God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 95 Great Naruto Bridge


__ADS_3


Terdengar suara pecahan duri es raksasa yang hancur barusan hingga Naruto mendarat ke bawah dengan wajah lega. Ia menatap sosok berjubah merah tadi tapi kabut itu menghalangi pandangannya.


‘’Hampir saja dattebayo.’’


Deg!


Naruto tersentak mendengar sosok berjubah merah itu mengatakan hal barusan. Belum sempat ia mengajaknya bicara, tiba-tiba suara teriakan terdengar.


‘’Haku! Hentikan semuanya!’’


Haku terbelalak karena mendengar suara Zabuza, membuat dirinya menarik jurus itu. Terlihat sosok Zabuza dan Kakashi yang datang.


Naruto menatap ke sekeliling mencari sosok berjubah tadi. ‘’Eh? Dia menghilang ke mana?’’


Mereka menoleh saat melihat Gato datang bersama kelompoknya. Gato menertawakan mereka dan menganggap mereka ninja bodoh yang mudah diadu domba.


Flashback on


‘’Tunggu!’’seru sosok berambut kuning.


‘’Ha? Kenapa menghentikan kami?’’


Sosok berambut kuning itu berjalan menghampiri. ‘’Zabuza, ada yang sesuatu yang harus kau ketahui.’’

__ADS_1


‘’Pastikan aku tidak lepas dari kalian, jika tidak … Saat itu juga aku akan menghabisi kalian,’’ kata Zabuza.


‘’Gato mempermainkan kalian!’’ seru sosok berambut kuning.


Zabuza mengerutkan dahi. ‘’Ha?! Untuk apa aku percaya dengan alasan seperti itu?’’


‘’Dia sengaja mengadu domba kalian berdua. Setelah kau membunuh Tazuna yang tidak bersalah, Kakashi akan membunuhmu bersama Haku. Kematian kalian berdua akan menguntungkan baginya.’’


‘’Siapa kau? Dari mana kau tahu tentang Haku?’’ tanya Zabuza.


‘’Lupakan itu dulu! Orang yang hanya bisa menghentikan Haku adalah dirimu. Jadi, sebelum kalian terjerumus ke dalam perangkapnya, cepat hentikan Haku!’’


Flashback off


‘’Apa?’’ tanya Haku dengan alis berkerut.


Zabuza dan Haku menghentikan pertarungan karena merasa alasan mereka membunuh Tazuna sudah tidak ada. Merasa dipermainkan, Haku dan Zabuza menerobos samurai-samurai kelompok Gato untuk memenggal kepalanya.


Gato terlihat panik dan langsung kabur. Namun, kabut tebal sudah menghampirinya. Ia bangun sambil menatap ke sekitar. ‘’Pergi! Jangan sentuh aku! A-Aku akan membuat kalian berdua kaya! Jadi jangan bunuh aku!’’


Tanpa Gato sadari, Zabuza sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan membunuh.


‘’ARGH!’’


Naruto dan yang lainnya menoleh dengan wajah panik saat mendengar jeritan tersebut. Kabut tebal tadi juga perlahan menghilang.

__ADS_1


‘’Setelah semua yang terjadi, kuharap kau menyerahkan diri kepada Desa Kirigakure dan menebus dosa,’’ kata Kakashi.


Haku berjalan menghampiri Zabuza.


‘’Kau tidak perlu ikut bersamaku. Semua ini adalah kesalahanku, jadi aku yang akan menebus semuanya,’’ kata Zabuza.


‘’Tidak. Kita bersama sejak awal, jadi kita berdua juga harus menebusnya bersama-sama,’’ kata Haku memegang tangan Zabuza.


Salju pun turun di antara mereka sebagai tanda berakhirnya masalah. Kedua orang itu pun bergegas menuju ke Desa Kirigakure. Namun, langkah Haku terhenti dan berbalik ke arah Naruto.


‘’Pernyataanmu waktu itu, aku sudah tahu. Tapi, sayang sekali aku ini laki-laki,’’ kata Haku.


‘’Laki-laki ... Ha?! Ka-Kau laki-laki?!’’ pekik Naruto.


Haku tersenyum dan kembali bergegas menghampiri Zabuza.


Kakashi menatap Naruto dengan wajah bodohnya. ‘’Pernyataan? Kau menyatakan perasaan kepadanya?’’


‘’Heh, tidak mungkin dattebayo. Wajahnya cantik tapi dia punya itu, hoek! Ehe!’’ pekik Naruto sambil membengkap mulutnya.


......................


Jembatan yang dibangun Tazuna pun akhirnya selesai. Untuk menghormati keberanian Naruto, Tazuna menamai jembatan tersebut ‘’Naruto Ohashi (Great Naruto Bridge)’’.


Tim 7 kembali ke Konoha dan menjalani perawatan.

__ADS_1


Minato dan Sandaime terbelalak saat mendengar cerita Naruto mengenai sosok berjubah yang menyelamatkan dirinya. Tapi, mereka berdua memilih untuk diam meski tahu siapa sosok itu.


Tidak lama setelah pulang, Naruto, Sasuke dan Sakura mengikuti ujian Chunnin.


__ADS_2