membetulkan sambil menatap Yahiko dengan senyuman meledek. ‘’Kau sangat pintar Konan, tidak seperti Yahiko."
__ADS_1
‘’Aku juga sudah mengerti!’’ kata Yahiko tidak mau kalah.
‘’Baiklah, ini akan menjadi kode rahasia antara kita berempat,’’ kata Jiraiya.
Flashback off
Pandangan Jiraiya kembali ke arah lantai papan di sampingnya.
......................
Di sisi lain, keempat anak itu tiba di tepi sungai yang menjadi ujung jalan pintas dari tempat persembunyian mereka.
Yahiko menoleh dan melihat tempat persembunyian mereka. ‘’Ruang rahasia ini sangat berguna pada akhirnya.’’
Daripada melewati jalan yang tadi, ruang rahasia ini lebih baik dattebayo. Aku yakin, Yamato sensei tidak akan menyerah semudah itu. Jika kita memilih tinggal di tempat persembunyian, Yamato sensei pasti akan menyerang kembali, kata Naruto dalam hati.
Tanpa membuang waktu lagi, keempat anak itu bergegas pergi. Sedangkan Jiraiya yang berada di tempat persembunyian anak itu hanya berjalan pergi, setelah mengetahui Yahiko dan yang lainnya menggunakan ruang rahasia tersebut untuk melarikan diri.
‘’Aku tidak bisa memasuki Desa Amegakure dengan sembarangan. Tapi, aku akan mempercayakan anak itu kepada Nagato, Konan dan Yahiko,’’ kata Jiraiya.
__ADS_1
Langkahnya terhenti lalu kembali menoleh ke belakang. ‘’Semoga mereka baik-baik saja. Selain itu, aku masih penasaran siapa yang sudah menyerang sampai separah itu?’’