God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 237 Pukulan Maut


__ADS_3

Minato dan Sandaime menatap semua orang yang telah membawa Hiruko kembali.


Hiruko sendiri hanya menunduk dengan posisi bersujud. Sandaime berjalan menghampirinya, membuat pria itu tidak berani menatap wajah sang Hokage Ketiga.


Setelah apa yang kulakukan, Sarutobi Sensei pasti sangat marah, kata Hiruko dalam hati.


‘’Hiruko,’’ panggil Sandaime.


Orang yang dipanggil hanya menunduk, membuat Sandaime menyuruhnya untuk mendongakkan kepala. Naruto #1 bahkan menyuruhnya secara baik-baik untuk menuruti perintah Sandaime. Ragu-ragu, Hiruko mendongakkan kepala.


Seperti dugaannya, ia melihat Sandaime hanya diam yang saat ini pasti dipenuhi kemarahan. Ia langsung memejamkan mata begitu sang Hokage mengulurkan tangan ke arahnya dengan maksud memukulinya.


Deg!


Hiruko terkejut karena merasakan sebuah tangan mengelus pucuk rambutnya. Ia membuka mata secara perlahan dan melihat Sandaime mengelusnya sambil tersenyum.


‘’Aku sudah tahu semuanya. Kau pasti sangat menderita,’’ kata Sandaime.


Mata Hiruko langsung memanas sehingga mengeluarkan butiran air mata. ‘’Sarutobi Sensei….’’


‘’Meskipun begitu, caramu tetap salah, dan kau pasti akan menerima hukuman,’’ kata Sandaime.


‘’Apa yang kau lakukan mungkin tidak bisa dimaafkan. Aku dan Sandaime-sama sudah memutuskan hukuman yang pantas kau dapatkan. Dan hukumanmu adalah….’’


Ia menatap Sandaime sampai akhirnya mereka berdua mengangguk secara bersamaan.

__ADS_1


Minato kembali menatap ke arah Hiruko yang sudah menunggu. ‘’Kau akan membayar dosa-dosamu untuk melindungi desa dari serangan apa pun. Kau tidak akan berada di desa, tapi di tempat lain untuk menjalani hukuman dari pihak yang berwajib, sambil memantau keselamatan desa.’’


Hiruko terdiam membisu. Ia kembali menangis haru, lalu bersujud dan berterima kasih. Setelah itu, Sandaime memanggil beberapa bawahan ANBU-nya untuk mengantar Hiruko.


Naruto #1 dan yang lainnya menemani Hiruko hingga di gerbang kantor Hokage.


‘’Setelah ini, kau harus menjadi lebih baik lagi,’’ kata Kurenai.


‘’Jangan memilih jalan yang salah karena merasa terpuruk,’’ kata Asuma.


‘’Ingat. Masa mudamu masih belum berakhir meski menerima hukuman. Sebagai pria sejati, inilah saat yang tepat untuk mengisi masa mudamu!’’ kata Guy tersenyum menampilkan deretan gigi sambil mengacungkan jempol.


Melihat hal itu membuat semangat Rock Lee juga bangkit, sehingga semua orang menatap kedua orang itu dengan wajah bodoh.


Mendengar ucapannya membuat Naruto #2 juga tidak akan kalah darinya, dan berjanji untuk menjadi Hokage juga. Sekali lagi, semua orang memasang wajah bodoh melihat kedua orang itu. Para Jounin dan Genin hanya menghela nafas karena memiliki orang bodoh dan berisik di tim mereka.


‘’Sekali lagi, aku berterima kasih kepadamu Naruto,’’ kata Hiruko.


Naruto #1 tersenyum menampilkan deretan gigi sambil mengacungkan jempol. Namun, wajahnya menjadi pucat saat melihat seseorang dari jauh datang menghampiri mereka.


Melihat hal itu, membuat Hiruko menoleh ke belakang. Dilihatnya wanita berambut pirang berjalan dengan cepat sambil menarik lengan baju ke atas yang sudah mengepalkan tangan.


‘’Oh, Tsuna—‘’


Bugh!

__ADS_1


‘’Shannarou!’’ seru Tsunade melayangkan pukulan ke wajah Hiruko membuat pria itu terlempar.


Semua orang tersenyum kaku melihat hal itu, sedangkan Hiruko yang terkapar membuka mulut seolah-olah mengeluarkan roh jiwanya.


‘’Aku sudah sangat lama ingin melakukannya kepadamu. Bagaimana kabarmu teman?’’ tanya Tsunade.


Hiruko hanya mengacungkan jempol dan kembali tidak sadarkan diri. Kedua Naruto yang menyaksikannya hanya menelan saliva.


‘’Kowai(Menyeramkan) dattebayo,’’ ucap keduanya bersamaan.


Untung bukan aku yang menerima pukulan maut itu, kata kedua Naruto kompak dalam hati.


Setelah itu, semua orang bubar dan menuju ke rumah masing-masing.


‘’Tadai—‘’ ucapan kedua Naruto terhenti saat melihat Kushina menghampiri mereka dengan langkah kaki cepat.


‘’Naruto … Beraninya kau melakukan hal seperti itu tanpa izin dariku dattebane!’’


Naruto #1 yang melihatnya langsung menarik Naruto #2 yang hendak melarikan diri.


‘’Heeh?! Chotto!’’ teriak Naruto #2.


Bugh!


Meski menjadikan Naruto #2 sebagai tameng, Kushina menghajar kedua orang itu sampai terlempar jauh membuat Hinata #1 sangat cemas. ‘’Naruto-kun!’’

__ADS_1


__ADS_2