
Temujin tersenyum remeh. ‘’Setelah mendengarnya, aku membuat keputusan. Aku akan mendapatkan batu itu apa pun yang terjadi.’’
‘’Kau benar-benar ingin dihajar, ya? Kekuatan itu tidak terkendali dan berada di luar kemampuan manusia. Tidak seharusnya kau mengambil batu itu dattebayo!’’ kesal Naruto #2.
‘’Guru Haido akan menggunakannya dengan cara yang benar. Saya ingin memenuhi harapan, keinginan dan cita-cita beliau, yaitu dunia damai tanpa perang. Tidak peduli berapa banyak pengorbanan yang harus dilakukan,’’ kata Temujin.
Naruto #2 berdecih. ‘’Temee! Kau ini keras kepala sekali!’’
‘’Beritahu siapa orang yang kau maksud itu! Aku tahu dia mengetahui lokasi Batu Gelel,’’ kata Temujin.
Shikamaru yang menyadari orang yang dimaksud kedua anak itu hanya memicingkan mata. ‘’Jangan-jangan….’’
‘’Humph! Kau tidak akan bertemu dengannya sebelum aku menyadarkan dirimu!’’ kata Naruto #2.
Temujin berdecih dan langsung menghunuskan pedang ke leher tuan Kahiko. ‘’Tidak masalah, orang itu tidak ada. Tapi, kakek ini juga banyak tahu.’’
Push!
Bom cahaya langsung menyilaukan semua pandangan orang. Temujin menggunakan kesempatan itu untuk membawa tuan Kahiko kabur.
‘’Ck! Sejak awal dia hanya berpura-pura,’’ kesal Naruto #2.
‘’Ini semua gara-gara dirimu. Kita diperintahkan untuk menahannya di sini. Tapi kau mengacaukannya,’’ kata Sasuke.
‘’Emina-san, di mana tambang itu berada?’’ tanya Sakura.
__ADS_1
‘’Maaf. Hanya kakek yang tahu tempatnya,’’ jawab Emina.
‘’Jika saja Kakashi sensei ada di sini. Kita bisa menggunakan anjing ninja-nya untuk melacak. Mendokusei,’’ kata Shikamaru.
Sasuke langsung menoleh ke arah musang yang terlihat seperti melacak sesuatu.
......................
Naruto #2 dan yang lainnya mengikuti musang yang menuntun mereka ke bangunan layaknya kerajaan yang sudah hancur. Mereka lompat dan menyusuri koridor bangunan layaknya sebuah labirin.
‘’Sebenarnya arah tujuan kita ini mau ke mana?’’ tanya Sakura.
‘’Aku juga bingung,’’ kata Shikamaru.
‘’Oee Sasuke! Ini adalah idemu untuk mengikuti musang itu pergi. Jika kita tiba di tempat yang salah, maka aku akan menghajarmu dattebayo,’’ kata Naruto #2.
Tiba-tiba terlihat sebuah cahaya, membuat mereka bergegas. Namun, begitu tiba diujung, keempat anak itu terjatuh. Beruntung, tangan Shikamaru berhasil memegang ujung lantai batu tadi, membuat mereka berempat saling bergelantungan dengan cara memeluk pinggang. (Shikamaru-Sasuke-Sakura-Naruto #2)
Naruto #2 lebih dulu memanjat ke atas disusul Sakura dan yang lainnya. Keempat anak itu tidak sengaja melihat Temujin dan tuan Kahiko dari bawah, sehingga mereka mengikutinya.
......................
Temujin dan tuan Kahiko tiba di sebuah ruangan besar yang isinya altar raksasa menyerupai semanggi berdaun tiga.
‘’Tunggu!’’
__ADS_1
Kedua orang tadi menoleh dan melihat Naruto #2 dan yang lainnya menyusul.
‘’Jadi kalian memang mengetahui tempat ini. Berarti orang itu juga ada di sini,’’ kata Temujin.
Sisi bangunan yang mereka tempati langsung hancur dengan munculnya sebuah kapal. Naruto #2 yang melihat sosok pria besar dengan dua wanita berjubah di belakangnya, melontarkan tatapan tidak suka.
Temujin langsung bersujud dan memberitahu kalau tambang gelel ada di sisi bawah altar tersebut. Guru Haido berterima kasih dan meminta maaf karena sering memberinya masalah. Kini utopia mereka sudah tiba di depan mata.
‘’Jadi dia pemimpin para berjubah itu,’’ tatap Sasuke.
‘’Mokuton : Sashiki no Jutsu!’’
Tembakan kayu layaknya proyektil mengenai kapal udara tadi dan langsung mengakar, membuat kapal udara itu hancur.
‘’Apa?!’’ pekik Guru Haido dan yang langsung melompat.
‘’Shiden!’’
Melihat serangan tersebut membuat Guru Haido langsung membuat pertahanan. Hingga akhirnya Kakashi dan Obito muncul.
‘’Dia menangkis seranganku,’’ kata Kakashi.
‘’Tidak masalah. Lagi pula, kapal udara mereka sudah hancur. Mereka tidak akan melarikan diri,’’ kata Obito.
Guru Haido memasang wajah kusut karena mendapat serangan tiba-tiba. Kakashi langsung menoleh ke arah keempat anak tadi.
__ADS_1
‘’Kita sudah menyusunnya. Tapi gara-gara kalian, kami terpaksa merubah rencana,’’ kata Kakashi.