God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 184 Dibawa ke Istana


__ADS_3

Kedua anak itu saling melontarkan tatapan bermusuhan, hingga akhirnya Kakashi melerai mereka.


‘’Kalian berdua berhentilah! Ini bukan saatnya bertengkar. Kita sedang dalam masalah besar,’’ kata Kakashi.


Sasuke melepaskan tangannya dengan kasar. ‘’Salahkan pembuat masalah yang menciptakan semua ini.’’


‘’Temee! Kau pi—‘’ ucapan Naruto #2 terhenti karena Kakashi membungkam mulutnya.


Naruto #2 berontak dengan mulut yang dibungkam, sambil mengomel sana-sini.


......................


Matahari pun terbit, dan kembali memancarkan sinarnya. Meskipun begitu, keadaan kota masih sepi seperti biasa.


Obito mengerutkan dahi sambil menghampiri Naruto #1. ‘’Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kita tiba-tiba mampir ke Negara yang seperti kota mati ini, dan sekarang menjadi anggota sirkus? Kita seharusnya pulang dan melaporkan misi kita kepada Minato sensei. Tidak melakukan hal seperti ini.’’


‘’Kalau begitu, anggap saja kita sedang melakukan misi tambahan,’’ kata Naruto #1.


‘’Ha? Tapi kita ini shinobi, bukan pemain sirkus,’’ kata Obito yang masih tidak mengerti.


‘’Ayolah, kita tidak akan lama di sini. Kalau pertunjukannya sudah selesai, kita akan segera pulang,’’ kata Naruto #1.


‘’Jangan berusaha menipuku. Aku tahu kau tipe orang seperti apa, dan tidak ada yang lebih mengenalmu selain diriku dan Kakashi serta Rin,’’ kata Obito.

__ADS_1


‘’Aku berjanji, kita akan pergi setelah matahari terbit besok,’’ kata Naruto #1.


Obito memicingkan mata hingga akhirnya menghela nafas panjang. ‘’Lalu, mengenai kejutan yang kau maksud itu apa? Bukankah kau bilang kita akan mendapatkan kejutan di sini?’’


‘’Aku tidak pernah bilang kita akan mendapatkan kejutan. Tapi bilang mungkin saja dattebayo,’’ kata Naruto #1.


‘’Mm~ kau selalu saja seperti ini. Bicara dengan penuh teka-teki,’’ kata Obito dengan wajah bodohnya.


......................


Istana


Bugh!


Pangeran Michiru dan Raja diseret ke lantai dengan kasar.


‘’Apa yang kau lakukan? Bukankah kau adalah teman ayahku?’’ tanya Pangeran Michiru.


‘’Jangan membuatku tertawa. Pria tua ini hanya orang bodoh yang memiliki impian konyol seperti itu,’’ kata Shabadaba.


‘’Kau hanya bertindak untuk menjadi kaya! Dan karena keserakahanmu, kau membunuh ayahku. Tapi syukurlah dia masih selamat,’’ kata Pangeran Michiru.


‘’Kalau begitu, aku tinggal membunuhnya sekali lagi, dan aku akan menjadi Raja,’’ kata Shabadaba.

__ADS_1


‘’Akulah Raja yang sebenarnya!’’ kata Pangeran Michiru.


Shabadaba memicingkan mata. ‘’Kalau begitu, mari kita lihat.’’


......................


Hutan


Naruto #2 yang lainnya hanya duduk sambil memikirkan cara untuk masalah ini. Hikaru juga tidak berhenti menangis mengingat ayah dan kakeknya.


‘’Kita akan pergi menyelamatkan mereka saat ini juga,’’ kata Naruto #2 berdiri.


‘’Percuma. Mereka pasti sudah membunuh ayah dan kakekku,’’ tangis Hikaru.


Naruto #2 menghampiri anak itu dan mengangkatnya. ‘’Apa kau akan membuang mereka sekali lagi? Apa kau akan menyerah lagi dattebayo?! Heh, ya … Menangis saja terus menerus, dan jadilah sampah yang tidak berguna sekali lagi.’’


Hikaru menggertak gigi dan mengusap matanya. ‘’Aku akan menyelamatkan ayah dan kakek!’’


‘’Hikaru-sama, jangan gegabah,’’ kata Korega.


‘’Jangan khawatir. Aku akan melindunginya apa pun yang terjadi dattebayo,’’ kata Naruto #2.


......................

__ADS_1


Matahari mulai terbenam. Shabadaba sudah menyiapkan katrol besar untuk gantung diri Pangeran Michiru. Sedangkan Raja, terbaring di sebuah altar yang dipenuhi jebakan.


‘’Jangan eksekusi mereka berdua begitu cepat. Itu tidak akan menyenangkan. Kita akan mengeksekusi mereka secara bersamaan, jika aku sudah bosan,’’ kata Shabadaba yang duduk di singgasana batu.


__ADS_2