God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 215 Penyamaran


__ADS_3

Naruto #1 kembali menatap versi kecilnya yang berjalan di depan.


‘’Kau banyak diam pagi ini Usuratonkachi,’’ kata Sasuke.


‘’Urussai na Temee! Aku sedang tidak berniat untuk berdebat dattebayo,’’ kata Naruto #2.


Naruto #1 terbelalak. ‘’Kupikir dia bertengkar dengan Sasuke.’’


Setelah berjalan cukup jauh dan tiba di pinggiran sungai, mereka menaiki perahu dari batang pohon.


‘’Desanya ada di hulu sungai, jauh di dalam hutan ini. Kenapa kita menelusuri sungai dengan perahu? Akan lebih cepat jika kita berlari di atasnya dattebayo,’’ kata Naruto #2.


‘’Di dalam hutan seperti ini, ada banyak serangga beracun, ular beracun, dan hewan liar. Dan sungai ini terdapat ikan pemakan manusia, buaya, dan ikan beracun juga. Karena itulah kita harus memakai batang pohon untuk mengecoh mereka dattebayo,’’ kata Naruto #1.


‘’Naruto, kau tahu banyak hal juga,’’ kata Rin.


‘’Itu karena Minato sensei yang memberitahunya,’’ kata Obito.


Naruto #1 memilih tidak berdebat meskipun sebenarnya ia tahu semua itu bukan dari ayahnya, melainkan pengalaman yang sudah dialami.


......................


Tidak ingin menarik perhatian, para utusan shinobi Konoha mengenakan pakaian biasa setelah mereka tiba di desa yang disebutkan.


Terakhir kali aku kemari saat kondisi desa ini sangat hancur setelah di serang. Aku tidak menyangka bisa kembali ke sini sekali lagi dattebayo, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Meskipun wilayahnya kecil, tidak jauh berbeda dengan Desa Konoha yang tenang,’’ kata Kurenai.

__ADS_1


‘’Sepertinya kita akan berada di sini untuk beberapa hari,’’ kata Asuma.


‘’Tapi, bagaimana kita akan menemui Dokter Shinnou? Kalau kita bertanya kepada warga sekitar, mereka akan curiga kita mencarinya,’’ kata Obito.


Naruto #1 dan Jounin lainnya saling bertatapan membuat Obito menoleh ke kiri dan kanan menatap mereka dengan wajah polos.


‘’Mm?’’ tanya Obito.


Tidak lama kemudian, Obito memasang wajah kusut karena dirinya dijadikan umpan untuk menemui dokter Shinnou. Ia terpaksa mengeluarkan ranting kayu dari sebelah tangannya seolah-olah dirinya tertusuk. Dan seperti rencana mereka, para warga menuntun mereka ke rumah dokter itu.


Setelah tiba di depan rumah kayu lantai satu, warga yang menuntun mereka mengetuk pintu. Tidak lama kemudian, sosok dokter Shinnou menampakkan diri.


‘’Shinnou Sensei, salah satu teman mereka terluka.’’


Dokter Shinnou menoleh dan terbelalak melihat lengan Obito yang dimaksud tadi. Tanpa membuang waktu, ia menyuruh Obito dan yang lainnya masuk.


Tidak lupa, para Jounin Konoha itu berterima kasih karena mereka membawanya ke rumah dokter Shinnou.


Naruto #1 dan yang lainnya menatap seorang anak yang terbaring di tempat tidur dengan tubuh yang dibaluti perban.


Itu Amura, kata Naruto #1 dalam hati.


‘’Siapa anak itu?’’ tanya Rin.


Dokter Shinnou menoleh dan tersenyum. ‘’Aa, dia Amura. Anak yang dijauhi seluruh warga karena takut terinfeksi. Tapi, aku sudah menyembuhkannya.’’


‘’Kau terlihat kuat juga anak muda,’’ kata Dokter Shinnou.

__ADS_1


Obito menoleh karena menganggap ucapan itu ditujukan kepadanya.


‘’Padahal kayu-kayu itu menusuk lenganmu, tapi wajahmu tidak memperlihatkan rasa sakit sama sekali.’’


Mendengar ucapan pria itu membuat Naruto #1 dan yang lainnya tersentak sambil menatap Obito.


‘’A-Akh! Rasanya sangat sakit!’’ ringis Obito tiba-tiba membuat dokter Shinnou terkejut.


Naruto #1 memasang raut wajah bodohnya.


Sebaiknya tidak usah berpura-pura. Kau terlihat lebih mencurigakan dattebayo, katanya dalam hati.


Setelah membalut lengan Obito dengan perban, dokter Shinnou menatap para Jounin itu.


‘’Kalian sepertinya bukan dari desa ini. Aku baru pertama kali melihat wajah kalian. Selain itu, ada banyak anak-anak yang bersama kalian,’’ kata dokter Shinnou.


‘’Kami adalah rombongan yang berkeliling untuk menghibur anak-anak dengan menggunakan Ninjutsu,’’ jawab Asuma.


Dokter Shinnou terbelalak. ‘’Kalian bisa menggunakan Ninjutsu?’’


‘’Tidak semahir dengan shinobi yang ada di Lima Negara Besar,’’ kata Asuma.


‘’Tapi, keuangan warga di sini pasti tidak bisa membayar untuk melihat pertunjukkan kalian,’’ kata Dokter Shinnou.


‘’Jangan khawatir. Kami menampilkan pertunjukan secara gratis,’’ kata Kakashi.


......................

__ADS_1


Para Jounin dan Genin menginap di rumah dokter Shinnou setelah pria itu menawarkan. Sambil mereka mengawasi dokter itu, tidak ada satu pun hal yang mencurigakan. Apalagi tanda-tanda bertemu dengan Orochimaru.


Kakashi dan Jounin lainnya yang mengawasi dokter Shinnou, hanya mengunjungi toko, memeriksa warga yang menjadi pasiennya, dan kembali ke rumah untuk mengecek kondisi Amura.


__ADS_2