
‘’Hikaru! Jangan menyerah!’’ teriak Naruto #2.
Hikaru langsung menatap tali yang melilit leher ayahnya, lalu menatap ke bawah.
‘’Percayakan padaku!’’ teriak Naruto #2.
‘’Chamu! Pinjamkan aku kekuatanmu dan bawa aku kepada ayahku,’’ kata Hikaru.
Harimau bergigi taring itu membawa Hikaru dan berlari ke belakang untuk mengambil awalan. Chamu langsung berlari dan melompat, sambil Hikaru menarik busur.
‘’Hikaru?’’ tatap Pangeran Michiru melihat putranya dengan bulan sabit di belakangnya.
Hikaru melepaskan panahnya dan mengenai tali tadi, membuat mereka terjatuh.
‘’Tajuu : Kagebunshin no Jutsu!’’
......................
Rock Lee menggunakan Kusari-Fundo yang merupakan seutas rantai yang diikatkan dengan pemberat, untuk mengikat Kongou. Ia memutar rantai dengan pola tornado untuk menggiring Kongou ke atas. Lalu melompat ke atas dan melayangkan pukulan bertubi-tubi hingga menghempaskan Kongou ke lantai bawah.
‘’Guy sensei, aku telah menjaga janji berhargaku,’’ tangis Rock Lee dengan logat lebaynya.
......................
Sasuke melemparkan shuriken untuk menghancurkan lampu gantung, dan memejamkan mata sambil mengikuti gerakan Karenbana. Matanya langsung merah menyala, setelah mengaktifkan sharingan.
Ia masih menunggu waktu yang tepat, sebelum menyerang wanita berambut putih itu.
Srin!
__ADS_1
Begitu mendengar suara percikan lampu gantung yang pecah tadi, Sasuke langsung melayangkan pukulan.
Bugh!
Karenbana kalah telak sambil dirinya terhempas ke tembok, membuat dirinya terjatuh disertai retakan tembok tadi.
‘’Perhatikan disekitarmu,’’ kata Sasuke.
......................
Shabadaba yang menyaksikan hal tadi hanya berdecih. ‘’Anak itu, bagaimana mungkin?’’
Deg!
Begitu ia menoleh, Sakura sudah menghampirinya sambil mengepalkan tangan dengan urat-urat yang menegang.
‘’Shannarou!’’
Bugh!
‘’Perhatikan disekitarmu channarou!’’ kata Sakura.
......................
Ribuan kloning Naruto #2 yang menjadi alas untuk Pangeran Michiru dan Hikaru serta Chamu jatuh, mulai menghilang satu persatu.
Hikaru mulai tersadar dan langsung menghampiri ayahnya. Pangeran Michiru membuka mata saat mendengar teriakan putranya.
Deg!
__ADS_1
Wajah Pangeran Michiru membiru dan langsung melepaskan tali di lehernya. Ia pun bangkit sambil menghela nafas panjang. ‘’Kukira aku akan mati.’’
‘’Hiks, ayah!’’ teriak Hikaru melompat dan memeluk.
‘’Terima kasih Hikaru,’’ kata Pangeran Michiru membalas pelukan.
Chamu dan Kiki juga tersadar, membuat Hikaru menghampirinya dan memeluk harimau bergigi taring itu. Tidak lupa, ia juga berterima kasih.
Namun, hal membahagiakan itu tidak bertahan lama, karena mereka melihat Ishidate memegang kaki Naruto #2 sehingga membantu, lalu menghantam anak itu ke tanah berulang kali, dan menghempaskannya sampai ke pintu.
‘’Naruto Nii-chan!’’ teriak Hikaru.
Pangeran Michiru juga menghampiri anak tadi. Naruto #2 melakukan segel tangan dan membuat kloning.
Gumpalan chakra di telapak tangannya mulai muncul. Naruto #2 berusaha berjalan dengan sebelah kaki yang sudah membatu. Tidak peduli berapa kali terjatuh, ia tetap bangkit.
Melihat perjuangan Naruto #2, membuat hati Pangeran Michiru tergerak, sehingga mengangkat anak itu untuk duduk dibahunya.
‘’Paman?’’ tatap Naruto #2.
Pangeran Michiru berlari sambil membawa Naruto #2. Ishidate memukul tanah dan mengambilnya, lalu membentuknya seperti peluru.
Dak! Dak! Dak!
Hikaru melotot karena peluru tadi mengenai tubuh ayahnya.
‘’Menyedihkan sekali diriku ini!’’ umpat Pangeran Michiru menangis.
Sebentar lagi tubuhnya terjatuh. Ia sangat malu karena tidak bisa diandalkan dan hanya menyusahkan orang lain.
__ADS_1
‘’Ayah! Jangan menyerah!” teriak Hikaru mendorong tubuh ayahnya agar tidak terjatuh ke belakang.
‘’Aku akan membunuh kalian!” seru Ishidate melepaskan kekuatan tidak terbatas dari sarung tangannya.