God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 2 Boruto Lari dari Rumah


__ADS_3

‘’Naruto-kun,’’ sedih Hinata.


‘’Begitu banyak yang harus kukorbankan demi mencapai puncak ini, padahal sejak kecil aku begitu berambisi untuk menjadi seorang Hokage. Di antara semuanya, hanya kau yang aku miliki sampai saat ini, apakah kau juga akan pergi meninggalkanku?’’ tanya Naruto menyandarkan kepalanya di pangkuan Hinata dengan butiran air mata.



Hinata mengelus lembut pucuk rambut Naruto agar pria itu tenang. ‘’Tentu saja tidak, kenapa Naruto-kun berpikir seperti itu?’’


‘’Hiks, hiks, perasaanku benar-benar terluka Hinata-chan. Jika kau dan Boruto serta Himawari meninggalkanku, bagaimana aku bisa melanjutkan hidup?’’ tangis Naruto menjadi-jadi.


Butiran air mata terjatuh dari mata bening milik Hinata. ‘’Naruto-kun, tidak ada yang akan meninggalkanmu bahkan jika itu adalah aku, Boruto-kun, Himawari-chan atau Kawaki-kun. Kau masih memiliki banyak teman atau keluarga. Masih ada Sakura-chan, Sasuke-kun, Kakashi sensei dan yang lainnya. Kenapa kau berpikir seperti itu?’’


‘’Sekarang aku bukan lagi shinobi terkuat di desa yang memiliki kekuatan Kurama atau seorang pahlawan yang begitu dihormati. Aku hanya seorang pria yang tidak pernah menepati janji. Perkataan Obito waktu itu memang benar, aku ini hanya seorang pecundang yang bermimpi melindungi semua teman-temannya tanpa bukti. Bahkan Kurama pun aku tidak bisa menolongnya, jadi bagaimana aku yang pria biasa ini bisa melindungi desa?’’ isak Naruto.


Hinata berusaha menghibur Naruto meskipun ia juga ikut menangis. Boruto dan Kawaki yang tidak sengaja menguping pembicaraan itu juga merasa sedih.


Tangan Boruto mengepal sambil ia menggertak gigi.


‘’Boruto, kau ingin ke mana?’’ tanya Kawaki menarik tangan Boruto yang hendak pergi.


__ADS_1


Deg!


Kawaki tersentak melihat sebelah mata Boruto berubah menjadi tenseigan.


‘’Ke mana lagi? Aku akan mencari klan Otsutsuki itu dan memberi mereka pelajaran,’’ kata Boruto tertahan.


‘’Apa? Di malam hari seperti ini? Boruto, Nanadaime sedang depresi berat, jangan menimbulkan masalah lagi dengan keluar mencari klan Otsutsuki,’’ bisik Kawaki.


Boruto menepis tangan Kawaki dengan kasar. ‘’Aku tidak peduli, intinya aku ingin memberikan klan itu pelajaran.’’


Kawaki yang melihat kepergian Boruto langsung menyusul anak berambut kuning itu. Sebelum Boruto membuka pagar rumahnya, Kawaki sudah menghadangnya untuk keluar.


‘’Apa yang kau lakukan?’’ tanya Boruto.


‘’Minggirlah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu,’’ kata Boruto hendak menggeser tubuh Kawaki.


Namun, dengan cepat Kawaki mengunci gerakan Boruto lalu menindihnya ke tanah.


‘’Kawaki!’’ seru Boruto berbisik yang berusaha berontak.


‘’Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi. Dengar, Nanadaime saja yang jelas-jelas adalah seorang shinobi terkuat kewalahan melawan para Otsutsuki yang datang ke bumi, apalagi bocah amatir seperti dirimu? Aku bahkan sudah tahu apa yang terjadi sebelum kau menemui mereka,’’ kata Kawaki.

__ADS_1


Karena tidak bisa melawan lagi, Boruto menghela nafas dan menyerah. ‘’Baiklah, aku tidak akan keluar, tapi lepaskan tanganmu dulu.’’


Kawaki mengerutkan dahi memastikan ucapan Boruto bukanlah sandiwara. Tapi, melihat Boruto tidak berontak lagi membuat Kawaki berdiri.


‘’Kalau begitu masuklah ke dalam dan renungkan tindakan bodohmu barusan,’’ kata Kawaki berjalan masuk.


Shin!


Dengan cepat Kawaki menoleh melihat Boruto sudah menghilang membuat dirinya berdecih. ‘’Jadi sejak tadi aku hanya bicara dengan bunshin miliknya? Haa, anak itu, cih!’’


......................


Naruto menarik pelukannya sambil Hinata menyeka air mata suaminya yang disertai senyuman.


‘’Sejak Kurama pergi, kau belum pernah makan, aku sudah membawakannya untukmu, jadi kumohon makanlah Naruto-kun.’’


‘’Arigatou Hinata-chan,’’ senyum Naruto.


Ceklek!


Keduanya menoleh saat melihat Kawaki muncul dengan wajah cemas.

__ADS_1


‘’Kawaki-kun? Ada apa? Lalu di mana Boruto-kun?’’ tanya Hinata.


‘’Boruto … dia lari dari rumah dan mencari keberadaan klan Otsutsuki!’’ seru Kawaki.


__ADS_2