God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 216 Bunshin


__ADS_3

‘’Sepertinya ada yang memang aneh denganmu. Akhir-akhir ini kau banyak diam,’’ kata Sakura.


‘’Apakah kau berniat seperti Sasuke-kun yang terlihat dingin?’’ tanya Ino.


‘’Yang benar saja! Siapa juga yang mau terlihat seperti manusia es yang mengabaikan Sakura-chan,’’ kata Naruto #2 akhirnya bicara.


‘’Naruto Nigou-san, kau mau ke mana?’’ tanya Rock Lee.


‘’Ingin melihat Amura. Selain itu aku bukan nomor dua dattebayo!’’ jawab Naruto #2.


‘’Kita diberi perintah untuk tidak melakukan hal di luar misi,’’ kata Shikamaru.


Naruto #2 tidak mendengarkan dan tetap berjalan. ‘’Aku merasa bosan karena tidak melakukan apa pun.’’


Sasuke menghela nafas dan berjalan menyusul anak itu, membuat yang lainnya juga ikut menyusul.


......................


Naruto #2 jalan sambil menggerutu. ‘’Apanya yang menjalankan misi? Kami malah menjadi penghibur jalanan untuk anak-anak.’’


‘’Amura, kau cocok menjadi wadah untuk Ekor Nol.’’


Niat Naruto #2 yang hendak membuka pintu langsung terhenti. ‘’Eh? Itu suara Dokter Shinnou, kan? Bukankah Kakashi sensei dan yang lainnya sedang mengikuti pria itu yang sedang keluar.’’


Deg!


‘’Chotto Naruto, sudah aku bilang ki—‘’ ucapan Sakura langsung terpotong saat Naruto #2 memberinya isyarat untuk diam.


‘’Ada apa?’’ tanya Sasuke.


‘’Aku mendengar suara Dokter Shinnou di dalam,’’ bisik Naruto #2.

__ADS_1


Semua langsung terkejut seperti dirinya. Namun, tidak terdengar suara apa pun dari dalam membuat mereka mengerutkan dahi.


Naruto #2 mengintip dibalik celah pintu. Matanya membulat besar dan langsung membuka pintu dengan kasar.


‘’Amura tidak ada di tempat tidur!’’ pekik Tenten.


‘’Mereka berdua menghilang,’’ kata Kiba.


‘’Cih! Sepertinya Kakashi sensei dan yang lainnya tidak sadar kalau yang mereka ikuti adalah bunshin,’’ kata Naruto #2.


‘’Jadi pria itu bisa menggunakan ninjutsu,’’ kata Shino.


‘‘Tapi, bagaimana kau tahu kalau dia Dokter Shinnou yang asli?’’ tanya Neji.


‘’Aku tidak sengaja mendengarnya mengatakan hal ini. Amura, kau cocok menjadi wadah dari Ekor Nol.’’


‘’Apa?!’’ pekik semuanya mendengar ucapan anak itu.


‘’Jadi dia meremehkan kita, ya? Akamaru!’’ seru Kiba yang menyuruh Akamaru membantunya melacak.


Mereka menggunakan formasi yang sama dengan menggunakan Tim Kurenai untuk melacak seperti waktu itu. Karena belum lama meninggalkan rumah tersebut, bau dokter Shinnou sedikit tercium membuat para Genin menuju ke lokasi pria itu.


Di sisi lain, Kakashi dan yang lainnya hanya bersembunyi seperti biasa setelah menunggu dokter Shinnou keluar dari toko.


‘’Pria itu tidak bosan-bosannya pergi ke toko. Memangnya apa yang menarik dengan mengunjungi toko obat setiap hari,’’ gerutu Obito.


‘’Itu hal yang wajar bagi seorang dokter seperti dirinya. Tapi, meskipun mengunjungi toko obat setiap hari, dia tidak pernah keluar sambil membawa belanjaan,’’ kata Kurenai.


‘’Sepertinya ada yang aneh di sini,’’ kata Asuma.


‘’Dia keluar!’’ kata Rin.

__ADS_1


‘’Lagi dan lagi hanya keluar dengan tangan kosong,’’ kata Guy.


Mereka mengikuti dokter Shinnou seperti biasa tanpa memperlihatkan hal yang mencurigakan. Naruto #1 yang menggunakan Sage Jutsu, mengerutkan dahi melihat tubuh dokter Shinnou.


Deg!


Tanpa membuang waktu, Naruto #1 langsung melemparkan kunai ke arah dokter Shinnou membuat yang lainnya melotot.


‘’Naruto! Apa yang kau lakukan?!’’ pekik Kakashi memegang earphone.


Kunai yang dilemparkan ke tubuh dokter Shinnou langsung mengenai pria itu.


Shin!


Semua terkejut melihat tubuh dokter Shinnou tadi menghilang yang ternyata hanya bunshin.


‘’Sial! Kita dikelabui,’’ kata Obito.


‘’Kalau di sini adalah bunshin, maka ... Cih! Kita harus segera kembali ke desa itu!’’ kata Asuma.


......................


Para Genin terhenti saat tiba di ujung hutan tepatnya tepi sungai. Mereka melihat seperti ada bangunan dibalik kabut.


‘’Apakah pria itu membawa Amura ke sana?’’ tanya Choji.


Naruto #2 langsung berlari di atas air. ‘’Kita tidak bisa membuang waktu dattebayo!’’


‘’Dasar, padahal kita belum mengatur strategi, tapi dia bertidak seenaknya seperti biasa. Berusaha mencegahnya juga mustahil karena dia sangat kerasa kepala. Mendokusei,’’ kata Shikamaru.


Mereka menyusul Naruto #2 dan menuju ke bangunan dibalik kabut tersebut.

__ADS_1


__ADS_2