
"Ada apa Naruto?" tanya Minato.
Naruto menunduk membuat Kushina dan Minato saling bertatapan bingung.
"Hei, ke mana sisi cerewetmu barusan?" tanya Kushina.
"Aku tidak mau menerima apartemen yang diberikan kakek ah maksudku Sandaime-sama," kata Naruto.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Apakah masih ada yang kurang?" tanya Minato.
Naruto menggigit bibir bawahnya lalu menggeleng.
"Lalu kenapa kau menolaknya? Sandaime-sama sudah memastikan kebutuhanmu," kata Kushina.
"Bisakah aku tinggal bersama kalian?" tanya Naruto dengan wajah sendu.
Kushina dan Minato saling bertatapan tidak percaya.
"Tapi Naruto," tatap Kushina bingung.
"Wakatta," kata Minato.
Naruto dan Kushina menoleh ke arah pria itu.
Minato tersenyum. "Aku akan membicarakannya kepada Sandaime-sama."
Kushina hanya menghela nafas disertai senyuman. Naruto yang melihatnya merasa senang.
"Sungguh? Aku bisa tinggal bersama kalian?" tanya Naruto.
"Yondaime Hokage sudah mengatakannya barusan, kan?" senyum Kushina.
__ADS_1
"Arigatou," bungkuk Naruto.
"Douitashimashite," senyum Kushina dan Minato.
Kushina kembali menatap suaminya. "Kalau begitu kami berdua duluan. Jangan terlalu kelelahan, ingat kesehatanmu juga. Jangan dipaksakan kalau memang kau sudah lelah."
"Ini baru hari pertama, tapi aku berterima kasih atas perhatianmu. Kau juga harus menjaga kesehatanmu, mungkin waktu kita tidak banyak seperti dulu lagi," kata Minato.
"Aku tahu, kau telah memiliki tanggung jawab atas seluruh desa. Aku akan selalu mendukungmu," senyum Kushina.
Minato tersenyum lembut. "Arigatou."
"Douitashimashite. Shitsurei shimasu(Permisi)," kata Kushina.
Setelah pintu kantor Hokage tertutup, Minato menghela nafas disertai senyuman.
......................
Kushina dan Naruto pun tiba di rumah. "Ojamashimasu."
Aku masih tidak percaya, kalau aku akan tinggal bersama mereka. Apakah ini mimpi? Ya, aku tidak peduli ini mimpi atau bukan. Aku hanya merasa sangat bahagia bisa tinggal di sini, kata Naruto dalam hati.
Kau terlalu terbawa perasaan.
Apa yang kau katakan Kurama? Aku benar-benar bersyukur bisa ada di posisi ini.
Kita masih belum tahu apa yang terjadi di sini. Bagaimana jika kau akan kembali ke masa depan setelah menyelesaikan masalah di sini?
Kalau bisa memohon, aku tidak ingin kembali ke masa depan, sebab semua orang yang aku sayangi ada di sini, terutama dirimu Kurama.
Setelah itu, Kurama tidak bicara lagi. Kushina yang melihat tingkah Naruto barusan, mengerutkan dahi.
__ADS_1
"Naruto, apakah kau lapar? Kenapa kau terus melihat perutmu?" tanya Naruto.
Deg!
Naruto tersentak karena Kushina memantaunya dari tadi. "Ah? Ahaha, maaf."
"Dasar, kalau begitu aku akan memasak. Kau bersihkan dirimu, kamar mandinya ada di sebelah sana. Setelah kau selesai, kita makan malam dattebane," kata Kushina.
Naruto sedikit terbelalak. Ia baru ingat kalau ibunya juga memiliki ciri khas seperti dirinya.
"Aku mengerti dattebayo," kata Naruto keceplosan.
Kushina terbelalak mendengar hal itu. Tak lama kemudian, ia terkekeh pelan.
......................
Naruto pun menuju ke kamar mandi.
"Ne Kurama, aku ingin bertanya sesuatu," kata Naruto.
Kau ingin menanyakan apa lagi? Bukankah kau mengetahui segalanya?
Wajah Naruto langsung kusut, membuat Kurama menikmati hal itu.
Tanyakan!
"Sekarang ini ibu adalah seorang Jinchuriki, kan?" tanya Naruto.
Hm, lalu?
"Berarti Kurama yang lainnya juga ada di dalam tubuh ibu saat ini," kata Naruto.
__ADS_1
Hei, apa maksudmu Kurama yang lain? Cuma ada satu Kurama, yaitu Kurama-sama ini! Yang lainnya itu hanyalah perwujudan lain dari diriku.
"Puff, baiklah, baiklah, Kurama-sama. Aku hanya penasaran, apakah Kyuubi yang ada di dalam perut ibu menyadari keberadaanmu di dalam diriku," kata Naruto.