God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 139 Kembali dari Kematian


__ADS_3

Sai menatap dua mayat yang baru saja dibawa, sambil Tsunade dan Shizune terisak di depan kedua mayat itu. ‘’Bukankah mereka yang waktu itu?’’


Mendengar ucapan Sai, membuat semua orang menoleh ke arahnya.


‘’Aku baru sadar setelah melihat anak ini. Siapa kau?’’ tanya ayah Shikamaru.


‘’Dia adalah Sai, dan dia datang menyelamatkan kami saat Pain yang menyerupai robot itu hampir menghabisi kami semua,’’ jawab Shikamaru.


‘’Sai?’’ tanya Iruka.


Sai tersenyum dengan maksud membenarkan.


‘’Tapi ini mencurigakan. Kenapa dia bisa tahu kalau desa ini diserang? Aku jadi curiga,’’ kata ayah Ino.


‘’Itu tidak perlu, karena aku datang bersama orang yang mirip dengan anak ini,’’ kata Sai mengkode ke arah Naruto #2.


Minato menatap Sai dengan raut wajah sedikit terbelalak.


‘’Tapi, apa maksudmu barusan? Kau seperti mengenali mereka berdua,’’ kata Asuma.


‘’Apakah mereka berdua adalah kenalan kedua wanita itu?’’ tanya Sai.


Asuma menatap ke arah Tsunade dan Shizune yang masih terisak. ‘’Mereka berdua bukan hanya sekedar kenalan wanita itu, tapi kedua orang itu adalah keluarganya. Lelaki itu adalah Dan Kato … Wanita berambut pendek adalah keponakannya dan yang berambut pirang itu adalah kekasihnya. Lalu anak laki-laki itu adalah adik dari wanita berambut pirang, Nawaki Senju.’’


Sai mengangguk mengerti. ‘’Aku tidak sengaja melihat sosok berambut panjang memegang kepala mereka berdua. Lalu keluar seperti roh yang ditarik hingga akhirnya kedua orang itu terjatuh.’’


‘’Apa?’’ tanya Tsunade yang mendengar hal tersebut.


‘’Berdasarkan informasi yang kita terima, itu pasti adalah Ningendou Pain yang memiliki kemampuan menarik jiwa seseorang melalui kepalanya,’’ kata ayah Ino.

__ADS_1


Tsunade berdiri dengan raut wajah yang sangat marah.


‘’Tidak ada gunanya mencari Ningendou Pain, karena Naruto sudah mengalahkan mereka semua,’’ kata Asuma.


‘’Kau tidak tahu kalau aku kehilangan dua orang yang sangat penting,’’ kata Tsunade.


‘’Aku juga kehilangan orang yang penting, yaitu ayahku. Bukan kau saja, tapi mereka semua juga kehilangan orang yang mereka sayangi,’’ kata Asuma.


Tsunade mengepalkan tangan dengan butiran air mata.


‘’Tapi dia dan Pain yang terakhir pergi ke mana?’’ tanya Guy.


Saat itu juga terlihat begitu banyak chakra yang berterbangan sambil memasuki tubuh para mayat shinobi.


‘’Apa ini?’’ tatap Kushina.


‘’A-Akh.’’


‘’Tsunade-sama!’’ pekik Shizune.


Deg!


Semua membulatkan mata melihat para shinobi yang tewas itu kembali hidup.


‘’Aku yakin kalau Sandaime-sama telah mati,’’ kata salah satu shinobi.


‘’A-Apa yang terjadi?’’ tanya Obito bangkit.


Kakashi juga ikut bangkit membuat Rin memeluk mereka berdua sambil menangis haru.

__ADS_1


Wajah Obito langsung memerah. ‘’R-Rin?’’


‘’Uwa! Kakek, kupikir kau meninggalkanku,’’ isak Konohamaru.


Iruka memeluk kedua orangtuanya sambil terisak.


Tsunade duduk sambil menatap kedua orang itu, dan langsung memeluk mereka. ‘’Dan! Nawaki!’’


‘’Tsunade? Kau menangis?’’ tanya Dan.


‘’Siapa yang tidak menangis saat melihat orang disayangi telah tiada!’’ seru Tsunade.


‘’Akh, setelah pria itu memegang kepalaku, aku tidak ingat apa pun,’’ kata Nawaki.


Minato dan yang lainnya terpaku dan membisu. Ya, tentu saja, kalau kau melihat orang yang sudah mati kembali hidup, pasti reaksi kalian tidak bisa diungkapkan.


Tsunade menarik pelukannya dan menyeka air matanya. ‘’Bagaimana ini mungkin?’’


‘’Tsunade-sama.’’


‘’Katsuyu?’’


‘’Sepertinya pengguna jurus ini melepaskan jutsu-nya,’’ kata Katsuyu.


Semua memasang wajah bingung mendengar ucapan siput itu. ‘’Melepaskan jurus?’’


‘’Un(Iya). Aku sempat melihatnya membereskan Pain terakhir lalu pergi ke arah hutan. Sepertinya dia pergi bertemu dengan pengguna jurus itu.’’


‘’Karena itulah, mereka berdua tidak ada setelah asap menghilang ,’’ kata Kushina.

__ADS_1


Minato menatap para shinobi yang telah kembali hidup dengan wajah serius. ‘’Itu berarti semua ini….’’


__ADS_2