God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 43 Keputusan?


__ADS_3

Namun, karena mata Obito langsung sakit, ia dengan cepat menghindar.


Dak!


Kunai yang dilemparkan Kakashi tadi menancap di batang pohon.


‘’Kakashi, apa yang kau lakukan?’’ tanya Rin.


Obito yang meringis sambil memegang sebelah matanya, langsung menatap Kakashi. ‘’O-Oee! Kau ingin membunuhku?! Kenapa kau langsung melemparkan kunai secara tiba-tiba? Jika saja aku tidak menghindar, kunai itu sudah melukai mataku.’’


‘’Serangan tiba-tiba masih tidak mempan juga, ya?’’ tanya Kakashi.


‘’Dengarkan kalau seseorang sedang bicara baka!’’ omel Obito.


Naruto hanya tersenyum kaku, begitu juga dengan Rin.


......................


Malam hampir tiba setelah keempat anak itu selesai latihan habis-habisan. Kakashi dan Rin duduk di tanah sambil mengontrol nafasnya, begitu juga dengan Naruto dan Obito yang terkapar di tanah sambil mengontrol nafas.


‘’Haa, sudah cukup. Aku seperti tidak bisa bergerak lagi,’’ kata Obito.


‘’Kerja sama tim kita sudah ada sedikit peningkatan,’’ kata Rin.


‘’Syukurlah tidak ada misi hari ini, jadi kita bisa latihan seharian penuh,’’ kata Naruto.


‘’Kalau begitu, ayo pulang,’’ kata Kakashi.


Naruto dan Obito bangkit, begitu juga dengan Rin.


‘’Yosh! Latihan hari ini cukup. Kita akan melanjutkannya kalau tidak ada misi yang diberikan untuk kita,’’ kata Naruto.


Keempat anak itu pun berjalan bersama untuk pulang.


‘’Sepertinya aku harus belajar lagi untuk menguasai jurus yang baru dari klan Uchiha,’’ kata Obito.


‘’Um, bagaimana kalau kita ke perpustakaan besok. Di sana menyimpan jurus semua klan. Mungkin saja, kita akan menemukan sesuatu,’’ kata Rin.

__ADS_1


‘’Itu kalau tidak ada misi untuk besok,’’ kata Kakashi.


Ketiga anak itu kembali diam karena membenarkan ucapan Kakashi, hingga akhirnya mereka tiba di perempatan.


‘’Sampai jumpa besok, Naruto,’’ kata Obito.


Kakashi tenang seperti biasa, sedangkan Rin melambaikan tangan.


‘’Iya, sampai jumpa besok,’’ kata Naruto tersenyum sambil melambaikan tangan.


......................


Kediaman Minato dan Kushina


Ceklek!


‘’Tadaima,’’ kata Naruto.


Kushina menoleh lalu tersenyum. ‘’Okaeri Naruto.’’


‘’Jadi, bagaimana latihanmu hari ini?’’ tanya Kushina.


‘’Apakah kau tidak merasa lelah?’’ tanya Kushina.


Naruto tersenyum remeh. ‘’Tentu saja tidak. Aku ini kuat dattebayo, jadi latihan seperti ini tidak sebanding dengan latihanku selama ini,’’ jawab Naruto.


Kushina tersenyum. ‘’Kalau begitu, pergi bersihkan dirimu. Kau akan merasa segar.’’


‘’Iya,’’ jawab Naruto berjalan menuju ke arah kamar mandi.


Senyuman yang terukir di bibir Kushina langsung luntur setelah melihat kepergian Naruto. Minato yang mendengarnya, muncul dari balik pintu.


‘’Seperti yang dikatakan Naruto, latihan mereka tidak sebanding dengan latihannya selama ini. Itu berarti, dia memang mengalami kejadian sulit saat dia dijadikan eksperimen,’’ kata Minato.


‘’Tapi, Minato. Kita tidak bisa menyimpulkan kalau Naruto itu memang adalah seorang mata-mata,’’ kata Kushina.


‘’Aku juga berpikiran yang sama. Tapi, aku harus mengambil keputusan sebagai Hokage Keempat,’’ kata Minato yang sama sedihnya.

__ADS_1


‘’Jadi, setelah makan malam ini selesai, kau akan memberitahu Naruto?’’ tanya Kushina.


Minato mengangguk. ‘’Aku sudah membuat keputusan.’’


......................


Naruto muncul sambil menatap ke sekeliling. ‘’Aku seperti mendengar ada seseorang. Apakah ada yang datang?’’


‘’Ah, itu, aku sedang bicara dengan Minato dattebane,’’ senyum Kushina.


‘’Eh? Yondaime-sama sudah pulang?’’ tanya Naruto.


Kushina mengangguk. ‘’Ya, sebelum kau tiba di rumah, Minato sudah ada di sini lebih dulu.’’


Sekali lagi Naruto terbelalak. ‘’Benarkah? Wah, Yondaime-sama menyelesaikan urusannya dengan cepat. Tapi, itu hal yang bagus. Dengan begitu, kita bisa makan bersama secara rame-rame dattebayo.’’


‘’Benar,’’ senyum Kushina.


‘’Yosh! Kalau begitu, aku akan membantu Anda memasak,’’ kata Naruto.


Kushina terbelalak. ‘’E-Eh? Tapi, itu tidak perlu Naruto.


‘’Hihi, tidak apa-apa. Aku sangat senang hari ini karena Yondaime-sama pulang begitu cepat,’’ kata Naruto penuh semangat.


Kushina menoleh ke arah belakang dan melihat Minato berdiri tidak jauh memandanginya. Mereka berdua memasang raut wajah sendu melihat perasaan bersemangat dan senang dari Naruto.


‘’Kalau begitu, yoroshiku onegaishimasu(mohon kerja samanya),’’ senyum Kushina sambil mengingat sesuatu.


Flashback on


Ceklek!


‘’Minato? Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?’’ tanya Kushina.


‘’Ada yang harus aku ceritakan kepadamu,’’ jawab Minato.


Kushina mengerutkan dahi. ‘’Kepadaku? Memangnya apa?’’

__ADS_1


Minato terdiam untuk sesaat sambil menatap lantai, hingga akhirnya kembali menatap istrinya. ‘’Ini mengenai Naruto.’’


__ADS_2