
Namun, belum sempat Naruto #2 ingin menyerang, Naruto #1 sudah lebih dulu menghampiri guru Haido.
‘’Temee! Aku benar-benar tidak akan mengampunimu!’’ seru Naruto #1.
Kedua orang itu bertarung dengan sengit. Tidak butuh waktu yang lama membuat Naruto #1 berhasil memberi serangan telak kepada guru Haido.
Naruto #2 dan tuan Kahiko benar-benar dibuat tercengang oleh kekuatan Naruto #1. Jelas-jelas, semua orang tidak bisa menyentuh guru Haido dalam wujud seperti itu, atau memberinya pukulan. Tapi, Naruto #1 sampai membuat anggota tubuh guru Haido bengkok, bahkan lehernya.
Akan tetapi, rasa gembira mengalahkan pria itu tidak berlangsung lama. Naruto #2 terbelalak melihat guru Haido terkekeh sambil menyembuhkan anggota tubuhnya yang bengkok tadi.
‘’Bagaimana bisa itu terjadi?!” pekik Naruto #2.
‘’Itu karena dia juga memiliki Batu Gelel di tubuhnya. Dengan peningkatan Gelel Vein, kekuatan penyembuhannya sangat kuat. Inilah yang aku maksud. Bencana akan tiba jika Batu Gelel jatuh ke tangan yang salah,’’ kata Tuan Kahiko.
Naruto #1 yang sudah menduga hal itu, hanya menghela nafas.
Aku harus berhati-hati untuk menyerangnya, agar dia tidak menemukan tambang Gelel-nya. Sejak tadi, Temujin juga tidak bereaksi. Aku harus menyadarkannya, tapi pria itu juga menyerangku di saat yang bersamaan. Satu-satunya cara adalah….
Naruto #2 mengerutkan dahi, karena melihat tingkah Naruto #1. Ia menatap orang itu berulang kali melirik ke arah Temujin dan guru Haido. ‘’Apakah dia hanya akan melirik kedua orang itu menerus?’’
Naruto #1 berdecih karena melihat reaksi Naruto #2 yang hanya biasa saja. ‘’Ck! Anak itu tidak mengerti dengan sinyal yang aku kirimkan. Dia benar-benar bodoh.’’
‘’Oee yang di sana! Aku tidak ingin merebut peranmu. Jadi seharusnya kau tahu apa yang dilakukan selanjutnya!’’ teriak Naruto #1.
__ADS_1
‘’Heh! Aku juga tidak berniat membiarkanmu menyelesaikan semuanya seorang diri,’’ kata Naruto #2 melakukan segel tangan.
Seribu kloning langsung muncul dan menghampiri guru Haido.
‘’Kau ingin aku melawan bocah tiruanmu itu? Kalau begitu, aku akan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum dirimu,’’ kata Guru Haido.
Temujin yang terbaring dengan sorot mata kosong, hanya menyaksikan pertarungan Naruto #2. Tidak peduli, anak itu menerima pukulan dan dijatuhkan berulang kali, bahkan guru Haido menyuruhnya untuk menyerah, tetapi Naruto #2 tetap berjuang.
Mata Naruto #1 melirik ke samping. ‘’Apa kau akan menyerah begitu saja di sini? Bukankah mimpimu demi untuk utopia? Buka matamu dan lihat, anak itu berjuang demi menyelamatkanmu. Dia sudah memperingatimu sejak awal, tapi kau tidak mendengar. Apa kau akan membuatnya menjadi salah satu pengorbanan mulia ini lagi?’’
Benar juga. Sejak awal, Naruto berusaha menyadarkanku karena diperintahkan oleh orang ini. Mereka berusaha menolongku, tapi aku tidak mendengar karena dibutakan oleh kebaikan Guru Haido, yang sebenarnya hanya memanfaatkanku, kata Temujin dalam hati.
‘’Oh tidak! Jangan menyerangnya ke atas!’’ teriak Naruto #1.
Naruto #2 mendarat sambil tersenyum remeh. ‘’Heh, aku membuatnya terjatuh! Kau lihat itu! Aku juga sehebat diri dattebayo!’’
Padahal aku sudah bersusah payah untuk mencegahnya menemukan tambang itu. Tapi anak ini malah membantunya menemukan tempat itu, kata Naruto #1 dalam hati dengan wajah bodohnya.
Temujin bangkit sekuat tenaga. ‘’Dia menjatuhkan Guru Haido. Dari mana dia mendapatkan kekuatan seperti itu?’’
‘’Itu adalah Tambang Gelel!’’ pekik tuan Kahiko.
Naruto #1 berdecih. ‘’Aku tidak punya pilihan lain.’’
__ADS_1
Guru Haido yang mendongakkan kepala, mengulurkan tangan untuk menyerap semua kekuatan dari Gelel. Namun, niatnya terhenti saat sesuatu mengunci tubuhnya.
Naruto #2 sama terkejutnya melihat chakra kuning menyilaukan itu ternyata berasal dari Naruto #1.
‘’Apa yang kau tunggu?! Cepat serang dia!’’ seru Naruto #1.
‘’Temujin! Bantu aku!’’ teriak Naruto #2 membuat satu kloning.
Ia pun berlari sambil mengayunkan kedua tangannya ke belakang. Satu kloning tadi membuat Kyuubi Rasengan.
Sedangkan Temujin membuat Gelel Rasengan hijau di tangan Naruto #2 yang satunya.
‘’Aku tidak akan membiarkanmu menghalangiku!’’ teriak Guru Haido.
‘’Apa?! Dia menyerap chakra-ku!’’ pekik Naruto #1.
Sebelah tangan guru Haido berhasil keluar. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengeluarkan serangan. Namun, Temujin berpindah ke depan untuk menghadang serangan itu dengan pedangnya.
Kau benar Naruto. Impian hanya omong kosong jika mengorbankan teman-teman kita, kata Temujin dalam hati.
__ADS_1
Kedua anak itu terus maju, tapi Temujin terlempar karena kuatnya daya serangan yang ditambahkan guru Haido.