God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 52 Pergi


__ADS_3

‘’Sebelumnya, saya minta maaf karena menolak semua fasilitas yang Sandaime-sama berikan kepadaku. Saya tidak bermak—‘’


‘’Aku tahu. Kau sudah memperlihatkan kemampuanmu maka dari itu, kami mengutusmu untuk misi rahasia ini. Semoga kau berhasil bertahan di luar sana,’’ kata Sandaime.


Naruto mengangguk dan membungkuk sebelum pergi.


‘’Yosh, itte kimasu(aku berangkat),’’ kata Naruto berjalan pergi.


Meskipun tidak ada yang tahu misi apa sebenarnya yang diberikan kepada Naruto sampai anak itu diutus sendirian dengan waktu yang lama, mereka hanya berharap semoga anak itu baik-baik saja.


‘’Naruto!’’ teriak Kushina membuat anak itu berhenti tanpa berbalik.


Semua menoleh ke arah wanita itu terutama Minato. Tangan Kushina mengepal di depan dadanya.


‘’Kita akan bertemu dan kembali berkumpul sebagai keluarga. Berjanjilah kau akan hidup sampai hari itu tiba!’’


Deg!


Naruto tersentak. Ia hanya memejamkan mata sambil tersenyum. ‘’Ha(iya). Aku berjanji.’’


Anak itu berbalik sambil menodongkan tos ke arah mereka. ‘’Saat itu, aku juga pasti telah menjadi Hokage.’’


Semua tersentak terutama Kushina dan Minato. Sandaime hanya menghela nafas disertai senyuman.

__ADS_1


‘’Itte irasshai(Hati-hati),’’ kata Kushina terharu yang melihat Naruto sudah berjalan pergi.


Setelah memastikan kepergian Naruto, salah satu shinobi datang melapor ke sebuah tempat.


‘’Baru saja, Naruto sudah meninggalkan desa untuk pergi menjalankan misinya,’’ lapor shinobi itu.


......................


Kediaman Minato & Kushina


Kedua pasangan itu tiba di kediaman. Saat masuk ke dalam, entah kenapa mereka melihat bayangan Naruto menyambut mereka. Naruto yang sedang duduk di sofa, Naruto yang sedang membantu menyiapkan makan malam, Naruto yang tersenyum setelah membersihkan dirinya. Rasanya, setiap sudut rumah dipenuhi bayangan Naruto.


‘’Naruto,’’ sedih Kushina.


‘’Padahal pekerjaan rumah menjadi lebih cepat karena ada dirinya dattebane. Tapi, kau dan Sandaime-sama membuatnya pergi dari sini,’’ kata Kushina.


‘’Kau bisa menuduhku sesuka hatimu. Tapi, apa yang aku lakukan bersama Sandaime-sama, percayalah ini semua demi kebaikan Naruto,’’ kata Minato.


Wajah Kushina semakin sendu. Matanya langsung berkaca-kaca. ‘’Hiks, Naruto. Kenapa? Kenapa aku sangat merasa terluka melihat Naruto pergi? Padahal, kami tidak memiliki hubungan darah, tapi di sini sangat sakit.’’


‘’Bukan kau saja, aku juga merasakan hal yang sama. Entah kenapa, aku merasa Naruto sangat berharga bagi kita berdua. Meskipun, aku menemukan anak itu di medan perang,’’ kata Minato.


‘’Hiks, aku sangat mencemaskan Naruto. Bagaimana kalau ada yang ingin menyerangnya?’’ tanya Kushina yang masih terisak.

__ADS_1


Minato mengusap air mata istri tercintanya itu. ‘’Kenapa kau berpikir seperti itu? Naruto itu shinobi yang kuat, apakah kau tidak mempercayainya?’’


‘’Naruto memang kuat. Tidak ada yang menyerangnya itu karena dia berada di bawah pengawasan kita berdua. Tapi, sekarang dia sendirian dattebane,’’ kata Kushina.


‘’Aku mempercayai kemampuan putraku,’’ kata Minato.


Deg!


Kushina tersentak mendengar ucapan suaminya. Setelah itu, ia baru tersadar. Akhirnya rasa cemas yang menyerangnya tadi, perlahan-lahan menghilang. Terukir senyuman di bibirnya. ‘’Benar juga. Aku seharusnya percaya kepada putraku sendiri. Saat itu dia berkata akan menjadi Hokage di pertemuan kita kembali. Ya, aku menantikan hari itu tiba dattebane.’’


Minato yang melihat Kushina kembali tenang, hanya tersenyum.


......................


Di sisi lain, tampak sosok di balik kegelapan yang sedang duduk di kursinya, setelah shinobi tadi datang.


‘’Haa, anak itu sudah pergi, ya? Akhirnya … Dia adalah ancaman bagiku untuk meraih posisi Hokage. Naruto diberi misi rahasia meskipun aku tidak tahu apa itu. Yondaime-sama dan Hiruzen menyembunyikan sesuatu, tapi tidak apa-apa. Aku tidak peduli kapan anak itu pulang, akan lebih baik dia tidak kembali lagi ke desa ini. Kita tidak bisa mendekatinya karena dia berada di bawah pengawasan Si Kilat Kuning dan Si Habanero Berdarah, tapi kali ini anak itu sendirian.’’


Shut!


Tiba-tiba muncul salah satu shinobi di sampingnya sambil bersujud. ‘’Apa perintah Anda Tuan?’’


Sosok di balik kegelapan itu memicingkan mata. ‘’Pergi dan lenyapkan Naruto untuk selamanya!’’

__ADS_1


__ADS_2