
Naruto #1 berdiri di tengah tanah lapang sambil menyilangkan kedua tangan, menatap ribuan pasukan tentara hantu dari jauh. Hembusan angin malam membuat rumput-rumput dan pepohonan mengikuti arahnya.
‘’Iku zo, Kurama!’’
Tubuhnya langsung diselimuti chakra kuning menyala, yang perlahan membesar memperlihatkan wujud Kyuubi. Rubah sembilan ekor dengan Naruto #1 yang berada di puncak, menatap pasukan tentara tadi.
Jadi bagaimana sekarang?
‘’Aku sebenarnya ingin mengakhirinya dalam sekejap dengan menggunakan Bijuu Dama. Tapi, ledakannya bisa menyapu bersih seluruh tempat ini dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Kenapa harus peduli? Katakan saja padaku, dan aku akan langsung menyelesaikan ini hanya dengan sekali serangan.
‘’Ha? Di sekitar sini ada kuil dan beberapa desa! Kau ingin melenyapkan orang yang tidak bersalah? Dan membiarkanku menanggung dosa itu?’’ tanya Naruto #1.
Kau terlalu banyak bicara.
‘’Nandatou?! Kau pikir karena siapa aku mengomel seperti i—‘’ ucapan Naruto #1 terpotong karena Kurama langsung berlari ke arah pasukan tentara.
‘’O-Oee! Ch-Cho-Chotto Kurama!’’ pekik Naruto #1.
Kau terlalu kaku. Ini bukan pertama kalinya kau menggunakan mode ini.
‘’Tapi dengarkan aku dulu dattebayo!’’ kata Naruto #1.
__ADS_1
Kalau begitu katakan sekarang.
......................
Konoha
Minato yang ternyata masih berada di kantor Hokage, menatap keluar jendela. Tidak lama kemudian, pintu terbuka membuatnya menoleh.
‘’Sandaime-sama, Anda masih belum tidur?’’ tanya Minato.
‘’Yondaime-sama sendiri masih berjaga,’’ kata Sandaime.
‘’Setelah laporan Naruto, aku yakin Empat penguasa dari Lima Negara Besar lainnya juga sedang melakukan persiapan untuk menangani pasukan tentara batu. Tidak tahu kapan tentara itu akan tiba. Jika bencana ini tidak dihentikan, seluruh dunia akan hancur,’’ kata Minato.
......................
Kediaman Minato & Kushina
Hinata #1 menatap langit malam dengan wajah risau. Entah kenapa rasa cemasnya tidak bisa berhenti, dan malah semakin menjadi-jadi. Ia mengepalkan tangan di depan dada. ‘’Naruto-kun….’’
Tidak ingin merasa risau terus, ia berjalan ke dapur untuk minum.
‘’Are? Hinata-chan belum tidur?’’ tanya Kushina yang datang tidak lama kemudian.
__ADS_1
‘’Eh? Ibu sendiri juga belum tidur,’’ kata Hinata #1.
Kushina menghela nafas dengan wajah masam. ‘’Aku tidak bisa tidur setelah Minato memberitahu situasinya dattebane.’’
‘’Aku percaya. Naruto-kun dan yang lainnya pasti akan menyelesaikan masalah ini,’’ kata Hinata #1 menyakinkan diri.
‘’Aku juga berharap seperti itu. Semua orang yang menerima pesan ini pasti juga sedang berjaga,’’ kata Kushina.
Naruto-kun, kata Hinata #1 dalam hati.
......................
Semua orang mendongakkan kepala, melihat pria tadi berubah menjadi makhluk ular raksasa dengan tubuh ungu yang sangat panjang, dan banyak kepala berbasis naga dengan mata merah.
Putri Shion yang melihatnya memasang wajah ngeri dengan tubuh gemetar. Berbeda dengan tuan Yomi yang terlihat seperti kehilangan akal karena saking terkagumnya.
‘’Ah~ subarashii(menakjubkan),’’ kata Tuan Yomi dengan mata melotot.
Iblis Mouryou menatap Naruto #2 yang menggeram dan Putri Shion di sekitar yang terlihat begitu ketakutan. ‘’Satu batu mengenai dua burung sekaligus ... Itu terdengar menarik.’’
‘’Jangan!’’ seru Taruho melihat iblis itu akan menghabisi Naruto #2 dan Putri Shion.
Putri Shion menjerit membuat sebuah cahaya langsung muncul, membuat iblis Mouryou tidak jadi menyerang. Chakra merah yang menyelimuti Naruto #2 perlahan mulai menghilang sedikit demi sedikit, karena cahaya dari lonceng.
__ADS_1
‘’A-Apa yang terjadi?’’ tanya Naruto #2 dengan wajah lemah.