
Minato menatap ke arah Kakashi. ‘’Kakashi … kau sebaiknya tidak menggunakan jurus itu lagi. Dari yang aku lihat, titik fokus seranganmu memiliki kekuatan dan kecepatan, tapi itu membuatmu tidak bisa memastikan serangan balik lawan. Jurus itu masih belum sempurna.’’
Kakashi terbelalak mendengar itu.
‘’Sebelum kita berpisah. Ada yang ingin aku katakan. Bagi seorang shinobi, hal yang terpenting adalah kerja sama tim,’’ kata Minato.
Obito, Rin dan Kakashi hanya menunduk dengan wajah sendu.
Naruto semakin memuji kehebatan ayahnya sebagai seorang guru. Karena tidak bisa menahan diri, membuat Naruto hendak menghampiri tim ayahnya.
Tunggu Naruto! Jangan gegabah dulu.
‘’Apa maksudmu Kurama?’’ tanya Naruto yang terhenti dari langkahnya.
Kita masih belum tahu kenapa kita terlempar ke masa lalu saat di mana Perang Dunia Shinobi ke-3 sedang berjalan. Sebaiknya kita memantau saja untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
‘’Hee~ padahal aku sangat ingin menghampiri ayahku,’’ kata Naruto dengan nada kecewa.
Naruto. Kau ini sebenarnya anak-anak atau apa? Umurmu itu sudah 32 tahun, kenapa kau bertingkah seperti anak-anak?
‘’Tubuhku ini berumur 12 tahun, jadi wajar saja kalau aku ingin bersikap seperti anak-anak, lagi pula aku sangat rindu dengan masa kecilku,’’ kata Naruto.
Tapi masa kecilmu itu berbeda dengan yang sekarang. Dulu kau sangat dibenci dan dikucilkan seluruh desa, tidak ada yang mau mengakuimu, memiliki teman satu saja pun tidak ada. Apalagi menggunakan jurus saja tidak bisa, selain itu aku juga membencimu, hidup yatim piatu bertahun-tahun, apakah kau merindukan masa kecilmu yang kelam seperti itu?
Naruto langsung menatap tanah dengan tatapan sendu sambil tersenyum. ‘’Kau benar Kurama. Tidak ada yang bisa dirindukan dari masa kecilku yang kelam. Tapi … tekadku untuk mendapatkan pengakuan seluruh desa dan mengubah kebencianmu itu adalah hal yang tidak akan pernah aku lupakan.’’
‘’Haa, baiklah. Aku akan mendengarkan perintahmu untuk memantau mereka saja dulu dan menahan diri,’’ kata Naruto.
Cih! Memang sepantasnya manusia rendah seperti dirimu tunduk kepada para bijuu agung seperti kami.
Naruto terkikik mendengar ucapan Kurama, begitu juga rubah sembilan ekor itu yang menyeringai.
__ADS_1
......................
Malam pun tiba, Naruto yang memantau dari atas pohon hanya melihat ayahnya duduk di atas batu sedang memikirkan sesuatu, sampai akhirnya Obito datang.
‘’Minato Sensei,’’ kata Obito membuat Minato menoleh.
Obito yang tidak mengenakan ikat kepala ninja dan kacamata pelindungnya, duduk di samping Minato sambil menunduk. ‘’Aku tahu kerja sama tim itu penting, tapi Kakashi selalu mengkritik tentang kedisiplinanku, jadi … maksudku aku tahu aku adalah orang buruk dari klan Uchiha, dan ku akui Kakashi adalah orang yang mengagumkan.’’
‘’Kakashi adalah anak dari shinobi jenius Hatake Sakumo yang sering disebut Konoha no Shiroi Kiba(Taring Putih dari Konoha). Bahkan dia lebih hebat dari Sannin. Dia selalu mengidolakan ke jeniusan ayahnya, jadi aku rasa dia tidak suka saat dia melihat kekuranganmu,’’ kata Minato.
‘’Shiroi Kiba? Aku juga pernah mendengarkannya. Pahlawan yang mati melindungi desa. Kakashi tidak pernah menceritakannya,’’ kata Obito.
‘’Dia adalah orang yang hebat. Penduduk desa sangat menghormatinya, hingga peristiwa itu terjadi,’’ kata Minato.
‘’Peristiwa?’’ tanya Obito.
__ADS_1
‘’Aku seharusnya tidak memberitahumu hal seperti ini, tapi karena kau satu tim dengan Kakashi, aku ingin kau tahu,’’ kata Minato.