God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 189 Masalah Kelar


__ADS_3

Chamu berlari dan mengigit lengan kanan Ishidate, membuat sarung tangan tadi non-aktif. Kiki juga mendarat di kepala pria itu dan mencakar wajah Ishidate.


‘’Mereka? Ayah! Jangan melarikan diri lagi! Naruto Nii-chan dan yang lainnya bertarung untuk kita, untuk Negara kita. Itulah kenapa kita tidak boleh kalah!’’ teriak Hikaru.


Pangeran Michiru meringis sambil menangis. Ia pun menggertak gigi dan berlari menghampiri Ishidate, sambil Hikaru ikut berlari mendorongnya.


Rasengan yang ada di telapak tangan Naruto #2 langsung berevolusi dengan munculnya bulan sabit di dalamnya, saat posisinya sejajar dengan bulan sabit di langit.


‘’Hyaaaaaaaaa!!’’ teriak Naruto #2 dan Pangeran Michiru.


Ishidate yang sudah muak, menghempaskan harimau bergigi taring dan monyet tadi. Namun, di saat bersamaan, kedua orang tadi sudah ada di depannya.



‘’Mikazuki Rasengan!’’


Push! Bugh!


Korega dan bawahannya yang menyaksikan ledakan tadi, langsung menghampiri.


‘’Michiru-sama! Hikaru-sama!’’


Sasuke dan Rock Lee juga muncul dari pintu, dengan wajah penuh kemenangan. Naruto #2 bangkit dan melakukan tos dengan mereka.


‘’Yang Mulia!’’ seru Korega membuat semua pandangan menuju ke arah pintu.


‘’Sakura-chan!’’ teriak Naruto #2 dan Rock Lee bersamaan menghampiri.


Sakura datang sambil memapah Raja, sebelum Korega dan pasukannya mengambil alih.


Wajah Sasuke langsung berubah saat melihat pakaian gadis itu. ‘’Kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu?’’

__ADS_1


‘’Aa, ini karena menteri bodoh itu menyuruhku menari di depannya,’’ jawab Sakura.


‘’Apa?!’’ pekik Naruto #2 dan Rock Lee langsung emosi.


‘’Tapi Sakura-chan terlihat cantik mengenakan pakaian ini dattebayo,’’ kata Naruto #2.


‘’Kulit Sakura-chan benar-benar mulus,’’ kata Rock Lee.


Sasuke langsung melemparkan kain ke arah tubuh Sakura. ‘’Ganti pakaianmu. Tidak baik dilihat semua orang.’’


Sakura terdiam sesaat hingga akhirnya tersadar. Wajahnya langsung senang karena laki-laki itu mengkhawatirkannya. ‘’Sasuke-kun!’’


‘’Minna, hontouni arigatou. Aku tidak akan pernah melupakan moment ini,’’ kata Hikaru.


Dari atap bangunan paling atas, Obito mengepalkan tangan karena sejak tadi ia dihentikan oleh Naruto #1.


‘’Syukurlah mereka bisa mengatasinya. Padahal aku tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut campur. Kita seharusnya bisa mengalahkan orang itu, tapi kau malah memilih untuk menonton saja?’’ omel Obito.


Naruto #1 menatap pemandangan di bawah, terutama ke arah Naruto #2. Terukir senyuman di bibirnya. ‘’Tidak baik merusak janji yang sudah mereka buat dattebayo.’’


......................


Keesokan harinya…


Shabadaba dan ketiga pengikutnya ditangkap atas rencana kudeta mereka. Raja telah disembuhkan dan menjalani perawatan. Kota juga kembali menjadi ramai dan beraktivitas seperti biasanya.


Naruto #2 dan yang lainnya menuju ke pantai untuk menikmati liburan.


‘’Naruto-kun terima kasih. Aku benar-benar bodoh sampai tidak tahu apa yang terjadi di dunia ini, bahkan sesuatu yang besar yang ayahku ingin lakukan. Sekarang aku mengerti, kenapa Amayo tidak mau ikut pulang bersamaku,’’ kata Pangeran Michiru.


‘’Aku yakin kau akan melakukannya dengan baik setelah menjadi Raja nanti,’’ kata Naruto #2.

__ADS_1


‘’Ayah, aku akan membantumu jadi jangan khawatir,’’ kata Hikaru.


Pangeran Michiru tersenyum dan berterima kasih. Namun, hati tidak bisa berbohong. Wajahnya kembali murung karena merindukan istrinya.


‘’Sampai kapan wajahmu akan kusut seperti itu?’’


‘’Amayo? Kau di sini? Bagaimana mungkin?’’ tanya Pangeran Michiru.


‘’Raja mengutusku untuk menjemputnya dan membawanya pulang. Aku sudah menceritakan semuanya kepada istri Anda,’’ jawab Kakashi.


‘’Amayo!’’ teriak Pangeran Michiru berlari memeluk wanita itu.


‘’Bagaimana lukamu? Apakah sudah sembuh?’’ tanya Amayo.


Akan tetapi, tangisan Pangeran Michiru menjadi-jadi, membuat mata Amayo berkaca-kaca. Ia juga memanggil Hikaru, sehingga anak laki-laki itu juga berlari ke arahnya sambil menangis.


Semua orang hanya tersenyum bahagia, melihat keluarga itu kembali berkumpul.


‘’Waktunya berpesta!’’


Naruto #2 dan Hikaru yang menyelam, Sakura dan Rock Lee perang air, Sasuke berbaring di pelampung menikmati air laut, serta Kakashi dan yang lainnya bakar-bakar BBQ.


Untuk mengabdikan moment itu, Hikaru memanggil semuanya untuk berfoto. Naruto #2 dan Sasuke rusuh seperti biasa. Hikaru mengatur waktu kamera, dan langsung berlari ke tempat.


‘’Itu tempatku! Minggirlah!’’ seru Naruto #2.


‘’Aku tidak mendengarmu,’’ kata Sasuke.


Timer pun tiba, membuat semuanya mengambil gaya dan berteriak.


‘’Cheese!’’

__ADS_1


Cepret!



__ADS_2