God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 112 Muncul Kembali


__ADS_3

Semuanya kembali ke atas bersama kedua bocah tadi.


‘’Kenapa satu orang itu selalu saja berpisah dengan kalian?’’ tanya Naruto.


‘’Sudah kubilang, kami selalu membagi dua tim untuk mengatasi bagian masing-masing. Aku tidak tahu dia sedang mengurus apa, tapi aku yakin, dia akan menyelesaikannya seperti biasa,’’ kata Yahiko.


Naruto hanya menghela nafas. ‘’Aa sou ka?’’


‘’Kau segitunya ingin sekali bertemu dengannya?’’ tanya Konan.


‘’Tentu saja. Aku ingin memastikan sesuatu darinya dattebayo,’’ kata Naruto.


Trio Amegakure terkikik membuat yang lainnya hanya bingung.


‘’Kalau begitu, bersiaplah terkejut saat bertemu dengannya di lain waktu. Kami tidak bisa berlama-lama di sini,’’ kata Yahiko.


Tidak lama kemudian, ibu dan ayah dari kedua bocah tadi langsung muncul. Kedua bocah itu berlari sambil menangis. Mereka berempat berpelukan.


‘’Kalian berdua telah selamat, ya? Mashima-sama telah menyelamatkan kalian,’’ kata sang ibu.


‘’Syukurlah,’’ kata sang ayah.


‘’Tidak, mereka yang menyelamatkan kami,’’ kata salah satu bocah yang memeluk boneka teddy.


Kedua pasangan itu menoleh dan sang ibu terbelalak melihat kedua belas anak yang ia temui tadi. Pasangan tadi berdiri dan membungkuk untuk berterima kasih. Setelah itu, mereka kembali pulang sambil tersenyum.


‘’Haa, padahal kita diutus untuk mencari shinobi yang hilang dari desa kita. Tidak kusangka akan terlibat pertarungan seperti ini,’’ kata Naruto.


‘’Kau mengatakan sesuatu mengenai salah satu Tim Jiraiya tadi, memangnya apa yang membuatmu sangat ingin bertemu dengan orang yang kau maksud itu?’’ tanya Shikamaru.


Naruto mengepalkan tangan. ‘’Aku bukan hanya ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang ingin aku pastikan dattebayo.’’

__ADS_1


‘’Sebaiknya kita kembali mencari yang lainnya,’’ kata Sasuke.


‘’Akh!’’ ringis Sakura membuat mereka semua berbalik.


Deg!


Semua tersentak saat melihat Sakura sudah tidak sadarkan diri yang ditangkap oleh tiga ninja. Naruto dan Sasuke menggertak gigi.


‘’Kalian lagi?!’’ seru kedua anak itu bersamaan.


‘’Tunggu, kalian mengenalinya?’’ tanya Neji.


‘’Ya, mereka bertigalah yang kami maksud barusan yang menculik Sakura-chan, tapi aku dan Sasuke berhasil membawanya kembali,’’ kata Naruto.


Ninja bertudung tersenyum remeh. ‘’Karena itulah, kami datang kembali untuk mengambilnya.’’


Naruto hendak menyerang, tapi ketiga ninja itu melemparkan bom asap. Tidak lama kemudian setelah bom asap menghilang, anak-anak itu terbelalak karena sudah tidak melihat ketiga ninja tadi.


Hinata dan Neji langsung mengaktifkan Byakugan. Kiba dan Akamaru mengandalkan penciuman mereka, begitu juga dengan Shino yang menggunakan serangganya untuk melacak. Tanpa membuang waktu, mereka pun bergegas.


......................


Naruto dan Sasuke berhasil mengejar ketiga ninja tadi, dan mereka melakukan aksi kejar-kejaran sekali lagi.


Tidak ingin melakukan kesalahan seperti sebelumnya, apalagi Sasuke yang bisa menggunakan sharingan, ketiga ninja yang menculik Sakura, langsung menjalankan rencana.


Dalam hitungan detik, ketiga orang itu langsung menghilang membuat Naruto dan Sasuke berhenti.


‘’Apa?! Mereka menghilang?!’’ pekik Naruto.


‘’Tidak, mereka masih di sekitar sini,’’ kata Sasuke.

__ADS_1


Sasuke yang menatap ke sekitar hanya berjaga-jaga. Karena mereka baru saja bertarung melawan kedua monster tadi, membuat Sasuke tidak bisa menggunakan sharingan.


Sial! Aku terlalu lama menggunakan sharingan-ku. Padahal aku bisa menemukan mereka secara langsung menggunakan kekuatan mata itu, kata Sasuke dalam hati.


Kedua anak itu saling membelakangi sambil berjaga-jaga. Naruto mengepalkan tangan dan memukul telapak tangan yang satunya.


‘’Kita tidak bisa hanya berdiri terus di sekitar sini dattebayo!’’ seru Naruto.


‘’Lalu bagaimana?’’ tanya Sasuke.


Naruto melakukan segel tangan. ‘’Uzumaki Naruto Ni Pocho!’’


‘’Jangan!’’ teriak Sasuke.


Push!


‘’Oiroke no Jutsu. Ayo lawan ini~ teme,’’ kata Naruto dalam penampilan seorang gadis yang sangat sexy.


Sasuke mengeryitkan alis tanda kesal di belakang Naruto.


‘’Mm~ belum cukup? Bagaimana dengan ini? Harem no Jutsu!’’


Muncul belasan bunshin yang memperlihatkan sisi menggairah. Di salah satu sisi pohon, setetes darah terjatuh membuat Naruto memicingkan mata.


Naruto kembali seperti semula sambil melemparkan kunai. ‘’Hya!’’


Sing!


Kunai yang dilemparkan tadi saling membentur dengan kunai dari lawan. Ketiga ninja tadi muncul dengan kondisi hidung yang mimisan.


‘’Brengsek! Bocah sialan!’’

__ADS_1


__ADS_2