
Naruto #2 dan yang lainnya hanya menunggu di dalam kamar seperti biasa. Mereka menoleh saat pintu terbuka, menampilkan sosok Naruto #1. Sosok itu duduk dan bergabung di antara-antara para Genin.
‘’Bisakah aku bertanya kepada kalian?’’ tanya Naruto #1.
‘’Jangan sungkan untuk bertanya,’’ kata Neji.
Naruto #1 menatap kelima anak itu satu persatu. ‘’Selama beberapa hari di sini, apakah kalian tidak menemukan hal yang aneh?’’
‘’Hal aneh? Seperti apa Naruto Ichigou-san?’’ tanya Rock Lee.
Wajah bodoh dengan senyuman kaku, langsung terpancar dari Naruto #1, mendengar ucapan anak pengguna taijutsu itu. Tidak lama kemudian, ia kembali memasang wajah serius. ‘’Seperti ... Bertemu dengan seseorang yang memiliki batas chakra.’’
Mendengar kalimat terakhir Naruto #1, membuat kelima anak itu langsung terbelalak.
‘’Bagaimana kau bisa tahu kami bertemu dengan mereka?’’ tanya Naruto #2 langsung.
‘’Jadi kalian memang bertemu dengan mereka? Di mana?’’ tanya Naruto #1.
‘’Sakura-chan mengatakan kepada kita, kalau dia melihat Tuan Yomi berjalan masuk ke hutan. Jadi kami mengikutinya. Tapi di tengah perjalanan, kami diserang oleh empat anak itu,’’ jawab Rock Lee.
__ADS_1
‘’Tapi, saat menyusuri hutan, kami tidak bisa menemukan keberadaan Tuan Yomi, sampai akhirnya keempat anak itu muncul untuk menyerang. Bukankah sangat aneh dengan kemunculan mereka yang tiba-tiba?’’ tanya Neji.
‘’Mereka tidak muncul bukan karena tanpa sengaja. Mereka memang muncul untuk menyerang kalian,’’ kata Naruto #1.
‘’Kenapa mereka harus menyerang kami?’’ tanya Sasuke.
Naruto #1 memberitahu mereka kalau keempat anak itu adalah bawahan tuan Yomi. Meskipun ini bukan waktunya untuk memberitahu mereka, tapi ia harus mengatakan yang sebenarnya, agar misi ini bisa berhasil.
Kelima anak itu kembali terkejut karena Naruto #1 mengetahui semua yang tidak mereka ketahui.
‘’Malam ini, aku ingin kalian berjaga di sekitar kamar Putri Shion, karena aku ada urusan penting yang harus diselesaikan,’’ kata Naruto #1.
Naruto #1 tersenyum sambil mengelus pucuk kepala anak itu. ‘’Jika aku menghilang dari hadapan kalian, kau harus mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkan Putri Shion.’’
Kelima anak itu langsung terdiam dengan wajah terbelalak, terutama Naruto #2. Tidak lama kemudian, Naruto #1 berdiri dan berjalan keluar, sambil menyemangati mereka.
‘’Melihat cara bicara Naruto Ichigou-san, apakah ramalan kematian itu benar-benar akan terjadi?’’ cemas Rock Lee.
‘’Apa maksudmu Alis Tebal? Ramalan itu tidak akan terjadi dattebayo. Kau lupa kalau dia sangat kuat? Hanya ayah dan kakek Sandaime yang setara dengannya,’’ kata Naruto #2.
__ADS_1
‘’Heh~ apakah ini berarti kau mencemaskan Naruto ichigou? Kupikir kau tidak menyukainya,’’ kata Sakura.
‘’Siapa yang mencemaskannya? Aku hanya tidak terima kalau dia tiada sebelum melihatku bertambah kuat dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Dia tidak ingin mengakuinya, kata Sasuke dalam hati.
......................
Kamar Putri Shion
Taruho menoleh dan melihat kedatangan Naruto #2 dan yang lainnya. ‘’Kalian? Untuk apa kemari?’’
‘’Kami diberi perintah untuk berjaga disekitar,’’ jawab Naruto #2.
‘’Berjaga? Tapi aku sudah ada di sini,’’ kata Taruho.
‘’Jangan khawatir. Kami tidak akan mengganggumu. Kami akan memantau dari jauh,’’ kata Rock Lee mengacukan jempol.
Melihat kelima anak itu hendak pergi, membuat Taruho menghentikan mereka. Ia meminta maaf atas perlakuan kasar Putri Shion, dan memberitahu mereka jika Putri Shion kesepian dan butuh teman. Hanya saja gadis itu tidak tahu menyampaikan maksudnya.
__ADS_1
‘’Nanda sore wa? Kalau ingin berteman, tinggal bilang saja dattebayo. Kami pasti akan membalasnya,’’ kata Naruto #2.