
Karena Kakashi dan yang lainnya sedang mengurus sesuatu yang lebih penting, membuat Naruto #1 mengambil alih Tim 7 dengan tambahan anggota yaitu Hyuga Neji dan Rock Lee.
‘’Memangnya apa yang mereka lakukan sampai Neji dan Alis Tebal juga ikut bersama kita dattebayo,’’ kata Naruto #2.
‘’Kau ini, bukannya senang karena anggota kita tertambah, malah menggerutu,’’ kata Sakura.
‘’Yosh! Aku tidak menyangka bisa satu tim lagi dengan Sakura-chan. Ayo kita berjuang dan mengorbankan jiwa masa muda!’’ kata Rock Lee semangat seperti biasa.
‘’Lee, kita hanya diutus untuk menjadi pengawal pribadi putri pendeta tinggi, bukan sedang berperang,’’ kata Neji.
‘’Tapi, apakah benar pendeta tinggi itu bisa meramalkan kematian? Apakah sesuatu yang dia lihat akan benar-benar terjadi?’’ tanya Naruto #2.
‘’Ada apa dengan dirimu hari ini?’’ tanya Sasuke.
Naruto #2 hanya mengernyitkan alis. ‘’Tidak ada apa-apa.’’
Berbeda dengan Naruto #1 yang kembali mengingat dirinya, pernah mendapatkan ramalan kematian dari Shion. Sekarang, ia tidak menyangka akan melalui kejadian itu sekali lagi.
Kenapa pendeta tinggi Miroku tidak melakukan hal yang seharusnya terjadi saat ini di waktu kami masih kecil dulu? Padahal jika dia melakukannya, Shion tidak perlu kehilangan seorang ibu, teman dan semuanya dattebayo. Selain itu, orang yang berada di dekat pendeta tinggi akan menerima ramalan kematian. Kalau begitu, aku hanya perlu melakukan itu sekali lagi, yaitu mengubah ramalannya, kata Naruto #1 dalam hati.
......................
__ADS_1
Kuil
Muncul 4 sosok anak seumuran para Genin, yang langsung bersujud di depan sosok pria.
Sosok pria berkulit putih, rambut hitam panjang, mata cokelat muda dengan pupil hitam. Sosok yang mengenakan pakaian abu-abu, mantel hitam dan sepatu seniman bela diri.
‘’Shinobi Konoha akan tiba sebentar lagi, Yomi-sama,’’ kata anak berambut merah jambu panjang, yang poninya menutupi sebelah mata kanannya dan turun di bawah dagu ke leher.
‘’Apa yang dilakukan shinobi Konoha di tempat ini?’’ tanya Yomi.
‘’Pendeta tinggi menyewa mereka untuk menjadi pengawal pribadi Putri Shion untuk sementara,’’ jawab anak berambut merah jambu panjang tadi.
‘’Sesuai perintah Anda,’’ kata Kusuna.
Tidak lama kemudian, keempat anak itu pergi. Yomi memasang wajah kusut.
‘’Menyewa shinobi Konoha, ya? Miroku-sama, apa yang sedang Anda coba lakukan?’’
......................
__ADS_1
Taruho menghampiri kamar Putri Shion, tapi tidak menemukan anak itu, membuatnya menuju ke arah taman belakang. Seperti dugaannya, ia melihat Putri Shion dari jauh yang sedang duduk, sambil menunduk dengan wajah sedih.
‘’Shion-sama?’’
‘’Aku tidak butuh pengawal pribadi. Tapi aku butuh seorang teman,’’ kata Putri Shion.
‘’Kalau begitu saya akan menjadi teman Anda,’’ kata Taruho langsung.
Putri Shion yang mendengarnya langsung berdiri. ‘’Tidak perlu berpura-pura! Aku tahu kau datang karena perintah ibuku. Apa masalahmu? Selama ini kau tidak pernah menghiraukan diriku, meskipun aku mengajakmu berteman. Lalu sekarang, saat ibuku memberimu perintah, kau dengan langsung ingin berteman denganku. Pergi! Jauhi aku!’’
‘’Shion-sama?’’ panggil Taruho melihat gadis tadi berlari pergi.
Ia menghela nafas lalu berjalan mengikuti arah Putri Shion.
......................
Kamar
Bugh!
Putri Shion menutup pintu dengan kasar. Terlihat sedikit butiran air di sudut matanya. ‘’Dasar. Kalau ingin mengajakku berteman, lalu kenapa wajahnya begitu datar.’’
__ADS_1
Ia menjatuhkan dirinya secara perlahan sambil bersandar di pintu, lalu memeluk kedua lututnya. ‘’Kenapa tidak ada yang mau berteman denganku? Setiap kali aku datang, mereka langsung pergi. Mereka memandangiku dengan tatapan takut. Taruho tidak tahu semua itu dan dia mengajakku berteman dengan mudah?’’