God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 24 Masuk ke Akademi


__ADS_3

"Kau sudah pulang? Bersihkan dirimu dulu baru kita makan malam. Kushina sudah hampir selesai memasak," kata Minato.


Naruto hanya mengangguk dan menuju ke kamar mandi.


10 menit kemudian...


"Anda pulang lebih awal?" tanya Naruto ikut bergabung.


"Masih banyak yang harus aku urus, tapi tidak baik memaksakan diri jadi aku akan melanjutkannya besok," jawab Minato.


Naruto tersenyum karena ia bisa menghabiskan waktu bersama ayah dan ibunya.


"Itadakimasu," ucap semuanya.


Mereka pun berbincang sambil tertawa, dan tidak sadar malam semakin larut.


Minato tersenyum melihat Naruto membantu Kushina, dan mereka sepertinya terlihat menikmati pembicaraan.


"Oh iya, aku sudah bicara dengan Sandaime-sama mengenai Naruto," kata Minato.


"Lalu apa keputusan beliau?" tanya Kushina.


"Awalnya beliau menanyakan kenapa Naruto menolak semua hal itu dan memilih tinggal bersama kita. Tapi, aku sudah menjelaskannya secara baik-baik dan Sandaime-sama menerimanya," kata Minato.


"Selain itu, mulai besok Naruto akan masuk ke akademi," kata Minato.


"Hee~ sungguh? Kalau begitu Naruto harus segera tidur agar dia tidak bangun kesiangan," kata Kushina.


Minato tersenyum. "Benar, Naruto? Lebih baik kau istirahat saja."


Naruto pun mengambil selimut lalu menuju ke ruang tamu. "Oyasumi."


Minato dan Kushina tersenyum. "Oyasumi."


......................


Pagi pun tiba. Minato yang sudah selesai menoleh ke belakang.


‘’Kushina? Apakah kau sudah selesai?’’ tanya Minato yang menunggu.

__ADS_1


‘’Tunggu sebentar! Aku harus memastikan penampilan Naruto sempurna dan tidak ada kekurangan sedikit pun,’’ kata Kushina.


Minato yang mendengarnya hanya tersenyum kaku.


......................


Semua membungkuk memberi hormat saat melihat Minato dan Kushina berjalan bersama Naruto.


‘’ItuYondaime-sama, ayo berikan salam,’’ kata salah satu warga.


‘’Tidak perlu seperti itu, kenapa kalian selalu membungkuk? Aku tidak terbiasa,’’ kata Minato.


‘’Itu karena kau sudah menjadi Hokage, jadi mereka hanya menyampaikan rasa hormat mereka,’’ kata Kushina.


‘’Hehe, tapi….’’


‘’Tidak usah protes, lebih baik kita harus segera sampai di akademi,’’ kata Kushina.


Minato hanya tersenyum. ‘’Naruto yang akan masuk ke akademi, kenapa kau yang malah bersemangat?’’


Terukir senyuman di bibir Naruto. Mungkin itu adalah pemandangan yang akan ia lihat jika saja kedua orangtuanya masih hidup.


......................



Karena kedatangan Minato secara langsung membuat semua orang di akademi terkejut. Mereka menyambut kedatangan sang Hokage bersama istrinya. Tidak lupa, Minato dan Kushina secara langsung mengantar Naruto ke kelas.


Kelas


‘’Baiklah, pelajaran untuk hari ini ada—‘’ ucapan pria itu terpotong saat pintu kelas bergeser.


Deg!


Matanya membulat besar melihat sosok yang datang itu, membuatnya spontan membungkuk. ‘’Yondaime-sama, Kushina-sama.’’


‘’Maaf, kalau aku mengganggu waktumu Sensei,’’ kata Minato.


‘’Ti-Tidak sama sekali Yondaime-sama. Aku tidak menyangka dengan kedatangan Anda,’’ kata sensei.

__ADS_1


‘’Kami datang untuk membawa Naruto,’’ kata Kushina.


Sensei menatap Naruto. ‘’Naruto? Oh, apakah dia anak yang dimaksud Sandaime-sama?’’


Minato mengangguk, membuat sensei memanggilnya untuk perkenalan diri.


Naruto berdiri di tengah dan menatap semua orang. Rasanya ia bernostalgia sekali lagi dengan masuk ke akademi. Naruto seperti melihat bayangan dirinya bersama yang lainnya sedang bermain seperti biasa waktu itu.


‘’Halo, namaku Uzumaki Naruto! Suatu saat nanti aku akan menjadi seorang Hokage dattebayo!’’ kata Naruto penuh semangat.


Semua orang terbelalak terutama Minato, Kushina dan Iruka sensei.


Uzumaki? Itu berarti dia berasal dari klan yang sama dengan Kushina-sama, kata Iruka sensei dalam hati.


‘’Kau dengar itu? Dia baru saja menyebut klan Uzumaki.’’


‘’Bukankah Kushina-sama juga berasal dari klan Uzumaki?’’


‘’Tapi kenapa rambutnya berwarna kuning? Seharusnya rambut anak itu warna merah.’’


‘’Aku dengar Yondaime-sama menemukannya di medan perang dan dia dibawa kemari.’’


‘’Medan perang? Kenapa ada anak-anak ada di tempat seperti itu?’’


‘’Jangan-jangan dia dari pihak musuh.’’


Naruto yang mendengarnya hanya menunduk, membuat Kushina dan Minato menatapnya dengan iba.


‘’Mulai sekarang, mereka semua akan menjadi teman-temanmu, jadi bersikap ramahlah dengan mereka,’’ kata Minato.


‘’Naruto, kau juga harus ingat dengan apa yang sudah aku katakan kepadamu pagi tadi. Jangan mengganggu atau menciptakan masalah,’’ kata Kushina.


Naruto mengangguk membuat Kushina dan Minato tersenyum.


‘’Kalau begitu, kami pergi dulu,’’ kata Minato.


‘’Baiklah Yondaime-sama, kami akan menjaga Naruto dengan baik,’’ kata salah satu guru.


‘’Hei, hei, bukan menjaga tapi mendidik, meskipun kalian memang harus menjaganya,’’ kata Kushina.

__ADS_1


‘’I-Iya Kushina-sama.’’


__ADS_2