God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 232 Janji


__ADS_3

‘’Kupikir yang datang adalah salah satu Sannin karena bisa mencapai tempat ini,’’ kata Hiruko.


Naruto #1 memasang wajah sendu sambil menyuruh Hiruko untuk berhenti. Tapi, pria itu tetap berpegang teguh pada keputusannya.


‘’Aku tidak akan membiarkanmu memulai Perang Dunia Shinobi Keempat, dan berusaha menaklukkan dunia ini sebelum gerhana matahari tiba,’’ kata Naruto #1.


Hiruko menoleh dengan mata melotot. ‘’Kau selalu tahu seperti biasa.’’


‘’Itu karena tidak ada yang mengenalimu lebih baik diriku dattebayo,’’ kata Naruto #1.


Flashback on


Hiruko yang berlari langsung terjatuh ke tanah dengan nafas terengah-engah. Jiraiya, Tsunade dan Orochimaru yang melihatnya, memberi semangat untuk tidak menyerah. Ia adalah teman dekat dari para Sannin. Namun, karena terlahir dengan tubuh lemah, membuatnya tidak bisa menggunakan ninjutsu manapun layaknya seorang ninja.


Untuk mengatasi kelemahan fisiknya, ia menenggelamkan diri dalam penelitian, dan mencoba teknik menjadi tubuh yang sintetis, Chimera. Selama Perang Dunia Shinobi Ketiga terjadi, pertempuran di Jembatan Kannabi adalah yang paling dashyat, dari semua pertempuran.


‘’Ah mataku!’’ ringis Kakashi.


Syut!


‘’Bagaimana bisa? Kau seharusnya tidak bisa melihatku,’’ kata salah satu ninja Iwagakure yang menerima tikaman dari Obito.


Keduanya bertarung dengan Kakko untuk menyelamatkan Rin. Namun, gua tiba-tiba runtuh membuat ketiga anak tadi bergegas keluar.

__ADS_1


‘’Rasengan!’’


Hiruko terkejut karena kemunculan sosok anak berambut kuning misterius. Anak itu bahkan mengalahkan pasukan Iwagakure seorang diri, serta menjadi alasan kemenangan ninja Konoha atas Jembatan Kannabi. Di hari itu juga, empat pahlawan terlahir dengan kisah mereka yang menjadi legenda.


Salah satu yang menjadi perhatian Hiruko adalah Kakashi yang telah menerima garis keturunan terakhir dari Uchiha Obito yaitu sharingan. Saat itulah ia menemukan orang terakhir dari kelima ninja garis keturunan terakhir Kekkei Genkai.


Dengan Teknik Chimera, Hiruko akan menggabungkan diri dengan kelima ninja tersebut sehingga menjadi kuat seperti para Sannin. Tapi, Sandaime mengetahui penelitiannya dan mengutus para Sannin untuk membunuhnya.


Hal itu membuat Hiruko melarikan diri dan dicap sebagai ninja pelarian. Meski begitu, ia tetap mengetahui kondisi Konoha melalui Kakashi yang sudah ia beri tanda segel. Melihat kehebatan Naruto #1 yang setara dengan Sandaime dan Minato, membuatnya iri karena semua yang ia inginkan ada pada anak itu. Ia menyesal karena tidak memilih Naruto #1 sebagai orang kelima.


Di saat bersamaan, anak berambut kuning itu meninggalkan desa dengan alasan diberi misi khusus. Hiruko mengutus ketiga pengikutnya untuk memantau Naruto #1. Salah satu ninja ANBU diutus untuk membunuhnya, tapi Naruto #1 berhasil lolos meski terjatuh dari jurang.


Kabarnya yang berada di Amegakure, membuat Hiruko pergi menemuinya. Naruto #1 dan ketiga anak seumurannya sedang memancing ikan di sekitar. Namun, Naruto #1 kebelet pipis membuatnya pergi sebentar di sekitar hutan.


Begitu selesai buang air kecil, Naruto #1 berbalik dan langsung terjatuh. ‘’Wah! Ossan mengangetkanku dattebayo.’’


Naruto #1 menatap pria dewasa yang berdiri di depannya. Cukup lama ia memandangi pria berambut putih itu, sampai akhirnya tersadar akan sesuatu. ‘’Aa! Kau ninja pelarian yang kami lawan waktu itu, kan?’’


Hiruko sedikit terkejut. ‘’Apa kau bisa meramalkan masa depan?’’


Naruto #1 tersentak sambil membengkap mulutnya. Harus berapa kali ia selalu keceplosan seperti itu.


Namun, semenjak kejadian itu, mereka berdua selalu bertemu di waktu tertentu.

__ADS_1


‘’Aku iri padamu Naruto. Di umurmu yang muda seperti ini, kemampuanmu bahkan di atas para Sannin dan setara dengan Hokage,’’ kata Hiruko.


‘’Mendapatkan hasil yang besar seperti ini juga membutuhkan usaha yang besar dattebayo. Paman adalah teman dekat dari para Sannin, kan? Aku berjanji akan membawa Paman ke tempat yang setara dengan mereka,’’ kata Naruto #1.


Seperti yang dikatakannya, ia berusaha menuntun Hiruko ke jalan yang benar. Bahkan tidak bosan untuk mengingat Hiruko agar tidak menyerah. Sedikit demi sedikit, mulai terlihat harapan dari Hiruko. Naruto #1 benar-benar tidak menyerah sampai pria itu bisa menggunakan ninjutsu.


Hiruko mulai tersentuh karena ketulusan Naruto #1. Ia bahkan mengundang anak itu untuk ikut bersamanya. Tapi Naruto #1 menolak karena harus melakukan sesuatu yang penting demi dunia ninja.


‘’Naruto, kau akan tetap menjadi temanku, kan?’’ tanya Hiruko.


‘’Iya, tapi sebelum itu, berjanjilah untuk tidak berubah Hiroku-san,’’ kata Naruto #1.


‘’Heh, yang benar itu Hiruko,’’ kata Hiruko.


Ia tersenyum membuat Naruto #1 juga ikut tersenyum.




Keduanya telah membuat janji sebagai teman sejak hari itu.


Flashback off

__ADS_1


‘’Kenapa kau melanggar janji pertemanan kita?’’ tanya Naruto #1.


Mata Hiruko memicing. ‘’Kaulah yang sudah melanggar janji hari itu.’’


__ADS_2