
Para warga langsung membawa Shibuki untuk diobati, sedangkan para kriminal tadi dipantau oleh Tim 7. Tidak lama kemudian, Kakashi muncul setelah ia berhasil kabur dari perangkap musuh.
‘’Jadi, kita apakan kriminal-kriminal ini?’’ tanya Sakura.
Saat itu juga muncul kelompok berjubah hitam, membuat mereka menoleh. Naruto menatap kelompok itu sambil mencari seseorang.
‘’Karena sebagian dari mereka adalah ninja dari desa kami, para kriminal ini akan kami bawa,’’ kata sosok berambut biru.
Kakashi menatap kelompok itu. ‘’Apakah kalian adalah Akatsuki?’’
Tiga sosok dari kelompok itu membuka tudung mereka.
‘’Ya, dan aku adalah Yahiko, pemimpin mereka. Dia adalah Konan dan Nagato, lalu mereka semua adalah rekan kami,’’ kata Yahiko menampakkan diri.
Yahiko menatap ke arah Naruto. Untuk sesaat ia terdiam hingga akhirnya tersenyum.
‘’Kenapa kau memperlihatkan wajah kalian?’’ tanya Kakashi.
‘’Anggap saja kami hanya ingin menyapa kenalan salah satu dari rekan kami,’’ jawab Yahiko.
Naruto mengerutkan dahi. ‘’Bukankah masih ada satu orang yang bersama kalian? Sosok yang memakai jubah merah itu ke mana?’’
Yahiko tersenyum karena mengerti maksud ucapan anak itu. Ia kembali mengenakan tudung sambil rekan yang lainnya membawa para kriminal itu.
‘’Kami tidak bisa membuang waktu. Jadi, sampai berjumpa kembali … Nigou,’’ kata Yahiko.
__ADS_1
Naruto tersentak sambil melihat kepergian kelompok berjubah hitam tadi.
‘’Dia baru saja memanggil Naruto dengan sebutan Nigou. Tapi bagaimana bisa? Bukankah dia dari desa lain?’’ kata Sakura.
Kakashi mamasang raut wajah serius sambil mengingat perkataan Yahiko tadi.
Kenalan dari salah satu rekan, ya? Hm, katanya dalam hati.
Setelah kondisi Shibuki membaik, Tim 7 pun pamit untuk pergi karena misi mereka juga sudah selesai. Shibuki dan yang lainnya membungkuk dan berterima kasih kepada mereka.
Salah satu wanita dewasa memberi Naruto hadiah. ‘’Kau mirip dengan Tuan itu, jadi sebagai tanda terima kasih, aku memberikan ini untukmu.’’
‘’Mirip dengan Tuan itu?’’ tanya Naruto.
‘’Naruto Bocchan dan Tuan yang sudah menyelamatkan kami kedua kalinya sangat mirip. Anda berdua kebetulan selalu menyebutkan kata yang sama di akhir kalimat.’’
‘’Ahaha, arigatou,’’ senyum Naruto.
......................
Di sisi lain, Yahiko dan yang lainnya menatap sosok berambut kuning itu sambil mereka menuju desa Amegakure.
‘’Anak itu mencarimu, kenapa kau tidak menampakkan diri?’’ tanya Nagato.
‘’Padahal dia akan terkejut kalau dia melihatmu,’’ kata Yahiko.
__ADS_1
Sosok berambut kuning hanya tersenyum, membuat ketiga orang itu hanya mengerutkan dahi.
‘’Kau bilang ingin menyelamatkan dua anak yang lainnya, tapi kenapa kau hanya melihat saja?’’ tanya Yahiko.
‘’Kalian melihatnya juga, kan? Pertarungan itu seru, dan sayang sekali kalau kita mengacau,’’ jawab sosok berambut kuning.
‘’Kau sangat mempercayai mereka. Kupikir anak seperti mereka akan kalah,’’ kata Konan.
......................
Konoha
Malam pun tiba. Naruto menatap semua orang di meja makan setelah ia memberitahu keluhannya.
‘’Sekarang katakan apa jawabannya?’’ tanya Naruto.
Kushina dan Minato saling bertatapan, hingga Hinata datang bergabung.
‘’Ayolah, katakan kepadaku. Semenjak aku memakai baju ini, mereka memanggilku nomor dua. Awalnya, kalian juga bereaksi yang sama meskipun aku belum menyadarinya. Sasuke dan Sakura-chan juga tahu hal ini dari orangtua mereka. Lalu, saat misi mengawal Tazuna-san, sosok berjubah merah datang menyelamatkan diriku, dan dia juga mengatakan hal yang sama seperti diriku,’’ kata Naruto.
‘’Mengatakan hal yang sama?’’ tanya Minato menyadari sesuatu.
‘’Dattebayo! Itulah yang dia katakan juga. Tapi, aku tidak bisa melihat wajahnya,’’ kata Naruto.
Dengan cepat Hinata menoleh setelah mendengar ucapan anak itu tadi. ‘’Eh?’’
__ADS_1
‘’Katakan, apakah ada hubungannya dengan baju ini?’’ tanya Naruto.
Kushina menghela nafas. ‘’Sebenarnya, jauh sebelum kau lahir. Minato membawa seorang anak laki-laki dari medan perang.’’