
‘’Kau sudah mengembalikan musang itu, jadi pergilah sebelum kami mengusirmu secara kasar,’’ kata Sasuke.
Temujin menatap tiga anak yang berdiri di antara Naruto #2.
Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya. Apakah mereka teman-temannya Naruto? Heh, siapa yang peduli, kata Temujin dalam hati.
‘’Tunggu Sasuke. Sebelum menyuruhnya pergi, dia harus menjelaskan alasan rekannya menyerang caravan ini, ’’ kata Naruto #2.
Tatapan mata Temujin langsung mengarah ke Naruto #2. Semua orang berbisik membicarakan Temujin yang sepertinya adalah rekan dari wanita yang menyerang mereka.
‘’Sudah kubilang, aku tidak selunak dirimu. Sebaiknya kita menangkap orang ini sebelum dia menemukan Batu Gelel.’’
Temujin tersentak saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Sasuke. Raut wajahnya kembali serius.
Sudah kuduga. Mereka mengetahui Batu Gelel, ucapnya dalam hati.
‘’Rupanya kau sama sekali tidak paham akan bencana dan malapetaka dari batu itu. Itulah sebabnya, batu itu disembunyikan dan dilenyapkan,’’ kata Tuan Kahiko.
‘’Heh, apa kakek sedang mengajariku?’’ tanya Temujin memperlihatkan cahaya replika yang ada di dadanya.
__ADS_1
‘’Ini adalah Kristal Gelel, sumber dari kehidupan. Tidak ada yang memahaminya sebaik diriku,’’ kata Temujin.
‘’Aku tahu karena kau mampu memulihkan kekuatanmu karena batu itu. Dari mana kau mendapatkannya?’’ tanya Tuan Kahiko.
‘’Guru Haido. Pria jahat yang sedang sudah memanfaatkannya,’’ jawab Naruto #2.
‘’Sepertinya aku harus memberimu pukulan sekali lagi,’’ kesal Temujin.
‘’Aku siap kapanpun untuk melawanmu dattebayo,’’ balas Naruto #2.
‘’Itu berarti, kau adalah keturunan dari anggota klan kami yang menyeberangi lautan,’’ kata Tuan Kahiko.
‘’Menurut Legenda, anggota keluarga kerajaan dari klan kami itulah yang menyeberangi lautan. Mereka juga membawa serta Batu Gelel terakhir dan Kitab-nya,’’ lanjut Tuan Kahiko.
Temujin kembali mengingat buku tebal yang sering dibaca guru Haido. Akhirnya ia tahu kalau itu bukanlah buku biasa, melainkan Kitab Batu Gelel.
‘’Kau telah kembali. Kita berasal dari klan yang sama. Tidak ada yang tahu persis darimana dan bagaimana sebenarnya batu itu dibuat,’’ kata Tuan Kahiko.
‘’Sungguh memalukan, seringkali orang-orang yang bertengkar dan berkelahi hanya untuk kekuatan Batu Gelel. Dan pada akhirnya, kekuatan batu itu, mereka gunakan untuk perang. Gunung-gunung hancur, daratan bumi terbelah, dan hingga akhirnya kerajaan musnah akibat perang,’’ kata Naruto #2.
__ADS_1
Anak itu langsung terbelalak saat menyadari reaksi kaget dari semua orang. Sakura mengerutkan dahi tanda kesal dan melayangkan pukulan kepadanya.
‘’Siapa yang menyuruhmu memotong ucapan kakek ini, dan mengatakan hal yang konyol baka!’’ kesal Sakura.
‘’Akh! Sakura-chan, kenapa kau selalu kasar kepadaku?’’ ringis Naruto #2 memasang wajah kasihan.
‘’Ma-Maaf karena dia langsung menyela. Silahkan lanjutkan ceritanya,’’ kata Shikamaru.
‘’Eh? Tapi, apa yang aku ingin katakan sama persis dengan anak ini,’’ kata Tuan Kahiko.
Semua orang langsung menatap ke arah Naruto #2 dengan wajah terkejut.
‘’A-Ahaha, aku pernah mendengarnya dari seseorang yang kukenal dattebayo,’’ jawab Naruto #2 dengan wajah kaku.
Orang itu lagi. Aku semakin yakin orang itu mengetahui semuanya. Tapi, bagaimana aku bisa bertemu dengan orang yang dimaksud Naruto? Guru Haido akan tiba sebentar lagi. Aku tidak boleh membuang waktu, kata Temujin dalam hati.
‘’Hanya segelintir anak-anak muda saja yang selamat. Nenek moyang kami akhirnya menyegel mineral dan tambang dari Batu Gelel jauh dari dalam tanah, dan bersumpah untuk tidak pernah lagi menggunakannya,’’ lanjut Tuan Kahiko.
‘’Lalu kenapa kalian tidak memusnahkan hal-hal yang menyusahkan seperti itu?’’ tanya Sakura.
__ADS_1
‘’Satu-satunya yang bisa menghancurkan batu itu adalah mereka yang berasal dari keturunan keluarga kerajaan. Sayangnya, keturunan mereka sudah banyak yang hilang dan lenyap. Sekarang, yang dapat kami lakukan hanyalah mengawasi dan melindungi keberadaan batu itu dari generasi ke generasi,’’ kata Tuan Kahiko.