God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 186 Lawan Sekali Lagi


__ADS_3

Obito yang berlari menyusuri koridor bersama Naruto #1, langsung berhenti saat menyadari sesuatu.


‘’Ada apa?’’ tanya Naruto #1.


‘’Mata kiriku sepertinya diaktifkan. Tidak mungkin Kakashi ada di sini, kan?’’ tanya Obito.


Naruto #1 hanya tersenyum miring. ‘’Entah apakah Kakashi dan yang lainnya ada di sini, aku juga penasaran dattebayo. Selain itu, kita harus bergegas sebelum kita ketinggalan pertunjukan utamanya.’’


‘’Ha? Pertunjukkan utama? Tapi sirkus ada di luar sana,’’ kata Obito.


Obito mendengus kesal karena diabaikan, membuatnya menyusul Naruto #1. ‘’Hei! Dengarkan saat seseorang bicara! Kau selalu saja seperti ini.’’


......................


Situasi di halaman utama sangat kacau, para prajurit malah diserang balik oleh hewan-hewan sirkus.


Kanguru bersaudara yang meninju mereka, gajah yang menerobos dengan bantuan serangan belalainya, kelompok beruang kutub yang mengepung, Chamu dan Kiki yang menyerang, kecuali kelompok jerapah yang sempat memakan daun pohon.


......................


Tangga Aula


Korega dan yang lainnya mengintip dibalik pintu untuk melihat situasi. Naruto #2 yang tidak sengaja melihat Hikaru gemetar, membuatnya menghampiri anak itu.


‘’Hikaru, apa kau percaya kepadaku? Aku akan melindungimu apa pun yang terjadi,’’ kata Naruto #2.


Hikaru mengangguk sambil mengaitkan jari kelingkingnya untuk membalas Naruto #2. Rock Lee juga mengaitkan jari kelingkingnya.


‘’Kau juga harus ikut! Berapi kali aku harus memberitahumu dattebayo,’’ kata Naruto #2 menarik jari kelingking Sasuke.

__ADS_1


Keempat anak itu saling mengaitkan jari kelingking mereka, sama seperti saat mereka membuat janji di kapal.


......................


Sakura menatap jari kelingkingnya. ‘’Aku sudah berjanji kepada Hikaru-san sebagai temannya. Bukan hanya aku, tapi Naruto, Lee-san dan Sasuke-kun juga. Janji yang kami buat tidak akan pernah dilanggar, dan pria seperti dirimu, tidak akan mengerti hal ini.’’


......................


Naruto #2 dan yang lainnya bergegas menuju ke atas, akan tetapi mereka terhenti saat melihat Kongou menghadang mereka di lantai berikutnya.


‘’Kalian benar-benar datang sesuai perkiraan ketua. Apakah kalian pikir bisa menipu kami dengan memanfaatkan keramaian sirkus di luar?’’ tanya Kongou.


‘’Ossan, kau masih be—‘’ ucapan Naruto #2 terhenti saat Rock Lee mencegahnya dengan sebelah tangan.


‘’Aku masih memiliki urusan dengannya. Serahkan dia kepadaku,’’ kata Rock Lee.


‘’Aku mengandalkanmu Alis Tebal!’’ kata Naruto #2 menepuk punggung Rock Lee.


Namun, Rock Lee langsung datang dan melayangkan tendangan menggunakan tumitnya.


‘’Bocah, kali ini aku tidak akan bersikap lembut,’’ kata Kongou.


......................


Begitu Sasuke tiba di lantai berikutnya, ia langsung melemparkan kunai ke arah tembok. Saat itu juga, Karenbana muncul membuat yang lainnya terkejut.


‘’Hee~ ketahuan begitu cepat seperti biasa,’’ senyum remeh Karenbana.


‘’Aku akan menangani bocah ini,’’ kata Sasuke.

__ADS_1


‘’Bocah katamu?!” kesal Karenbana.


Wanita berambut putih itu langsung menyerang Sasuke yang sudah menghindar, menyebabkan lantai retak. Naruto #2 dan yang lainnya berhasil kabur.


‘’Bocah? Umurku sudah 22 tahun!’’ seru Karenbana.


‘’Pantas saja tubuhmu menyusut lebih kecil karena sudah tua,’’ kata Sasuke.


Wajah Karenbana merah padam bukan main, yang bercampur antara marah dan malu.


......................


Beranda


‘’Ayah!’’


Sakura menoleh saat mendengar suara tadi. ‘’Itu suara Hikaru.’’


Deg!


Begitu ia menoleh, Shabadaba sudah mencekiknya dan mendorongnya ke tembok.


‘’Kau hanya seorang gadis yang lemah, jadi mustahil melawan tenagaku,’’ kata Shabadaba mencekik Sakura sekuat tenaga.


‘’A-Akh! Le-paskan,’’ ringis Sakura.


Semua orang mendongakkan kepala melihat Pangeran Michiru dari atas yang berdiri di ujung papan.


‘’Kalian sudah datang, ya?’’ tanya Ishidate mengaktifkan sarung tangannya.

__ADS_1


Korega dan yang lainnya berdiri melindungi Hikaru.


‘’Percuma saja. Rencana kalian sudah gagal. Sekarang saatnya kalian semua menemui ajal!’’ seru Ishidate berlari menghampiri.


__ADS_2