
Hari berikutnya…
‘’Mengajak Hinata keluar?’’ tanya ketiga orang itu bingung.
Minato tersenyum. ‘’Hinata seumuran dengan Kakashi dan yang lainnya. Kenapa tidak memasukkannya saja ke akademi? Agar dia menyusul para Chunnin.’’
‘’Mengenai itu … Bagaimana kalau mereka melihat mata Hinata?’’ tanya Banri.
‘’Tenang saja. Tidak akan ada masalah yang terjadi,’’ jawab Minato.
Wajah Kushina langsung kusut. ‘’Hm~ kau mengajak Hinata-chan keluar, tapi tidak pernah mengajakku dattebane.’’
‘’Aku hanya akan membawanya ke akademi,’’ kata Minato tersenyum kaku.
‘’Apakah ini perintah Sandaime-sama lagi?’’ tanya Kushina.
‘’Y-Ya, hampir seperti itu,’’ kata Minato.
Kushina menghela nafas, dan meminta sepupu dan iparnya menyerahkan semuanya kepada Minato. Hinata menoleh dan melihat orangtua angkatnya mengangguk, lalu ikut bersama Minato.
‘’Namamu Hinata, kan?’’ tanya Minato.
Ini pertama kalinya aku bicara dengan ayah mertuaku, kata Hinata dalam hati.
‘’Sebelum kita ke akademi. Aku ingin kau bertemu dengan seseorang terlebih dahulu,’’ kata Minato.
......................
__ADS_1
Hinata terbelalak melihat sosok pria di hadapannya yang juga sama kagetnya dengan dirinya.
Otou-sama(Ayah), kata Hinata dalam hati.
Hiashi terbelalak setelah melihat Hinata seperti yang dikatakan Minato. ‘’Dia benar-benar memiliki Byakugan.’’
Semua keluarga induk dan cabang terkejut melihat kedatangan Hinata bersama Minato.
Hiashi menatap mereka semua, namun tidak ada yang mengenal anak itu. Ia menatap saudaranta, Hizashi yang juga bereaksi yang sama.
‘’Jadi, dia benar-benar yatim piatum, ya?’’ tatap Hizashi.
‘’Yondaime-sama?’’ tatap Hinata dengan maksud meminta penjelasan kepada Minato.
‘’Agar kehadiranmu tidak dicurigai, aku meminta Hiashi-san untuk membantumu mendaftarkan diri ke akademi. Kalian sama-sama ada di klan Hyuga, jadi kalau Hiashi-san yang mendaftarkan dirimu ke akademi, mereka tidak akan mencurigaimu,’’ kata Minato.
Hiashi memejamkan mata setelah mengerti situasi. Ia membuka matanya lalu menatap Hinata. ‘’Tapi, sebelum itu terjadi. Aku ingin membuktikan apakah kau benar-benar dari klan Hyuga, meskipun klan Uzumaki telah mengadopsimu.’’
‘’Bertarunglah denganku, Uzumaki Hinata. Jika kau bisa membuatku terkesan, aku akan menerima permintaan Yondaime-sama untuk mendaftarkanmu sebagai anggota klan,’’ kata Hiashi.
Hinata menatap Minato yang hanya tersenyum. Ia kembali melirik ayahnya dan maju ke depan.
Hiashi menatap Hinata yang berdiri di depannya. ‘’Meskipun seumuran dengan Chunnin di desa ini. Aku tidak akan ragu. Majulah!’’
‘’Ikimasu(Aku mulai),’’ kata Hinata.
Kedua orang itu pun bertarung sambil semua klan Hyuga menyaksikan. Minato juga hanya diam dengan tenang. Bunyi telapak tangan yang saling menghantam terdengar.
__ADS_1
Gerakannya bukan seperti anak seumurannya. Dia terlihat sudah menghabiskan banyak tahun untuk berlatih, kata Minato dalam hati.
Hiashi menghindari semua serangan Hinata, dan menunggu waktu untuk menyerang.
Push!
Hinata sedikit terlempar tapi ia berhasil memperbaiki posisi. Ia menatap ayahnya sambil terengah-engah.
Sejak kecil, aku selalu saja gagal, gagal, dan gagal memenuhi harapan ayah. Neji Nii-san selalu mengalahkan diriku, bahkan Hanabi-chan yang kecil bisa membuatku terjatuh, kata Hinata dalam hati.
Hiashi dan semua orang terbelalak melihat Hinata melakukan posisi yang diketahui oleh mereka dalam ruangan itu.
Hinata memejamkan mata dengan wajah serius.
Tapi kali ini berbeda. Aku sudah berlatih setelah Naruto-kun menyadarkan diriku. Aku akan mengalahkan ayah dan membuktikan kalau aku juga sama kuatnya dengan kalian! Aku akan mengubah pandangan Ayah mengenai diriku, kata Hinata dalam hati.
Hiashi tidak akan membiarkan hal itu terjadi membuatnya langsung menyerang HInata.
‘’Niishou(2 pukulan)!"
"Yonshou(4 pukulan)!"
"Hashou(8 pukulan)!"
"Juurokushou(16 pukulan)!"
"Sanjuuniishou(32 pukulan)!’’ seru Hinata.
__ADS_1
Hinata mengerahkan kekuatannya dan menyerang. ‘’Rokujuuyonshou(64 pukulan)!’’
Push!