God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 66 Gua


__ADS_3

Bugh!


‘’Akh!’’ ringis Yamato setelah Danzo memukulinya berulang kali.


‘’Dasar tidak berguna! Aku hanya mengutusmu untuk menghabisi anak seumuranmu dan kau gagal selama dua kali?!’’ marah Danzo.


Yamato memegang perutnya. ‘’Moushiwake arimasen(Mohon maaf), Danzo-sama.’’


‘’Kenapa kau tidak menunggu untuk menyerangnya dan malah kembali melaporkan hal ini kepadaku?’’ tanya Danzo.


‘’Aku tidak punya pilihan lain. Pemimpin Amegakure Hanzo, ada di pihak mereka,’’ jawab Yamato.


Danzo tersentak dan menoleh dengan cepat ke arah anak itu. ‘’Kau bilang apa?’’


‘’Saat aku hendak menghabisi Naruto dan ketiga anak yang bersamanya, pria itu langsung muncul dan melindungi mereka,’’ jawab Yamato.


‘’Jadi, Naruto ada di Amegakure, ya?’’ tanya Danzo.


Yamato membungkuk. ‘’Aku akan menebus kesalahanku Danzo-sama. Akan kupastikan menghabisi Naruto sa—‘’


‘’Tidak perlu,’’ kata Danzo memotong ucapan Yamato.


Anak itu menatap Danzo dibalik topengnya. ‘’Danzo-sama?’’


‘’Aku berubah pikiran. Kau tidak perlu memburu Naruto lagi. Sekarang kau bisa pergi,’’ kata Danzo.


‘’Tapi, Danzo-sama? Aku juga masih belum memberitahu Anda mengenai cha—‘’


‘’Kau membantah perintahku?!’’ tanya Danzo dengan nada sedikit keras di akhir kalimat.

__ADS_1


Yamato membungkuk. ‘’Wakarimashita(Aku mengerti). Shitsurei shimasu(Permisi).’’


Shut!


Danzo memicingkan mata setelah kepergian Yamato.


Tidak lama kemudian terukir senyuman miring di wajahnya. ‘’Sepertinya keberuntungan memihak kepadaku karena Naruto ada di Amegakure. Hm, jika dia di sana, aku bisa menghabisinya tanpa sepengetahuan siapa pun, dan keberadaan Naruto akan menghilang secara tiba-tiba.’’


......................


Gua


Akhirnya keempat anak itu tiba dengan pakaian mereka yang sudah basah karena terkena hujan.



Naruto melepaskan jaket bajunya membuat tas ninja miliknya juga terjatuh. Keempat anak itu menoleh saat melihat barang di dalam tas ninja Naruto berhamburan.


‘’Sepertinya kayu itu mengikis tali tas ninja-ku,’’ kata Naruto.


Ketiga anak lainnya memungut barang-barang tersebut.


‘’Sapu tangan motif topeng rubah,’’ kata Konan.


‘’Topi piyama,’’ kata Nagato.


‘’Maaf hanya motif topeng rubah itu yang tersisa, jadi aku membeli yang itu saja,’’ kata Rin.


‘’Kau bisa menariknya untuk menutup telingamu kalau Kushina-sama berteriak,’’ jawab Kakashi membuat Naruto terkikik. (Naruto teringat)

__ADS_1


Terukir senyuman di bibir Naruto. ‘’Itu hadiah dari anggota tim-ku di Desa Konoha.’’


Yahiko mengerutkan dahi melihat selembar foto yang ia pungut. ‘’Apakah salah satu dari tim-mu adalah orang ini?’’


Naruto membenarkan pertanyaan itu. Ia terkikik mengingat Obito yang paling bersemangat untuk memberinya hadiah, berujung hasilnya seperti yang di ada di foto.


‘’Hm, sepertinya kalian begitu mirip,’’ kata Yahiko.


‘’Kami berdua memiliki impian yang sama untuk menjadi Hokage dan menciptakan perdamaian,’’ kata Naruto.


‘’Aku ingin menjadi kuat! Dan kemudian … Dan kemudian, aku akan mengubah dunia ini! Aku tidak kalah dari kalian berdua,’’ kata Yahiko.


Apa aku juga terlihat seperti ini sebelumnya? Sangat memalukan dattebayo, kata Naruto dalam hati.


Kau 2x lipat memalukannya dari Obito dan Yahiko.


Sudahlah Kurama, kata Naruto dalam hati dengan wajah bodohnya.


‘’Naruto, kalau tidak salah kau masih memiliki beberapa bungkus roti. Kita makan itu saja,’’ kata Yahiko.


Oee, kau belum minta izin dariku dattebayo, kata Naruto dalam hati.


Yahiko membuka tas milik Naruto dan mencari roti tersebut. ‘’Kalau tidak salah ada di sini. Mana, ya? Konan, Nagato kemarilah.’’


Aku belum mengatakan kau bisa menyentuh tasku, kata Naruto dalam hati.


Naruto menghela nafas sambil terukir senyuman di bibirnya melihat ketiga anak itu. Ia seolah-olah melihat bayangan Obito, Kakashi dan Rin.


Mereka terlihat begitu sama dengan wujud berbeda, katanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2