God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 83 Pengalihan


__ADS_3

‘’Rin! Kakashi!’’ seru Obito senang.


Kakashi menatap ke belakang setelah berhasil pergi.


‘’Kupikir kalian berdua sudah pergi,’’ kata Obito.


Flashback on


‘’Tunggu! Kakashi, kenapa kau berkata kita sedang menjalankan misi?’’ tanya Rin.


Kakashi meletakkan jari telunjuknya ke bibir. ‘’Kau lihat kedua anak tadi? Di pakaian mereka ada aksesoris yang sama dengan milik Orochimaru. Kemungkinan besar, mereka anak itu adalah bawahannya.’’


‘’Hm, kau benar. Mereka juga terlihat bukan dari Desa Konoha,’’ kata Rin.


‘’Kita berdua mendengar suara Obito sangat jelas. Tapi, saat kita menghampiri suara Obito, kita malah bertemu dengan kedua anak itu,’’ kata Kakashi.


Rin tersadar. ‘’Aa, jangan-jangan mereka membawa Obito pergi sebelum kita menemuinya.’’


Kakashi membenarkan ucapan Rin. ‘’Dengan kata lain, mereka ada lebih dua orang. Dua orang itu pasti mengira kita sudah pergi, jadi ini kesempatan untuk mengikutinya.’’


Seperti yang dikatakan Kakashi, kedua anak itu menatap Obito yang ditangkap barusan.


‘’Untunglah kita bisa memisahkan mereka. Jika saja kita terlambat sedikit saja, dua anak itu pasti bertemu dengan anak ini,’’ kata anak berambut merah yang melirik Obito.


‘’Ternyata memang benar, mereka membawa Obito pergi,’’ kata Rin.


‘’Jadi, bagaimana dengan kedua anak itu?’’ tanya anak berambut orange.


‘’Mereka hanya menjalankan misi dan sudah pergi,’’ kata anak berambut putih.

__ADS_1


Kakashi memberi kode kepada Rin, dan keduanya mengangguk.


‘’Heh~ kenapa kau tidak menyerangnya?’’ tanya anak berambut kuncir satu.


Melihat keempat anak tadi membawa Obito pergi, Kakashi langsung melemparkan beberapa kunai, sedangkan Rin melemparkan bom asap.


Flashback off


Obito yang mendengarnya langsung mengacungkan jempol. ‘’Untuk pertama kalinya kau bisa diandalkan Kakashi.’’


‘’Apa maksudmu pertama kali? Kau yang tidak bisa diandalkan,’’ kata Kakashi.


‘’Ha?! Kau ingin bertarung untuk membuktikannya?’’ tanya Obito kesal.


Rin merindukan moment perdebatan itu.


Deg!


‘’Mereka ada lima?!’’ pekik Rin.


‘’Hei, membawa milik orang lain itu tidak baik,’’ kata anak berambut kuncir satu.


‘’Kakashi, Rin, kalian berdua harus hati-hati. Mereka anak buah Orochimaru,’’ bisik Obito.


‘’Kalau itu kami juga tahu,’’ jawab Kakashi membuat Obito lemas.


Anak berambut putih itu menatap Kakashi. ‘’Tidak kusangka kau menipu dan mengikuti kami untuk menemukan anak itu. Tapi, sayang sekali karena kau juga diikuti salah satu rekan kami.’’


Kakashi berdecih. ‘’Sepertinya tidak ada cara lain, selain melawan mereka.’’

__ADS_1


‘’Rin, kalau waktunya sudah tiba, segeralah pergi bersama Obito,’’ bisik Kakashi.


‘’Eh? Bagaimana dengan dirimu?’’ tanya Rin.


‘’Aku akan segera menyusul,’’ kata Kakashi.


‘’Aku masih bisa sedikit bertarung,’’ kata Obito.


Ketiga anak itu mengangguk sambil menatap kelima anak yang mengelilingi mereka. Ya, ketiganya terjebak di dalam lingkaran, hingga akhirnya terlibat pertarungan.


Rin melawan anak berambut merah, Obito melawan anak berambut kuncir satu dan anak dengan tigai jumbai rambut orange, sedangkan Kakashi melawan anak berambut putih dan abu-abu.


Aku yang sendiri saja sangat kewalahan melawan orang ini, apalagi Kakashi dan Obito yang masing-masing melawan dua orang, kata Rin dalam hati.


Sial! Sejak sesuatu aneh ini ditempelkan di tubuhku, aku selalu mudah lelah karena merasa berat, kata Obito dalam hati.


Orang kuat seperti mereka mustahil mengalahkannya dengan kekuatan. Mereka harus dilawan dengan akal , kata Kakashi dalam hati.


Kedua anak tadi memicingkan mata saat melihat elemen listrik muncul di tangan Kakashi. Melihat hal itu, keduanya mulai bertahan.


‘’Katon : Goukakyou no Jutsu!’’


Di saat bersamaan Rin dan Kakashi menghindar, membuat kelima anak tadi juga langsung menghindari serangan api.


Kakashi melakukan segel tangan lalu memukul tanah dengan telapak tangannya. ‘’Ninpou Kuchiyose Doton Tsuiga no Jutsu!’’


Kelima anak itu menatap tembok dari tanah yang muncul menjulang ke atas bersamaan seekor anjing mengigit mereka.


‘’Apakah anjing-anjing ini juga muncul dari tanah? Cih! Lepaskan!’’ kata anak berambut merah.

__ADS_1


Anak berambut putih itu memicingkan mata. ‘’Tidak akan kubiarkan kalian membawa anak itu pergi.’’


__ADS_2