
Tim Minato berjalan pulang setelah semua kembali normal.
‘’Kakashi, menurutmu sosok yang dimaksud mereka tadi adalah dia, kan? Aku masih ingat pertemuan awal kita dengannya. Jika saja dia tidak datang menolongku, mungkin aku sudah tewas tertimpa batu itu. Lalu, saat menjalankan misi, dia menemukan keberadaan pengguna Kuchiyose itu pertama kali. Setelah mendengar semuanya di ruang Minato sensei tadi, aku baru sadar kalau dia itu seperti Dewa sungguhan. Dia bisa mengetahui sesuatu yang belum terjadi dan mencegahnya. Apakah mungkin, sejak awal dia sudah tahu kalau aku akan tertimpa batu itu?’’ tanya Obito.
Kakashi kembali mengingat pertempuran di jembatan dan di desa Takigakure. Untuk kali ini, ia sependapat dengan Obito.
‘’Cih. Jika bertemu nanti, aku akan bertanya kepadanya,’’ kata Obito.
‘’Tapi, bagaimana kita akan bertemu dengannya? Bukankah sekarang dia ada di Amegakure? Dan situasi sekarang sangat runyam karena perang Lima Negara Besar,’’ kata Rin.
‘’Kita tidak perlu menghampirinya setelah mengetahui keberadaannya. Tapi aku yakin, kita pasti akan bertemu dengannya. Oh iya, kudengar Hinata menjalankan misi keluar desa. Tapi, kenapa dia belum pernah kembali?’’ tanya Obito.
......................
Amegakure
Semua terpaku setelah mendengar semuanya dari Konan.
‘’Apa? Ketua tewas dalam ledakan?’’
‘’Tidak mungkin.’’
__ADS_1
‘’Bagaimana itu bisa terjadi?’’
‘’Lalu bagaimana dengan dia?’’
‘’Kami juga kehilangan jejaknya. Aku hanya berharap, dia tidak terkena ledakan itu,’’ kata Konan.
Konan hanya memasang wajah sendu, sedangkan Nagato seperti kehilangan semangat hidup. Yahiko sangat berarti baginya, tapi laki-laki itu tewas di depan mata kepalanya sendiri.
Kelompok Akatsuki berduka untuk mengenang kematian Yahiko. Bahkan Hanzo sampai datang untuk bergabung. Karena semua orang bersedih dan berdoa untuk kematian Yahiko, tidak ada yang sadar Hanzo tersenyum dibalik masker gasnya.
Satu batu yang aku lemparkan telah mengenai dua burung sekaligus. Setelah pemakamanan ini selesai, aku akan membereskan dua anak yang lainnya, kata Hanzo dalam hati.
Namun, matanya membulat besar saat menoleh ke belakang. Semua orang mengikuti pandangannya dan juga bereaksi yang sama.
Konan dan Nagato serta kelompok yang lainnya langsung mengepung kedua pria itu. Mereka menangis haru.
‘’Bagaimana mungkin? Aku melihat ledakan itu menewaskan dirimu,’’ kata Konan.
Yahiko tersenyum dengan kondisi kotor. ‘’Kami bertemu di jalan, lalu tidak sengaja melihat robekan boneka yang aku bawa. Saat menyadari ada bom di dalamnya, aku langsung membawanya menjauh. Lalu, dia menyelamatkanku.’’
"Nyaris saja dattebayo."
__ADS_1
‘’Tapi, kami tidak melihat kalian berdua di sana?’’ tanya Nagato.
‘’Kami sedikit terluka, jadi tinggal sebentar untuk mengobati luka-luka kami. Lalu menyusul kalian kemari. Tapi, aku kaget, kalian bahkan mengadakan upacara kematian untuk orang yang masih hidup,’’ kata Yahiko.
Konan terisak lalu memeluk pria itu tanpa ragu di depan semua orang. Wajah Yahiko memerah karena malu.
‘’Syukurlah, kalian berdua selamat,’’ kata Hanzo sebelum pergi.
Hanzo mengepalkan tangan dengan mata memicing.
......................
Bugh!
Danzo memukul meja dengan wajah merah padam setelah menerima kabar dari salah satu bawahannya yang baru saja pergi. ‘’Yondaime dan anak itu….’’
‘’Pria itu berhasil selamat dan menyegel Kyuubi, menghentikan klan Uchiha yang susah payah aku hasut untuk melakukan kudeta yang sebenarnya aku susun untuk Itachi, dan karena hal itu Uchiha dan Senju jadi bersatu, mengubah klan Hyuga tanpa menyerahkan mayat Hiashi atau Hizashi, dan sekarang ... anak itu juga berhasil menggagalkan rencanaku bersama Hanzo untuk melenyapkan Akatsuki?! Kedua orang itu,’’ kata Danzo tertahan.
Tangan Danzo mengepal. ‘’Semua rencanaku gagal, aku tidak menerima hal ini.’’
Danzo memejamkan mata hingga akhirnya menghela nafas panjang. Ia membuka matanya.
__ADS_1
‘’Aku masih memiliki satu rencana. Ya, aku pastikan ini akan berhasil. Setelah itu, humph, humphehe, hahahaha! Akan kupastikan Yondaime juga turun dari jabatannya sama seperti yang aku lakukan untuk Hiruzen.’’