God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 180 Pulau Bulan Sabit


__ADS_3

Hikaru yang terprovokasi dengan ucapan Naruto #2, mengusap air matanya. ‘’Aku bukan sampah!’’


Ia pun keluar dan melihat semua orang mengevakuasi hewan-hewan dan barang bawaan.


Kapal laut terombang-ambing dengan derasnya hujan turun beserta angin kencang. Dengan sekuat tenaga, Hikaru menghampiri kandang Chamu dan Kiki. Ia pun memutar kunci dan membuka pintu kandang, sehingga harimau bergigi taring bersama seekor monyet tadi keluar.


Naruto #2 yang melihatnya tidak percaya. ‘’Aitsu….’’


Kapal kembali menjadi tidak seimbang. Hantaman ombak yang begitu kuat menyapu Hikaru. Chamu langsung berlari menariknya, akan tetapi badai terlalu kuat, membuat mereka ikut terseret.


Naruto #2 langsung melakukan segel tangan dan membuat banyak kloning. Ia bergelantungan untuk menangkap Hikaru, Chamu dan Kiki, lalu membawa mereka kembali naik.


......................


Keesokan harinya…


Naruto #2 dan Hikaru saling meminta maaf satu sama lain. Hikaru sebenarnya ingin memiliki teman, tapi caranya menunjukkan itu salah. Hal ini membuat Naruto #2 dan yang lainnya menghela nafas.


Jika saja Hikaru mengatakannya dengan jujur, maka semuanya tidak perlu rumit. Kelima anak itu saling mengaitkan jari kelingking sambil berjanji.


‘’Oee Sasuke! Kau juga harus ikut dattebayo,’’ kata Naruto #2 menarik pria uchiha itu.


Hikaru begitu senang karena akhirnya memiliki teman yang selama ini ia impikan.


......................

__ADS_1


Di sisi lain, Obito keluar sambil meregangkan tangannya. ‘’Wah, badai kemarin malam parah juga. Tapi, untunglah tidak ada korban jiwa.’’


Naruto #1 menoleh. ‘’Kau benar. Gara-gara kelompok bandit itu, kita jadi terlambat pulang dan berurusan dengan badai di tengah malam dattebayo.’’


‘’Desa itu sudah tentram dengan artian misi kita telah selesai. Ah~ aku jadi tidak sabar bertemu Rin,’’ kata Obito.


Pandangan Naruto #2 mengarah ke sebuah pelabuhan yang tidak jauh. ‘’Misi kita sudah selesai, kan? Bagaimana kalau kita bersantai sebentar?’’


Obito yang mengerti dengan maksud sosok berambut kuning di depannya, menoleh ke arah sebuah pulau. ‘’Kalau tidak salah, di sekitar sini ada Pulau Bulan Sabit.’’


Senyuman langsung terukir di bibir Naruto #1. ‘’Daripada bertemu Rin, bisa saja kita akan menerima kejutan di sini dattebayo.’’


‘’Kejutan? Apa maksudmu? Apakah kita akan di sambut meriah?’’ tanya Obito mengerutkan dahi.


......................



Kakashi dan yang lainnya pun mengawal kereta Pangeran Michiru yang menyusuri kota.


‘’Aneh, jalan ini seharusnya sangat ramai. Tidak ada satu pun orang di sini,’’ bingung Pangeran Michiru.


Bahkan setelah mereka tiba di istana, situasi begitu sepi tanpa sebuah perayaan.


‘’Tidak ada satu pun orang yang menyambut kita?’’ bingung Pangeran Michiru dengan wajah sedih.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, muncul sosok pria besar dari balkon lantai dua, yang dikawal pria kurus.



‘’Shabadaba!’’ sapa Pangeran Michiru langsung senang.


‘’Michiru-dono, aku harap kau menikmati perjalananmu. Hikaru-dono juga selamat,’’ kata Shabadaba.


Pangeran Michiru berterima kasih atas perhatiannya. ‘’Tapi, kenapa kota sangat aneh. Apakah terjadi sesuatu?’’


Melihat Shabadaba hanya diam meskipun terus dipanggil oleh Pangeran Michiru, membuat Sasuke menyadari sesuatu.


Sasuke langsung berdiri di depan Pangeran Michiru. Saat itu juga, pasukan sudah muncul dan mengepung mereka.


‘’Raja sudah mati. Mulai sekarang, aku akan menguasai negeri ini. Itu sebabnya, kau yang sebagai Pangeran, hanya merusak pemandangan. Bunuh mereka!’’ kata Shabadaba.


Sasuke langsung menyerang, disusul yang lainnya. Sakura melompat dan melemparkan bom asap. Kakashi menggunakan kesempatan itu untuk menyuruh Pangeran Michiru dan anaknya menaiki kereta.


Namun, beberapa prajurit berhasil mencegah kereta tersebut, dan hendak menyerang. Dari arah berlawanan, datang mobil besi memberi bantuan.



Shabadaba yang melihat kedatangan orang itu langsung menggertak gigi. ‘’Itu Korega, kan? Dia adalah penghianat! Bunuh dia!’’


‘’Apa yang kau katakan? Penghianat sebenarnya adalah kau sendiri!’’ teriak Korega menangkis serangan.

__ADS_1


__ADS_2