
Naruto #2 dan yang lainnya menyusuri hutan tanpa menemukan apa pun.
‘’Sakura-chan, kau yakin melihat Tuan Yomi berjalan ke arah ini?’’ tanya Naruto #2.
Sakura mengeryitkan alis sambil mengepalkan tangan, lalu memukul kepala anak itu. ‘’Kau pikir aku berbohong channarou?!’’
‘’Akh itte! Tidak perlu marah juga seperti itu dattebayo,’’ kata Naruto #2 mengelus kepalanya.
Neji menatap ke sekeliling. ‘’Ini aneh. Sejak tadi kita sudah berjalan, tapi tidak menemukan apa pun.’’
Dari jauh, sosok anak berkulit pucat dengan rambut putih sebahu, yang mengenakan penutup mulut meninju tanah. ‘’Doton : Tsuchi Kairou!’’
Deg!
Sasuke menoleh begitu menyadari serangan tersebut.
Sistem gua besar dari tanah langsung menjulang ke atas memenjarakan kelima anak itu.
‘’Apa yang terjadi?!’’ pekik Naruto #2.
‘’Apakah kita terjebak di dalam tanah?’’ tanya Sakura.
‘’Ayo cari jalan keluarnya!’’ kata Rock Lee.
Namun, sosok berambut cokelat pendek dan poni menggantung, meluncurkan serangan. ‘’Katon Ninpou : Hibashiri!’’
Di saat bersamaan, sosok berkulit putih dengan rambut biru panjang mengipasi serangan api tadi. ‘’Fuuton : Kami Oroshi!’’
__ADS_1
Cincin api besar yang dikombinasikan badai dari jutsu angin langsung mengarah ke dalam gua. Melihat serangan dari dua sisi yang akan menghantam mereka secara bersamaan, membuat Neji mengaktifkan byakugan-nya.
‘’Berlindung di belakangku! Hakkesho Kaiten!’’ seru Neji.
Neji memancarkan seluruh chakra yang ada pada tubuhnya lalu berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Teknik ini digunakan untuk menciptakan pertahanan yang sangat kuat dan mampu memblokir berbagai serangan dari serangan musuh.
Setelah serangan tadi berhasil dihindari, Sakura langsung mengepalkan tangan dan meninju gua, disusul serangan dari Rock Lee.
‘’Shannarou!’’
‘’Konoha Senpuu!’’
Kelima anak tadi berhasil keluar dan melihat sudah ada 4 sosok anak yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka.
‘’Pelakunya pasti adalah keempat orang itu,’’ kata Neji.
Matanya beralih ke sosok gadis berambut panjang pink. Sasuke yang menyadari anak itu menatap Sakura, langsung memicingkan mata.
‘’Temee! Apa maksud kalian menyerang kami?’’ tanya Naruto #2.
‘’Apakah aku tidak salah lihat? Bukankah orang ini berada di aula pertemuan saat ini? Kenapa dia ada di sini dalam wujud anak kecil?’’ tanya anak yang mengenakan penutup mulut.
‘’Berhenti mengabaikanku! Siapa kalian yang tiba-tiba menyerang kami, ha?! Sangat tidak sopan dattebayo!’’ teriak Naruto #2.
‘’Kalau begitu perkenalkan, aku adalah Kusuna,’’ jawab anak berambut merah jambu panjang.
‘’Gitai!’’ kata anak yang mengenakan penutup mulut.
__ADS_1
‘’Setsuna,’’ kata anak berambut biru panjang.
‘’Shizuku-desu!’’ kata anak berambut cokelat dengan poni menggantung.
Sakura terbelalak menyadari cara bicara anak yang terakhir. ‘’Dia perempuan, ya?’’
‘’Kami adalah Gang of Four!’’
‘’Sepertinya sebuah kelompok dibawah perintah seseorang,’’ kata Neji.
‘’Kau benar sekali anak bermata putih alias buta,’’ kata Gitai.
‘’Aku tidak buta! Mataku memang seperti ini! Ini adalah mata klan Hyuga!’’ teriak Neji.
Naruto #2 memasang wajah bodohnya. ‘’Ternyata Neji juga bisa marah.’’
Saat itu juga, Gitai melompat ke arah mereka dan memukul tanah. Beruntung, kelima anak tadi berhasil menghindar.
‘’Kalian benar-benar suka menyerang secara tiba-tiba, ya? Kalau begitu, aku tidak akan menahan diri dattebayo!’’ teriak Naruto #2 melakukan segel tangan.
‘’Tajuu : Kagebunshin no Jutsu!’’
Shin! Shin! Shin! Shin! Shin!
Keempat anak Gang of Four terkejut melihat kloning tersebut.
‘’Se-Seribu bayangan?! Bagaimana orang bisa membuat kloning sebanyak ini?’’ tatap Setsuna.
__ADS_1
‘’Sepertinya dia bukan anak biasa,’’ tatap Kusuna.