
Sakura diberi perintah untuk berjaga di rumah sambil Kakashi dan yang lainnya mengawal Tazuna yang akan menuju ke Negeri Bumi. Akan tetapi di tengah perjalanan, mereka diserang.
‘’Ninja Kirigakure lagi? Siapa kau?’’ tanya Kakashi menatap ninja berpedang.
‘’Momochi Zabuza.’’
‘’Hm~ tapi yang kali ini berbeda dattebayo,’’ kata Naruto melihat Zabuza.
‘’Apakah dia pembunuh bayaran yang diutus lagi?’’ tanya Sasuke.
‘’Dia mirip dengan Kakashi Sensei,’’ kata Naruto polos.
‘’Ha? Dari mana miripnya denganku?’’ tanya Kakashi tidak terima.
Naruto menuju kedua pria itu dengan wajah datar. ‘’Kalian sama-sama menggunakan masker.’’
Zabuza langsung menyerang, membuat ketiga orang tadi menyebar karena menghindar. Kakashi melawannya dengan bantuan Naruto dan Sasuke yang menggunakan sharingan.
Zabuza kalah telak, dan Kakashi yang hendak menghampirinya terhenti saat sosok bertopeng muncul dan membawa Zabuza pergi.
‘’Mereka kabur!’’ pekik Naruto.
Kakashi menatap kepergian dua orang tadi. Sebagai persiapan serangan lain dari Zabuza, membuatnya mengambil keputusan untuk melatih Naruto, Sasuke dan Sakura setelah mereka kembali.
Akibat kekalahan Zabuza dari Kakashi, membuatnya mendapat hinaan habis-habisan dari Gato. Hal itu membuat ninja bertopeng hilang kesabaran dan mematahkan lengan Gato yang ingin menyentuh Zabuza.
__ADS_1
Shinobi pengawal Gato pun tidak berkutik melihat itu. Ninja bertopeng itu berjalan pergi sambil Zabuza menyusul.
‘’Kalau begitu, aku akan turun langsung bersamamu,’’ kata ninja bertopeng.
......................
Keesokan harinya…
Kakashi, Sasuke, Sakura dan Tazuna berangkat ke jembatan, meninggalkan Naruto yang tidur terlelap dan menunggu anak itu akan menyusul dengan sendirinya. Namun, setelah tiba di jembatan, mereka menemukan Zabuza dan ninja bertopeng menyerang para pekerja.
‘’Sudah kuduga, dia pasti akan kembali,’’ kata Kakashi.
Ia dan Zabuza pun kembali terlibat pertarungan, sedangkan Sasuke dan Sakura melawan ninja bertopeng.
Sementara itu di rumah Tazuna, kedua samurai pengawal Gato datang untuk menghabisi keluarga Tazuna.
Kaiza hendak melindungi istri dan anaknya tapi ia sudah dibuat tumbang. Tsunami juga dilukai dan tidak sadarkan diri. Kedua samurai itu hendak membunuh ketiga orang tadi sekaligus.
‘’Rasengan!’’
Push!
Naruto terbelalak saat melihat Inari menangis ketakutan di antara kedua orangtuanya yang tidak sadarkan diri. Ia kembali menatap kedua samurai tadi.
‘’Teme! Kalian berniat menghabisi mereka semua, apakah kalian tidak memiliki belas kasih?!” seru Naruto.
__ADS_1
‘’Dia salah satu di antara mereka. Kalau begitu anak ini juga dibunuh saja.’’
......................
Jembatan
Ninja bertopeng menatap kedua anak di depannya. ‘’Sairento Kiringu!’’
Sakura dan Sasuke berjaga di depan Tazuna setelah ninja bertopeng tadi menghilang saat kabut tebal muncul memenuhi sisi jembatan.
‘’Sasuke-kun,’’ kata Sakura berjaga.
‘’Jangan lengah,’’ kata Sasuke yang juga berjaga.
Cih, dia menghilang di antara kabut ini. Benar-benar merepotkan, kata Sasuke dalam hati.
Tanpa terduga, belasan jarum muncul dari sisi lain dan akan menyerang Tazuna.
‘’Sasuke-kun!’’ seru Sakura karena Sasuke menerima serangan itu dengan telak.
‘’Dari mana jarum-jarum ini datang?’’ tanya Sakura sangat cemas.
Sakura bangkit dan berdiri di depan Tazuna. Ia mengeluarkan kunai sambil berjaga. ‘’Keluar! Aku akan melawanmu! Berhenti bersembunyi seperti ini!’’
__ADS_1
Serangan yang sama muncul dan menyerang Sakura namun Sasuke menolongnya dan menarik Tazuna untuk menghindar.
Sairento Kiringu, adalah teknik membunuh yang sangat mengejutkan. Saat aku menggunakan jurus ini, tidak akan ada suara apa pun terdengar. Kabut akan menutupi tindakanku dan sulit melihat dengan cara apa aku membunuh korban. Tapi, aku tidak bisa membunuh kalian tanpa alasan, karena prioritas kami adalah Tazuna, kata ninja bertopeng dalam hati.