God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 57 Kesal


__ADS_3

Tanpa mengatakan apa pun, Sandaime berjalan pergi dengan tenang. Ketiga anak itu menoleh ke arah Minato.


‘’Minato Sensei? Apa maksudnya ini?’’ tanya Obito masuk.


‘’Kalian datang kemari?’’ tanya Minato.


‘’Jawab kami Minato Sensei. Apa maksudnya menyuruh Naruto meninggalkan desa dengan alasan menjalankan misi? Apakah ini sengaja untuk menutupi kepergian Naruto dari desa ini?’’ tanya Obito.


‘’Pelankan suaramu Obito!’’ perintah Minato.


Kakashi dan Rin menatap Obito dengan raut wajah yang sama.


Ha? Sejak kapan Obito bisa membaca situasi seperti ini? Otaknya berfungsi di waktu tertentu, ya? Hm, kata Kakashi dalam hati.


‘’Minato Sensei!’’ panggil Obito sekali lagi.


Rin yang melihatnya juga meminta jawaban yang sama. ‘’Minato Sensei?’’


Minato menghela nafas, lalu menatap ketiga anak itu. ‘’Itu memang benar. Aku sudah mengambil keputusan untuk menyuruh Naruto meninggalkan desa dengan alasan menjalankan misi rahasia.’’


Bugh!


Obito memukul meja tanpa ragu. ‘’Kenapa Sensei melakukan itu?! Apakah Naruto melakukan kejahatan sampai menyuruhnya meninggalkan desa?’’


‘’Obito, tenangkan dirimu,’’ kata Minato.


‘’Cih, tenang? Bagaimana aku bisa tenang kalau Sensei yang aku anggap sangat hebat seperti Anda malah menyuruh anak seperti Naruto meninggalkan desa dengan a—‘’


‘’Obito, ochitsuite(tenanglah)!’’ seru Minato.


Kakashi menghela nafas dan menatap Obito. ‘’Kau sangat kekanak-kanakan.’’


‘’Ha?!’’ tanya Obito kesal.


Minato menghela nafas sambil duduk di kursinya. ‘’Ini sangat dirahasiakan. Hanya aku, Kushina dan Sandaime-sama yang mengetahui hal ini. Tapi, karena kalian bertiga sudah mengetahuinya, apa boleh buat.’’

__ADS_1


......................


Ketiga anak itu terdiam setelah Minato menceritakan semuanya.


‘’Aku berharap, kalian bertiga bisa menjaga rahasia ini. Tidak ada yang boleh sampai tahu soal ini. Kalian bertiga harus mengerti kalau ini semua demi kebaikan Naruto,’’ kata Minato.


Tangan Obito mengepal sambil menggertak gigi. ‘’Aku tidak menyangka Minato Sensei tega melakukan hal ini!’’


Sebelum Obito keluar, ia sempat memukul meja untuk melampiaskan kekesalannya. Hal itu membuat Rin merasa tidak enak.


‘’Minato Sensei, maaf karena Obito bersikap kasar seperti ini,’’ kata Rin.


‘’Kau tidak perlu mewakili anak seperti itu meminta maaf. Obito memang tidak bisa mengontrol emosinya. Haa, anak itu,’’ kata Kakashi.


‘’Tapi kenapa kalian bertiga tiba-tiba ada di sini?’’ tanya Minato.


Rin menatap Kakashi sekilas dan kembali menatap gurunya. ‘’Sebenarnya kami bertiga ke rumah Minato Sensei untuk memberi kejutan kepada Naruto.’’


‘’Kejutan untuk Naruto?’’ tanya Minato.


Deg!


Minato tersentak mendengar hal itu.


‘’Jadi, kami bertiga ingin memberi kejutan kepada Naruto, tapi Kushina-sama memberitahu kami situasinya, sehingga Obito langsung pergi dan kami berdua menyusulnya,’’ jawab Rin.


Minato menatap meja. ‘’Sekarang aku mengerti kenapa Obito sangat kesal.’’


‘’Kalau begitu kami berdua akan pergi Yondaime-sama. Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Rin membungkuk.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Kakashi.


Setelah melihat kepergian ketiga anak didiknya itu, Minato menghela nafas sambil memejamkan mata. Rasa bersalahnya semakin besar kepada Naruto. Sama seperti Kushina, ia menyadari sesuatu yang hendak ingin dikatakan Naruto sebelum anak itu pergi.


......................

__ADS_1


Daisan Enshujo



Dak! Dak! Dak!


Obito melemparkan kunai dengan perasaan kesal, lalu meninju batang pohon di sampingnya.


‘’Akh itte(sakitnya)!’’ ringis Obito memegang tangannya.


‘’Baka,’’ kata Kakashi muncul.


Rasa kesal Obito semakin bertambah dengan sikap menyebalkan dari Kakashi. Tapi, kali ini ia malas berdebat.


‘’Naruto, pantas saja dia bertingkah aneh kemarin. Jadi, dia sudah tahu kalau dia akan meninggalkan desa ini. Aku sangat kesal dengan keputusan yang Minato Sensei ambil,’’ kata Obito.


Bugh!


Obito kembali meninju tanah sambil menggertak gigi. ‘’Tapi, aku lebih kesal karena Naruto pergi tanpa mengatakan apa pun kepada kita! Kita ini satu tim, kenapa dia hanya diam?’’


‘’Padahal kita sudah bersusah payah mencari hadiah untuknya,’’ sedih Rin.


‘’Minato Sensei dan Sandaime-sama tahu apa yang terbaik untuk desa dan juga Naruto. Jadi terima saja dan jangan mengeluh,’’ kata Kakashi.


Obito yang mendengarnya merasa kesal sehingga ia menarik tali pakaian Kakashi.


‘’Aku juga sama kesalnya dengan dirimu. Tapi, ini adalah kesempatan untuk kita bertiga agar menjadi lebih kuat. Jika suatu saat nanti kita bertemu dengan Naruto, kita akan buktikan kepadanya,’’ kata Kakashi.


Tangan Obito yang menarik tali pakaian Kakashi melemah. Ia berbalik menatap tanah lapang tempat mereka latihan bersama.


‘’Uzumaki Naruto, di pertemuan kita berikutnya, Uchiha Obito-sama ini pasti akan memperlihatkan kehebatannya, karena kita adalah rival,’’ kata Obito.


Begitu juga dengan Kakashi bodoh itu, kata Obito dalam hati.


Ketiga anak menatap langit sambil angin menerpa wajah mereka. ‘’Otanjoubi omedetou Naruto.’’

__ADS_1


__ADS_2