
‘’Selanjutnya, semua hubungan dengan Naruto dan desa kita telah putus. Tidak peduli apa pun yang terjadi, menjauhlah darinya. Dengan kata lain, kalian tidak perlu mengejarnya,’’ kata Minato.
‘’Touchan, apa yang terjadi? Bukankah dia menjalankan misi solo? Kenapa mengatakan dia tiba-tiba meninggalkan desa, dan memutuskan hubungan dengannya? Touchan membiarkannya melakukan itu?’’ tanya Naruto #2.
‘’Ya. Aku memerintahkannya untuk mati demi melindungi desa,’’ jawab Minato tanpa ragu.
Bugh!
Obito langsung memukul tembok. ‘’Fuzakeru na! Minato Sensei, tidak … Yondaime-sama, omong kosong apa ini?’’
Minato hanya diam dengan wajah tenangnya. Sedangkan Shikamaru yang mengetahui sesuatu juga memilih diam. Asuma menoleh ke arah ayahnya, dan Sandaime mengkodenya dengan menggelengkan kepala.
‘’Touchan?!’’
‘’Pertemuan selesai! Kalian boleh keluar!’’ perintah Minato.
Dengan perasaan kesal, Obito meninggalkan ruangan disusul yang lainnya. Namun, belum sempat sosok itu keluar, Minato menyuruh Asuma untuk tetap tinggal.
‘’Ini sudah diprediksi oleh Naruto sebelumnya.’’
__ADS_1
Naruto #2 yang mendengarnya dari luar langsung menguping.
Minato memberitahu semua yang telah terjadi mengenai Naruto #1. Hiruko yang merupakan salah satu teman terdekat para Sannin, sekarang menjadi ninja pelarian dan menculik 4 ninja garis keturunan terakhir Kekkei Genkai dari Lima Negara Besar. Dan ninja dari garis keturunan terakhir Konoha yang diincar adalah Hatake Kakashi. Itu semua karena sharingan milik Obito.
‘’Jadi Kakashi adalah target dari ninja garis keturunan terakhir yang kelima?’’ tanya Asuma.
Sandaime membenarkan. ‘’7 hari lagi, gerhana matahari total akan berlangsung, sebelum Hatake Kakashi dikendalikan. Dan Uzumaki Naruto pergi untuk menggantikannya. Selain itu, salah satu muridmu sepertinya tahu hal ini.’’
Naruto #2 yang mendengarnya dari luar langsung tersentak. ‘’Shikamaru?’’
‘’Dia menyuruhnya menyampaikan pesan kepada Naruto #2. Untuk saat ini, aku menunjukmu sebagai koordinator mereka. Jika salah satu mereka melanggar aturan, maka langsung penjarakan saja! Serta, jangan sampai Kakashi sampai tahu hal ini.’’ perintah Minato.
Asuma mengangguk dan membungkuk sebelum pergi. Sedangkan Naruto #2 yang berada di luar, langsung bergegas meninggalkan tempat itu.
Rin berusaha mengejar Obito yang bergegas menuju ke gerbang. Namun, niatnya langsung terhenti saat melihat Shikamaru sudah berdiri menghadang mereka.
‘’Warui, tapi aku diminta untuk mencegah siapapun melewati gerbang ini,’’ kata Shikamaru.
‘’Ha? Bocah Nara, sebaiknya kau menyingkir sekarang, sebelum aku benar-benar hilang kendali,’’ kata Obito.
__ADS_1
Shikamaru tetap berpegang teguh kepada ucapannya, dan tidak meninggalkan tempat. Ia juga memberitahu mereka kalau ini adalah permintaan Naruto #1. Mendengar hal itu, membuat Obito semakin kesal.
‘’Kono kushougaki. Siapapun yang menghadang Obito-sama ini, maka harus bersiap melawanku,’’ kata Obito.
Rin berusaha menghentikannya karena Shikamaru hanya anak-anak, dan tidak perlu bertarung begitu serius.
‘’Katon : Goukakyuu no Jutsu!’’
Di saat bersamaan, muncul sosok pria di hadapan Shikamaru yang juga melakukan segel tangan. ‘’Fuuton : Fuujin no Jutsu!"
Kurenai dan Rin yang melihatnya, begitu bingung harus melakukan apa. ‘’Chotto futari domo! Kenka wo yamete! Kita ini sedang berada di desa!’’
Para Genin yang menyaksikan hanya melindungi pandangan karena efek serangan tadi. Setelah asap menghilang, mereka terbelalak melihat sosok yang melawan Obito tadi.
‘’Asuma?’’ tatap Kakashi.
Sama seperti Shikamaru tadi, Asuma juga meminta maaf karena tidak akan membiarkan siapapun melewati gerbang. Ia menyampaikan perintah itu adalah dari Yondaime Hokage secara langsung.
Di saat bersamaan, Naruto #2 muncul dan juga memberontak sama seperti Obito. Orang-orang yang melihat ketegangan itu, mulai berbisik-bisik.
__ADS_1
Para Jounin dan Genin begitu serius melihat dua dari masing-masing pihak pro(Asuma-Shikamaru) dan kontra(Obito-Naruto #2) berdiri berhadapan.
‘’Kalian berempat, cepat hentikan semua ini!’’ tegur Kurenai dan Rin.