God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 119 Jebakan


__ADS_3

‘’Eh?’’


Yamato terbelalak karena Kyuubi tadi menyusut kembali menjadu sosok anak berambut kuning itu.


‘’Kapten Yamato, aku tidak mau menyerangmu. Tapi, sebaiknya kau meninggalkan Tuan-mu itu. Kau hanya berada di jalan yang salah.’’


‘’Apa maksudmu? Aku tidak akan meninggalkan beliau,’’ kata Yamato.


Anak berambut kuning itu menatapnya dengan tatapan serius. ‘’Percayalah kepadaku. Dia memanfaatkanmu, dan semua orang demi tujuannya untuk menjadi seorang Hokage. Dia hanya menunggu waktu yang tepat agar kau berguna ba—‘’


‘’Cukup! Beliau tidak seperti itu. Dia sangat mengabdikan diri kepada desa dan akan melakukan apa pun untuk melindungi semua orang,’’ kata Yamato memotong.


‘’Kalau begitu, kenapa dia mengutusmu untuk membunuhku?’’


Yamato terbelalak dan tidak bisa mengatakan apa pun. ‘’Itu….’’


‘’Di mana dia saat Kyuubi datang menyerang Desa Konoha? Aku tidak ingat kalau pernah melihatnya ikut bertarung bersama yang lainnya.’’


‘’Apa maksudmu? Beliau pasti sedang menyusun strategi untuk melawan Kyuubi,’’ kata Yamato.


‘’Menyusun strategi di saat kakek ah maksudku Sandaime-sama dan yang lainnya turun tangan secara langsung? Dengar, saat ini kau diutus untuk mencegahku, apakah kau tidak tahu kalau dia dan pemimpin desa ini sedang menjebak teman-temanku?’’


‘’Apa maksudmu? Aku hanya diutus untuk menghentikanmu melakukan sesuatu yang berbahaya,’’ kata Yamato.


Anak itu tersenyum remeh. ‘’Sekali lagi kau dimanipulasi. Saat ini, mereka sedang merencanakan pembunuhan terhadap tiga orang itu. Hanzo bekerja sama dengan Tuan-mu untuk menjaga kekuasaannya dan menyingkirkan kami berempat sejak dulu. Dan Tuan-mu bekerja sama dengan Hanzo untuk merebut posisi Hokage. Apakah kau mendukung seorang atasan seperti itu?’’

__ADS_1


‘’Kapten Yamato, aku tahu kau satu-satunya percobaan Orochimaru yang berhasil meskipun orang-orang tidak mengetahuinya. Karena kekuatanmu itulah, Tuan-mu itu mendekatimu.’’


‘’Tidak, semua ucapanmu hanya omong kosong.’’


Anak berambut kuning itu berjalan dengan mata merah menyala seperti Kyuubi. ‘’Terserah kau ingin percaya atau tidak. Tapi, jika kau berani menghentikanku sebelum ada satu nyawa yang melayang, aku tidak akan segan, bahkan jika kau adalah kaptenku.’’


Yamato mengepalkan tangan sambil anak itu berlalu melewatinya.


‘’Tunggu!’’ seru Yamato.


Kedua orang itu saling membelakangi tanpa merubah posisi.


‘’Kenapa kau selalu memanggilku dengan sebutan kapten, padahal kita tidak saling mengenal?’’ tanya Yamato.


Anak itu terdiam untuk sesaat sebelum kembali berjalan pergi. ‘’Karena kau salah satu kapten yang berharga bagiku.’’


‘’Suatu saat kau akan memimpin sebuah regu tim, dan kau akan mengerti saat itu juga,’’ kata anak berambut kuning.


Yamato berbalik. ‘’Ketiga temanmu itu saat ini berada di….’’


......................


Yahiko mengepalkan tangan melihat Hanzo dan bawahannya yang menyandera Konan bersama puluhan pasukan ANBU Konoha.


‘’Mereka memakai topeng seperti pengguna Mokuton itu, Yamato.’’

__ADS_1


‘’Ada apa ini? Bukankah kita dipanggil karena situasi darurat?’’ tanya Nagato.


Hanzo menatap kedua laki-laki di bawah itu. ‘’Organisasi kalian merupakan pengganggu bagiku. Yahiko, kau pemimpinnya, dan kau harus mati. Jika kau menolak, maka Konan yang akan mati.’’


Yahiko berdecih. Hanzo melemparkan kunai dan menyuruh Nagato untuk membunuhnya. Setelah membunuh Yahiko, mereka berdua akan dibebaskan.


‘’Jangan Nagato! Jangan pedulikan aku! Pergilah kalian berdua!’’ seru Konan.


‘’Nagato, bunuhlah aku,’’ kata Yahiko.


Nagato tersentak, nafasnya menjadi berat. Apalagi Yahiko membentaknya sekali lagi.


‘’Nagato!’’ seru Yahiko.


‘’Jangan!’’ seru Konan.


Mata Hanzo memicing. ‘’Cepatlah! Atau Konan akan mati.’’


‘’Konan?’’ tatap Nagato.


‘’Kau dan Konan harus bertahan hidup, apa pun yang terjadi. Kalau kematianku bisa membawa perdamaian, aku tidak masalah. Aku percayakan dia kepada kalian berdua,’’ kata Yahiko.


Nagato dengan nafas terengah-engah meraih kunai yang dilemparkan tadi. Konan berusaha menghentikan kedua laki-laki itu.


‘’Jika pertempuran tidak berhenti … Aku akan menjadi Dewa di dunia ini!’’ kata Yahiko. (Nagato teringat)

__ADS_1


Begitu Nagato hendak berbalik, Yahiko langsung berlari ke arahnya dan menerima tusukan kunai itu dengan telak.


‘’Yahiko!’’ seru Konan.


__ADS_2